Yuk, Bantu Ananda Menguasai 4 Keterampilan Berbahasa [Pezibear from Pixabay]

Yuk, Bantu Ananda Menguasai 4 Keterampilan Berbahasa

Hai, Smart Ladies!

Tahukah Ladies bahwa ada empat keterampilan berbahasa yang harus kita kuasai karena sangat penting dalam kehidupan kita? Setiap hari kita berbahasa, tetapi masih banyak yang belum menggunakan keterampilan berbahasa secara optimal. 

Empat keterampilan berbahasa tersebut adalah mendengar/menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Sepintas empat keterampilan berbahasa tersebut pasti dikuasai oleh banyak orang. Namun, faktanya banyak orang yang belum menggunakan keterampilan berbahasa tersebut secara optimal. 

Orang yang bisa membaca, belum tentu terampil mendengarkan dan berbicara dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang bisa membaca, tetapi sangat sedikit yang menghasilkan karya dalam bentuk tulisan. 

Mengapa? Karena selama ini kita hanya memberikan stimulus kepada anak-anak untuk bisa membaca dan sedikit stimulus untuk bisa berkarya sehingga banyak di antara kita bisa menulis huruf (melek huruf), tetapi tidak bisa menghasilkan karya dalam bentuk tulisan (menulis karya). 

Ladies tentu ingin, dong, jika anak-anak memiliki empat keterampilan berbahasa tersebut dan menggunakannya secara baik dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa hal yang dapat kita lakukan:

Tahap 1. Mendengarkan (Menyimak) 

Mendengarkan atau menyimak adalah keterampilan berbahasa untuk dapat memusatkan perhatian dan mencerna informasi yang ada. Pada keterampilan berbahasa ini menuntut anak untuk paham pada inti pembicaraan, bukan hanya sekadar mendengar dan mengetahui setiap kata. 

  • Perbanyak komunikasi dengan anak, bahkan sejak dalam kandungan, saat anak belum bisa bicara dan saat sudah bisa bicara. 
  • Buat forum/diskusi keluarga untuk membiasakan anak mendengarkan ragam informasi dari orang dewasa di sekitarnya. 
  • Bacakan buku-buku anak atau mendongeng dengan suara nyaring dan jelas agar anak melihat gambar dan telinga bekerja mendengar maksud gambar tersebut atau anak membayangkan dengan imajinasinya. 

Tahap 2. Berbicara 

Keterampilan berbicara diperlukan untuk dapat mengungkapkan gagasan atau ide yang ada pada diri kita. Pada tahap ini, saat anak belajar berbicara maka kita sebagai orang dewasa harus belajar mendengarkan suara anak. 

  • Biasakan minta pendapat anak tentang sesuatu agar ia terlatih berpendapat/berbicara dan apresiasi pendapatnya. 
  • Buat simulasi kelas dan biarkan anak menjadi guru bagi kita, jadilah murid yang baik untuknya. 
  • Perbanyak silaturahmi untuk bertemu banyak orang dan latihlah anak berbicara dengan orang lain. 

Tahap 3. Membaca

Membaca adalah keterampilan dalam memahami. Dengan membaca anak dapat mengembangkan bagian-bagian dalam berbahasa seperti mengenal kosakata, ejaan, kalimat, dan tata cara penulisan. 

  • Ajari anak membaca mulai dari hal yang sederhana seperti tulisan di papan reklame, kemasan makanan, rambu lalu lintas, buku anak, dan lainnya. 
  • Buat kegiatan literasi keluarga seperti membaca bersama, ke perpustakaan, membeli buku, atau mencoba kegiatan yang ada di buku/majalah. 
  • Dampingi saat anak membaca atau menonton televisi dan cek pemahaman yang didapat dengan memberikan pertanyaan atau minta anak menceritakan isi buku yang ia baca atau film yang dilihatnya. 

Tahap 4. Menulis

Menulis adalah kegiatan mendokumentasikan informasi ke dalam suatu sarana tulis. Menulis juga sebagai sarana menyampaikan pesan, ide, atau gagasan. 

  • Saat anak belajar menulis, sediakan satu area besar seperti tembok atau kertas flip chart besar dan izinkan anak menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan atau coretan. 
  • Latihlah anak untuk menulis jurnal atau catatan kegiatan hariannya, menulis pertanyaan atau hal menarik yang ia dapatkan dari pengalaman bermain dan belajar. 
  • Buat diari keluarga yang dapat ditulis oleh setiap anggota keluarga. Dapat berupa pesan, pertanyaan, pengalaman, dan semua punya akses untuk menulis atau membacanya.
  • Ajak anak untuk ikut serta dalam kegiatan kelas menulis dan membukukan karya. Dengan adanya karya tentu akan menambah rasa percaya diri dan bangga dengan hasilnya. 

Demikianlah tahapan yang dapat Ladies lakukan untuk membantu ananda memiliki empat keterampilan berbahasa. Keterampilan mendengar dan membaca adalah keterampilan yang bersifat pasif. Melatih anak untuk mampu berbicara dan menulis berarti membuat anak mampu berbahasa secara aktif. Menguasai semuanya tentu akan lebih baik. 

 

About Rohmah Rahmawati

Rohmah Rahmawati
A mom, wife, daughter and a life learner. Lives in Des Moines, Iowa USA.

Check Also

Garden School, Belajar Menyenangkan dan Menyehatkan di Era Pandemi

Hi, Smart Ladies! Banyak hal di kehidupan berubah semenjak virus korona datang dalam waktu setahun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *