Yuk, Belajar Berdamai dengan Prasangka Orang!

Hai, Smart Ladies!

Siapa tidak geram ketika ada yang menuduh berbuat sesuatu yang tidak pernah kita lakukan? Memikirkan saja tidak pernah, apalagi melakukannya. Namun, apa mau dikata, seberapa besar upaya kita menjelaskan belum tentu masuk atau diterima kecuali dengan kesabaran dan strategi yang tepat.

Smart Ladies, jangan sampai prasangka orang membebani pikiran hingga mengakibatkan  produktivitas kita berkurang, ya. Untuk itu, simak beberapa strategi jitu untuk menghadapi masalah sosial ini!

  1. Pahami Permasalahan

Kita tidak akan dapat berpikir jernih dan objektif jika tidak tahu akar permasalahannya. Harus kita ketahui dahulu alasan seseorang melayangkan tuduhan kepada kita. Langkah ini dilakukan guna menghindari kesalahpahaman.

  1. Melihat dari Sudut Pandang Orang Lain

Smart Ladies, manusia pada umumnya merasa dirinya benar dan tidak mau disalahkan. Sifat egois ini memang manusiawi. Akan tetapi, bila terus kita pelihara akan membuat hidup tidak damai. Oleh sebab itu, cobalah melihat segala permasalahan dari sudut pandang orang lain sebelum melakukan sesuatu.

  1. Menahan Emosi

Tahan emosi meski kita berada di posisi yang benar. Jika emosi timbul akibat kita membela diri karena tuduhan yang tak jelas, lalukan beberapa trik pengendalian diri agar tidak berdampak buruk pada kesehatan psikis serta fisik. Nabi Muhammad saw. mengajarkan umatnya agar selalu bisa menahan emosi, yaitu dengan mengingat Allah Swt., berwudu, dan mengubah posisi.

Rasulullah saw. mengatakan jika kita marah saat berdiri, duduklah. Jika kita marah dalam posisi duduk, berbaringlah. Ini adalah beberapa gerakan fisik yang bisa dilakukan untuk meredam amarah.

  1. Memberikan Penjelasan

Perhitungkan waktu ketika hendak memberikan penjelasan. Saat suasana sedang memanas bukanlah waktu yang tepat untuk berargumen. Tunggu situasi mereda sembari kita menguasai emosi diri dan menghindari suasana yang lebih keruh. Seperti kita ketahui, apabila seseorang dalam keadaan emosi, terkadang dia tidak dapat mengontrol kata-kata yang keluar dari mulutnya.

Kita harus mengalah dalam posisi tidak bersalah. Namun, segala permasalan harus kita luruskan agar hubungan dengan orang lain tetap berjalan baik. Berupaya meluruskan yang bengkok, tetapi jangan sampai mematahkannya. Semoga bermanfaat, Smart Ladies!

About Andria Widyastuti

Andria Widyastuti

Check Also

R(asa)

  Oleh : Sukma Widya   Semua bermula dari satu kata bernama rasa. Rasa yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *