Wajah sumringah Maria Clara Bastiani
[koleksi Maria Clara B.]

Sosok Maria Clara Bastiani dan Penanggulangan Problematik Anak Masa Kini

 

Hai, Smart Ladies!

Dunia anak, apa yang terlintas sejenak setelah mendengar kata anak?

Dunia penuh senyum, lepas tawa candanya, hasil karya kreasi, dan berbagai prestasi yang membanggakan. Dunia yang lepas penuh eskpresi kebebasan dan eksplorasi kemampuan diri. Sangat menyenangkan bukan?

Namun, potret kehidupan dunia anak beragam faktanya. Di satu sisi berbagai prestasi anak yang menakjubkan. Namun, tak jarang di sisi lain kita masih melihat banyak anak yang jauh dari kehidupan layak untuk dipublikasikan, seperti makin meningkat jumlah anak yang putus sekolah karena berbagai faktor penyebab problematik anak.

Inilah salah satu alasan bagi sosok  wanita Maria Clara Bastiani terjun di dunia pendampingan anak. Mengawali sebagai volunteer dan aktif sejak masih kuliah, membuat  wanita almamater Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta  jurusan psikologi ini memutuskan bergabung dengan JARAK.

JARAK adalah Jaringan Penanggulangan Pekerja Anak.  Sebuah Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang mendampingi, memperhatikan, serta membekali anak dari berbagai hiruk pikuk problematik kehidupannya.

Bukan hal yang mudah bagi  wanita kelahiran Jakarta, 23 Oktober empat puluh empat tahun silam dalam menjalankan profesi dan kecintaannya di dunia yang penuh tantangan. Namun dengan tekad bulatnya, wanita yang akrab disapa Beti ini, terjun dan terlibat langsung menjadi fasilitator dan koordinator program di bidang komunikasi Jaringan Penanggulangan Pekerja Anak.

Profesi yang sangat dia cintai dan tekuni sejak tahun 1999, mampu membawa dan memberikan banyak hal pengalaman baru dari berbagai sudut kota di negara tercinta ini. Sebuah profesi yang membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan inovasi untuk mewujudkan visi misi utamanya.

Salah satu pengalaman Beti paling berharga yaitu, saat mendampingi  kelompok rentan para pekerja anak. Dimulai dengan membuka pola pikir mereka tentang dunia masa depan dengan pembinaan ilmu dan pendampingan secara kontinu. Bertindak tanpa ilmu bagaikan naik mobil tak ada sopir, begitu perumpamaannya.

Dengan demikian, dalam menanamkan ilmu dan pendidikan yang tepat kepada anak-anak dan orang tua mereka, bagaimanapun keadaan mereka. Ilmu dan pendidikan begitu penting bagi anak-anak  untuk meraih impian dan meniti masa depan yang lebih baik. Memotivasi anak-anak dan meyakinkan kepada mereka bahwa siapa pun kita, berhak suskes dengan jalan yang benar tanpa memandang  latar belakang.

Tidak bisa dimungkiri, anak-anak sangat membutuhkan legalitas dan ketuntasan dalam pendidikan. Minimal pendidikan wajib dua belas tahun dan bisa menunjukkan bukti  ijazah. Agar kelak  bisa melanjutkan sekolah atau mendapatkan pekerjaan sesuai keterampilan yang dimiliki.

Lagi-lagi bahwa di setiap usaha yang baik untuk kemajuan dan membawa perubahan selalu ada arang melintang, yaitu minimnya dukungan dari keluarga. Serta kurangnya pemahaman bagaimana mengasah potensi anak dan tentang perlindungan hak anak.

Inilah yang dilakukan Maria Clara Bastiani, berinteraksi, dan komunikatif mengarahkan anak-anak untuk melanjutkan PKBM yang mudah dijangkau baik dari segi waktu dan biaya. Misalnya mereka putus sekolah sampai tingkat SD, maka mencari PKBM paket C setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Adapun pembekalan dan pendampingan yang sudah dilakukan seperti ilmu pelatihan keterampilan menjahit, komputer, dan perbengkelan. Harapannya, ketrampilan tersebut menjadi bekal bisa mandiri seperti membuka jasa menjahit, jasa perbengkelan, atau di era digital ini ilmu komputer yang mereka dapatkan bisa mereka aplikasikan.

Bersama Maria Clara Bastiani yang didukung oleh JARAK, Jaringan Penanggulangan Pekerja Anak sampaikan permasalah dunia anak di sekitar anda, yang rentan dengan perbagai problematik kehidupan anak untuk mendapatkan solusi terbaik generasi bangsa.

 

About ratna yusmika

ratna yusmika
Seorang istri dan ibu dari dua anak yang suka nulis dan aktif belajar bisnis

Check Also

R(asa)

  Oleh : Sukma Widya   Semua bermula dari satu kata bernama rasa. Rasa yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *