Rumah di Pedesaan, Kenapa Tidak?

Rumah di Pedesaan, Kenapa Tidak?

Hola, Smart Ladies.

Lebih dari satu dasawarsa terakhir, bisnis properti berkembang pesat. Melonjaknya jumlah penduduk dan kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal menjadi faktor pendukungnya. Tidak sedikit pelaku ekonomi melirik bisnis properti sebagai bisnis menjanjikan. Seperti bisnis membangun perumahan, lalu menjualnya (developer), jasa desain rumah, jasa pembangunan rumah,  atau bisnis yang bergerak dalam jual beli properti.

Bisnis ini ada yang dilakukan perorangan atau dalam sebuah perusahaan. Hal ini memberi dampak yang signifikan terhadap harga properti. Letak properti mempengaruhi besaran harga. Semakin strategis keberadaan properti, semakin mahal harganya. Posisi strategis biasanya berada atau tidak jauh dari pusat kota atau pusat ekonomi.

Di sisi lain, tingkat inflasi yang naik setiap tahun tidak hanya mempengaruhi naiknya harga bahan pokok, tapi juga nilai jual rumah. Bagi keluarga yang berkecukupan dan sudah memiliki tempat tinggal, tidak menjadi masalah. Bahkan mereka ikut melirik properti untuk menginvestasikan pendapatannya. Namun,  bagi keluarga yang belum mempunyai tempat tinggal tetap dan memiliki penghasilan yang standar, memiliki rumah sendiri semakin jauh dari harapan. Keluarga seperti ini jumlahnya tidak sedikit di Indonesia.

Namun, bila melihat lebih dalam, kesulitan mendapatkan perumahan dengan harga terjangkau disebabkan karena terlalu terpaku dalam menentukan kriteria perumahan yang akan ditinggali. Mungkin bagi Smart Ladies yang sedang mencari rumah, ada baiknya membuat daftar kriteria ideal perumahan impian. Satu hal yang paling penting adalah legalitas rumah agar terhindar dari masalah ke depannya.

Sebenarnya, bila melihat lebih luas, ternyata masih ada harga rumah yang terjangkau. Biasanya berada di lingkungan pedesaan dan jauh dari pusat kota. Namun jangan salah, banyak kelebihan yang akan didapatkan bila tinggal di desa.

  1. Lingkungan Lebih Guyub dan Hangat

Di desa akan ditemukan penduduk yang tinggal secara turun temurun dan mereka saling mengenal. Ikatan antara penduduk sangat erat, seperti keluarga. Mereka tidak segan membagi informasi bagaimana tata krama dan adat-istiadat yang berlaku di lingkungan itu. Lingkungan seperti ini cenderung aman dari kejahatan karena saling mengenal satu sama lain.

  1. Lingkungan Asri dan Udara yang Bersih

Lingkungan pedesaan biasanya masih dikelilingi banyak pepohonan dan tumbuh-tumbuhan. Itu karena rata-rata penduduknya masih berprofesi sebagai petani. Hal ini membuat lingkungan pedesaan masih asri dan udaranya bersih. Tentu kondisi ini bagus bagi kesehatan keluarga dan merupakan anugerah yang tidak bisa dinilai dengan uang.

  1. Jauh dari Keramaian

Posisi desa yang jauh dari keramaian, dalam hal ini pertokoan dan tempat hang out secara tidak langsung membuat malas untuk keluar dari rumah. Ini bisa jadi hal positif dan efektif bagi yang sedang membatasi pengeluaran.

  1. Mendorong agar Lebih Kreatif

Fasilitas di pedesaan biasanya tidak lengkap seperti di kota. Ini merupakan kekurangan sekaligus kelebihannya. Bila Ladies memahami lebih dalam, hal ini mendorong kita lebih kreatif untuk berwirausaha. Mengadakan hal-hal yang belum ada di desa. Lahan desa yang masih leluasa dapat dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan di kota karena keterbatasan ruang. Ini berarti tinggal di desa bisa menambah pemasukan.

  1. Bisa jadi Investasi atau Batu Loncatan

Pernah mendengar, sebuah wilayah yang dulunya sepi bisa menjadi ramai karena banyak potensi yang ada di sana? Sebuah kota yang ramai, bisa jadi dulunya adalah sebuah desa yang sepi dan terpencil. Setiap wilayah akan mengalami perubahan seiring dengan populasi yang ada di sana. Ini bisa menaikkan nilai wilayah tersebut. Jadi, bila  ingin berinvestasi dalam bentuk tanah atau properti, tidak ada salahnya mencari di pedesaan. Akan didapatkan harga properti yang lebih murah. Tidak perlu juga berkecil hati bila mendapat rumah tinggal di pedesaan karena setiap waktu perubahan terus terjadi. Hal ini, bisa menjadi batu loncatan untuk langkah selanjutnya dalam menggapai rumah impian.

Beberapa hal yang telah diungkapkan di atas tidak lepas dari kekurangan yang ada di pedesaan, seperti berikut ini :

  1. Susah sinyal. Sinyal telepon selular atau internet biasanya susah didapatkan di desa, padahal kini internet sudah menjadi kebutuhan primer bagi mayoritas masyarakat. Ini biasanya menjadi pertimbangan kenapa enggan tinggal di desa. Sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan masalah sinyal. Kini banyak pilihan provider guna mengatasi kesusahan sinyal.
  2. Bisa jadi jauh dari tempat mencari nafkah.
  3. Keterbatasan transportasi merupakan masalah yang kerap ada di pedesaan. Bila belum mempunyai kendaraan pribadi, sekarang banyak platform online yang menyediakan jasa transportasi sampai ke pelosok desa.
  1. Tingkat pendidikan.

Untuk yang berpendidikan tinggi terkadang membutuhkan waktu lama untuk bisa beradaptasi di desa karena tingkat pendidikan masyarakat pedesaan yang rata-rata rendah. Namun, ini bukanlah hal yang utama dan terlalu dipikirkan. Justru dengan bertemu orang dari kalangan yang berbeda akan memperkaya pengetahuan dan semakin bijak dalam bersikap.

Masih banyak hal-hal yang bisa ditemukan di pedesaan. Menguraikan kelebihan dan kekurangan, bisa mengurangi kebimbangan anda yang sedang mencari tempat tinggal. Segala sesuatu bisa dikondisikan, apalagi globalisasi informasi seperti sekarang membuat segala sesuatu dapat dijangkau dengan mudah. Jarak bukan menjadi masalah, bila selalu mengambil hikmah.

 

 

Ani Handayani

Penulis adalah ibu rumah tangga yang sedang belajar dan aktif dalam penulisanartikel dan fiksi. Sekarang tinggal di sebuah pedesaan di kabupaten Sleman DIY
Ani Handayani

Latest posts by Ani Handayani (see all)

Ani Handayani
contributor
Penulis adalah ibu rumah tangga yang sedang belajar dan aktif dalam penulisan artikel dan fiksi. Sekarang tinggal di sebuah pedesaan di kabupaten Sleman DIY

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 6 = 15