Tips Mengatasi 6 Jenis Noda pada Pakaian

Mencuci merupakan salah satu pekerjaan rumah tangga yang tidak terlalu merepotkan, apalagi jika dilakukan dengan menggunakan mesin cuci yang tentunya dapat lebih menghemat waktu dan tenaga. Namun, kerepotan bisa datang apabila terdapat noda membandel pada pakaian. Kalau sudah begini, tidak hanya penggunaan detergen yang boros, waktu pun akan banyak terbuang. Berikut cara menghilangkan noda membandel pada pakaian.

1. Noda Kuning

Selain tidak aman untuk diminum, air yang tidak jernih juga dapat meninggalkan noda kuning pada pakaian jika digunakan untuk mencuci. Noda kuning juga bisa muncul pada pakaian yang sudah tersimpan lama di dalam lemari. Jangan terburu-buru membuang pakaian tersebut, ya.

Ladies bisa melakukan cara ini untuk menghilangkan noda kuning pada pakaian. Larutkan sitrun atau asam borat ke dalam air. Kemudian, rendam pakaian selama dua jam. Pakaian yang bernoda kuning akan kembali ke warna aslinya. Jangan lupa untuk mencuci lagi pakaian yang telah direndam.

2. Noda Oli

Noda oli susah dihilangkan menggunakan detergen atau cairan pembersih noda. Jika Ladies suka mengendarai motor dan pakaian terkena noda oli, cobalah untuk mencuci bagian yang terkena noda menggunakan campuran sedikit detergen, air, dan minyak tanah. Kemudian, kucek bagian yang terkena noda dengan campuran bahan tadi. Noda oli akan hilang tanpa bekas, tetapi masih meninggalkan bau minyak tanah. Oleh karena itu, pakaian tetap harus dicuci lagi, ya, Ladies.

3. Noda Cat

Pernahkan Ladies mengalami pakaian kesayangan terkena noda cat karena kurang hati-hati? Apabila pakaian terkena cat tembok dalam keadaan masih basah, noda dapat dihilangkan dengan mencucinya menggunakan detergen pada air yang mengalir. Namun, apabila cat sudah mengering, noda dapat dikikis dengan menggunakan bagian tumpul sebuah pisau. Lalu, ambillah kain yang sudah tidak terpakai dan basahi dengan tiner. Gosoklah bagian yang terkena noda cat. Ulangi sampai cat hilang.

Hal yang perlu diperhatikan adalah bau tiner yang menyengat dapat mengganggu pernapasan. Oleh karena itu, Ladies dianjurkan untuk memakai masker selama proses pembersihan. Apabila tidak tahan dengan bau tiner, Ladies juga bisa menggunakan pembersih cat kuku (aseton) atau alkohol. Jika noda cat masih susah dihilangkan, cobalah untuk terlebih dahulu merendam pakaian dengan air hangat yang dicampur dengan detergen. Ulangi prosedur di atas sampai noda hilang.

4. Noda Jamur

Jamur pada pakaian sering muncul pada saat musim hujan berlangsung. Jamur muncul akibat pakaian basah yang menumpuk dan tidak segera dicuci. Noda ini juga sering muncul di handuk sehingga membuatnya tidak sedap dipandang. Rendamlah pakaian ke dalam air yang telah dicampur dengan dua sendok vetsin dan cuka secukupnya. Tunggulah selama dua jam, lalu lihat hasilnya.

5. Noda Akibat Kelunturan

Ladies mungkin pernah secara tidak sengaja merendam baju terlalu lama sehingga warnanya luntur dan menodai pakaian lain. Noda akibat kelunturan biasanya sulit dihilangkan dengan menggunakan detergen saja. Cobalah membuat campuran sabun cuci batangan yang telah diparut dengan potasium permanganat. Bahan kimia tersebut bisa didapatkan di toko bahan kimia maupun dengan cara berbelanja daring. Rendam pakaian selama dua jam. Noda luntur akan hilang dan warna pakaian kembali seperti semula.

6. Noda Gosong

Noda gosong pada pakaian bisa terjadi akibat Ladies terlalu lama meletakkan setrika panas di atas pakaian saat proses menyetrika. Teteskan peroksida pada kain yang tidak terpakai, lalu tempelkan kain tersebut di atas bagian pakaian yang gosong. Setelah itu, Ladies bisa menyetrika bagian atas kain dan noda gosong pun akan hilang.

Demikian, Ladies, tips membersihkan enam jenis noda yang mungkin muncul pada pakaian kesayangan. Selamat mencoba.

About Ani Handayani

Ani Handayani
Penulis adalah ibu rumah tangga yang sedang belajar dan aktif dalam penulisan artikel dan fiksi. Sekarang tinggal di sebuah pedesaan di kabupaten Sleman DIY

Check Also

Tips Mudah Membedakan Mutiara Asli dan Palsu

Halo Smart Ladies, pernah salah menilai kualitas perhiasan mutiara yang dibeli? Atau pernah tertipu membeli …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *