Joeragan artikel

Murajaah [pixabay.com]

Tujuh Tips Menjaga Santri Semasa Liburan

Hai, Smart Ladies.

Ada pesan menggelitik yang disampaikan ustaz di grup WA wali santri, Jangan kembali meracuni perjuangan mereka di pondok dengan memberikan kebebasan yang dapat menjerumuskan mereka kembali. Ada apa dengan pesan itu?

Kebiasaan orang tua yang anaknya di pondok adalah ketika liburan mereka membebaskan dari segala tanggung jawab yang sudah biasa dikerjkan. Alasan utamanya adalah untuk memberikan waktu istirahat agar tidak stres sebelum mereka kembali dengan rutinitasnya. Namun, ini justru menjadi bomerang yang akan menyerang balik.

Jadi, sikap atau langkah apa saja yang bisa dilakukan oleh orang tua saat mengisi liburan:

1. Tetap Bangunkan untuk Salat Malam

Salah satu tuntunan dalam agama Islam adalah memulai hari dengan melakukan amal baik. Allah akan turun dan mengabulkan doa orang yang memohon di sepertiga malam yang akhir.

2. Salat Berjamaah Harus Tetap Dijaga

Keutamaan salat adalah yang dilakukan di awal waktu dan untuk lebih sempurnanya pahala adalah ketika dilakukan berjamaah. Kebiasaan ini, jika tidak terus dikerjakan biasanya akan sangat mudah untuk mencari alasan meninggalkannya. 

3. Jangan Tidur setelah Subuh

Biasanya orang tua beralasan sesekali dan sebagainya untuk mencari pembenaran, padahal Allah sudah menjanjikan rezeki bagi orang yang bangun awal dan beraktivitas mulai pagi hari.

4. Membantu Orang Tua

Membiasakan anak membantu pekerjaan orang tua adalah salah satu cara mengasah keperdulian anak terhadap lingkungan sekitar. Jika anak acuh dengan lingkungan terdekatnya, akan sangat dimungkinkan dia juga akan cuek dengan lingkungan yang lebih luas.

5. Tetap Menjadwalkan untuk Murajaah

Bagi orang yang menghafal Al-Qur’an, menambah hafalan itu mudah, yang sulit adalah memutkimkan. Salah satu konsekuensi orang yang menghafal adalah senantiasa mengulang untuk melancarkan. Orang tua tidak boleh lupa mengingatkan dan menjadwalkan khusus untuk murajaah ini, baik sehabis salat  Subuh atau bakda Magrib sampai Isya.

6. Tetap Menjaga Pergaulan

Saat libur, sudah sepatutnya orang tua juga mengawasi pergaulan anak selama di rumah. Jangan sampai anak berkawan dengan orang-orang yang mudah melupakan kewajibannya, termasuk juga pergaulan dengan teman lawan jenis yang berkaitan dengan ikhtilat.

7. Mengerjakan Tugas Pesantren

Kalau memang dari pondok anak mendapat tugas yang harus dikerjakan, kewajiban orang tua adalah mengingatkan agar segera dikerjakan. Jangan sampai anak terlena sehingga ketika waktu masuk tugas belum terselesaikan atau bahkan tidak dikerjakan sama sekali.

Beberapa hal di atas ditulis berdasarkan pengalaman pribadi maupun hasil sharing dengan beberapa wali santri. Juga disarikan dari paparan yang disampaikan ustaz pada saat POMG kepulangan santri. Harapannya agar setelah para santri kembali ke pondok masih tetap menjalankan kewajiban sehari-hari. Ustaz juga tidak perlu lagi ada pengkondisian seperti saat santri masuk pertama kali. Semoga tips ini bermanfaat untuk Smart Ladies semua.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× Hubungi Kami