Zat Adiktif dalam Makanan, Kegunaan, dan Dampaknya Terhadap Kesehatan

[emedihealthy]

Hai, Smart Ladies!

Wanita adalah yang pertama dan utama sebagai penjaga kesehatan diri sendiri dan keluarganya kelak sehingga harus hati-hati dalam memilih bahan baku saat akan menyediakan nutrisi di rumah untuk keluarga tercinta.

Industri kuliner saat ini banyak sekali menggunakan zat adiktif  agar rasa  makanan menjadi lebih enak, penampilan lebih menarik, lebih awet sehingga  menguntungkan bagi penjualnya. Namun, hal tersebut tentu saja berdampak  terhadap kesehatan, bahkan  jika pemakaiannya berlebihan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan.

Ladies, untuk mencegah penggunaan zat adiktif berlebihan tanpa kita sadari, mari  kenali berbagai zat tambahan makanan, kegunaan, dan dampaknya terhadap kesehatan.

  1. Penyedap Rasa

Penyedap rasa dalam kehidupan sehari-hari dikenal sebagai vetsin mempunyai nama mono sodium glutamat (MSG). Secara alami glutamate adalah asam amino penyusun protein yang bereaksi dengan garam, memberikan rasa gurih, dan sedap pada makanan yang mengandung protein.

MSG yang kita pakai adalah hasil sintesa dari laboratorium. Berguna untuk memberikan rasa gurih pada makanan walaupun tidak mengandung protein.

Selain memberikan rasa enak pada makanan,  MSG mempunyai dampak memengaruhi kerja saraf. Pada keadaan yang berlebihan akan memberikan rasa haus di tenggorokan, sakit kepala  hingga mual-mual atau dikenal sebagai CSR atau chinese restaurant syndrome.

Terlepas dari semua itu, dalam pemakaian terbatas, MSG masih aman, disetujui oleh WHO, FAO, serta Kementrian Kesehatan RI.

  1. Pewarna Buatan

Pewarna buatan merupakan kebutuhan industri  makanan supaya penampilan makanan menjadi menarik sehingga menambah selera makan. Tidak semua pewarna makanan buatan aman untuk kesehatan. Tidak dianjurkan menggunakan pewarna makanan seperti Blue 1, Red 40.

Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan peningkatan penyakit tumor, kemungkinan ini berdampak juga pada manusia.

Dianjurkan menggunakan pewarna alami, seperti daun suji untuk warna hijau dan buah naga untuk warna merah.

  1. Pengawet Buatan

Pengawet buatan memberikan jangka waktu yang lebih panjang pada makanan supaya tidak rusak. Contohnya sosis, makanan kaleng, dan lain-lain.

Pengawet  makanan yang terkenal adalah natrium nitrit, zat pengawet ini digunakan pada daging olahan, penambahan zat ini juga memberikan rasa asin, dan daging berwarna kemerahan seperti daging segar.

Sayangnya zat pengawet ini memicu terjadinya kanker  jika digunakan terus-menerus. Dianjurkan  untuk memakai pengawet alami seperti gula, garam, dan asam cuka.

  1. Pemanis Buatan

Pemanis buatan adalah penambah cita rasa pada makanan, menjadi lebih manis.  Untuk penderita diabetes penggunaan pemanis buatan memang bagus untuk menjaga kadar gula dalam darah.

Untuk yang sedang  melakukan program diet pemanis buatan ini juga bagus karena rendah kalori.

Selain itu, manfaat lainnya ialah pengawet buatan seperti aspartam dan sakarin, kurang bagus terhadap kesehatan jika digunakan secara berlebihan.

  1. Perasa Buatan

Perasa buatan adalah zat tambahan yang memberikan aroma buah-buahan atau aroma yang menggugah selera makan.

Perasa buatan ini selain memberikan dampak menyenangkan memiliki dampak berbahaya terhadap organ-organ tubuh pada penggunaan yang berlebihan.

Dianjurkan untuk menggunakan buah asli atau aroma tanaman alami untuh menggugah selera makan. Perasa alami, lebih aman untuk seluruh organ tubuh.

Selain  lima jenis zat adiktif dalam makanan di atas, masih banyak lagi zat tambahan lainnya yang menambah rasa dan memperbaiki penampilan pada makanan untuk industri kuliner.

Makin banyak zat tambahan yang Ladies konsumsi, makin tinggi risikonya untuk kesehatan. Kita dianjurkan untuk mengonsumsi makanan alami yang dimasak sendiri, menggunakan rempah-rempah asli Indonesia yang kaya manfaat.

Demikianlah sedikit pembahasan tentang zat adiktif dalam makanan, semoga menjadi awal pengetahuan untuk menggali lebih dalam hubungan antara makanan dan kesehatan.

Semangat sehat.

 

 

About Nurlia Talib

Nurlia Talib

Check Also

5 Tips Menjaga Kesehatan Mata

Halo, Ladies! Terkadang kita sering lupa untuk merawat kesehatan mata, padahal kita tahu bahwa mata …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *