Joeragan artikel

Simak 5 Waktu yang Tepat Kapan Anak Sebaiknya Boleh Ikut Latihan Bela diri

Smart Ladies, anak adalah aset berharga yang kita miliki dan harus terus dijaga. Namun tidak selamanya kita bisa mendampingi mereka, sehingga ada baiknya anak diikutkan dalam olahraga bela diri. Pertanyaannya, kapan sebaiknya anak diikutkan latihan bela diri?

 

Memahami Perintah

Saat berlatih bela diri anak harus sudah dapat memahami perintah guru dan saudara seperguruannya, meskipun belum dapat melakukannya dengan sempurna. Bagi beberapa anak, perintah orang dewasa terlalu rumit untuk dilakukan apalagi jika perintah itu berupa tindakan yang tidak biasa dilakukan. Jika dalam kehidupan sehari-hari anak sudah dapat melakukan beberapa perintah sederhana, anak boleh diikutkan latihan bela diri.

 

Konsentrasi Lebih Lama

Konsentrasi adalah masalah terbesar yang harus diperhatikan jika anak akan diikutkan latihan bela diri. Jika anak masih suka berganti-ganti aktivitas dalam waktu kurang dari 10 menit, maka sebaiknya anak tidak diikutkan dalam latihan. Selain mengganggu proses latihan, kita juga bakal lelah mengingatkannya untuk mengikuti instruksi sepanjang waktu.

 

Berani Bersosialisasi

Berlatih bela diri berarti bertemu banyak orang dengan berbagai karakter. Jika anak sudah terbiasa bersosialisasi dengan teman sekolah atau teman sekompleks di rumah, biasanya akan lebih mudah. Namun jika anak adalah anak rumahan yang tidak suka bersosialisasi, siap-siap saja menghadapi drama setiap kali latihan.

 

Tidak Takut Cidera

Olahraga adalah aktivitas fisik yang rawan cidera, apalagi olahraga bela diri. Beberapa anak terlahir dengan kondisi bandel secara fisik, sehingga jatuh dan cidera bukan halangan baginya dalam beraktivitas. Perhatikan apakah anak sudah siap dengan kemungkinan itu Ladies, supaya anak tidak kapok berlatih lagi.

 

Mengenal Disiplin

Kedisplinan merupakan kewajiban dalam latihan bela diri. Setiap anak dituntut untuk rajin dan disiplin berlatih, karena olahraga bela diri tidak hanya bertujuan memunculkan atlet beladiri, tetapi juga menumbuhkan jiwa disiplin, pribadi yang menjunjung tinggi sportivitas dan bertakwa kepada Tuhan YME. Jika anak belum bisa disiplin dalam hal waktu dan aturan, maka tundalah keinginan mengikutkannya dalam latihan bela diri.

 

Nah Ladies, jika anak sudah dapat melakukan lima hal tersebut, maka anak sudah siap ikut berlatih bela diri. Meski pada awalnya orang tua harus menunggui, lama-lama anak akan lebih mandiri. Yang penting orang tua memberikan dukungan sepenuhnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× Hubungi Kami