Pagi Asyik Tanpa Panik

Hai, Ladies!

Sebagai ibu, kita pasti sudah sangat akrab dengan kesibukan pada pagi hari. Setiap pagi, kita harus berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan berbagai hal. Kesibukan itu dimulai dari membangunkan anggota keluarga, memasak, menyiapkan sarapan dan mungkin harus berbelanja terlebih dahulu, memeriksa tas anak untuk memastikan tidak ada peralatan sekolah yang tertinggal, menyiapkan pakaian, dan banyak hal yang lain lagi. Jika hal-hal tersebut tidak diatur dengan baik, sudah pasti kita akan merasa hectic dan panik.

Hectic adalah kosakata yang didefinisikan sebagai sangat sibuk, riuh, atau tidak tenang. Adapun “panik” menurut KBBI berarti bingung, cemas, takut yang mendadak sehingga membuat tidak bisa berpikir dengan baik. Aktivitas pagi yang tidak dikelola dengan baik akan memunculkan kesibukan dan membuat kita tidak tenang, apalagi jika kemudian hal itu disikapi dengan kepanikan. Jika sudah demikian, tak jarang, kita pun menjadi emosional, mudah marah, bahkan suara berubah meninggi. Kondisi yang tidak menyenangkan ini bisa dialami, baik oleh ibu rumah tangga maupun ibu pekerja. Nah, agar pagi kita tetap bisa asyik tanpa panik, ada beberapa tips yang bisa Ladies coba.

1. Akhiri dan Mulailah Sebelum Tidur

Akhiri semua kesibukan di rumah sebelum tidur. Maksudnya, pastikan rumah dalam kondisi bersih, rapi, dan semua barang tertata di tempatnya. Jika memungkinkan, pastikan juga cucian dan setrikaan beres, baik dikerjakan sendiri maupun orang lain. Setelah itu, mulailah menyiapkan keperluan esok hari, seperti seragam sekolah, baju kerja, tas sekolah, keperluan kantor, dan sebagainya. Pastikan semuanya lengkap.

Semua itu penting dilakukan untuk meminimalkan masalah di pagi hari. Ingatlah juga untuk memastikan hal-hal kecil telah siap, seperti kaus kaki, dasi, peniti, kotak bekal, maupun posisi kunci motor atau mobil. Meski bukan hal yang darurat, kadang keterlambatan disebabkan oleh hal-hal kecil seperti itu. Jangan lupa, pastikan juga kulkas terisi dengan bahan-bahan untuk sarapan dan sebisa mungkin kita tidak berbelanja bahan mentah di pagi hari.

2. Mulailah Sejak Pagi

Biasakan semua keluarga bangun pagi. Jangan memberi toleransi pada munculnya sikap malas dengan bangun siang. ”Biasakan” artinya bangun pagi harus dilakukan setiap hari, baik pada hari efektif masuk sekolah/ kerja maupun ketika libur. Bahkan jika sedang libur panjang sekalipun, Ladies dan seluruh keluarga hendaknya tetap bangun pagi. Bagi yang beragama Islam, jadikan salat Subuh sebagai patokan waktu untuk bangun.

3. Mulailah Bersama-sama

Ajak semua anggota keluarga bahu-membahu menyelesaikan semua urusan. Berilah tugas kepada semua anggota keluarga sesuai kemampuan masing-masing. Jangan sampai semua pekerjaan terpusat pada satu atau dua orang saja, apalagi jika hanya ibu yang pontang-panting mengerjakan semua pekerjaan itu. Dengan melakukan pembagian tugas, pekerjaan akan mudah diselesaikan dan secara tidak langsung, kita juga sudah mengajarkan sikap tanggung jawab dan menumbuhkan sikap respek dan empati kepada anak-anak.

4. Mulailah dengan Badan Sehat

Badan yang sehat tentu diinginkan setiap orang karena akan membuat kita sangat nyaman untuk beraktivitas. Hal ini bisa diupayakan, salah satunya dengan berolahraga secara rutin. Agar lebih bermanfaat, lakukan aktivitas ini bersama keluarga.

5. Satu Menu untuk Semua

Tentu akan sangat merepotkan dan tidak efektif bila di pagi hari Ladies harus membuat beberapa menu. Sajikan satu menu sarapan saja untuk semua anggota keluarga, kecuali jika ada yang mempunyai masalah kesehatan. Jika ada anak anggota keluarga yang ingin menu berbeda, beri mereka pengertian dan tawarkan menu tersebut untuk dinikmati pada saat makan malam atau pada akhir pekan.

Nah, Ladies, yuk, coba lakukan tips-tips di atas dan selamat mengawali hari dengan pagi yang asyik, bukan panik. Semoga bermanfaat.

About Widhi Harsiwi

Widhi Harsiwi
Ibu rumah tangga dengan dua orang anak (putri dan putra). Mengajar PAUD dan tinggal di Klaten, Jawa tengah.

Check Also

Tokoh Pendidik Bahasa Inggris Berawal dari Menonton Film Kartun

Film kartun biasanya dianggap hanya sebagai hal yang sia-sia tidak berguna, tetapi berbeda bagi sosok …

7 comments

  1. Rachmi Rosanti

    Terima kasih untuk tipsnya, Mbak …

  2. Robertdravy Robertdravy

    We have to expand to become accountable to make it in this world. We need to develop our inherent knowledge in order totally to feel contentment. We require to rejoice inside and good about self in order to uncover who we are. Best course:http://bit.ly/YOGAREVIEW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.