Joeragan artikel

Mengenal Flash Mob, Kreatifitas Tanpa Batas

Hai, Smart Ladies!


Baru-baru ini, viral sebuah tarian flash mob, yang dilakukan sejumlah anak muda di Jalan Malioboro Yogyakarta. Tarian Beksan Wanara atau tari kethekan itu merupakan tarian klasik yang terkesan modern karena dipadu dengan street art. Atraksi flash mob mendapat banyak perhatian wisatawan serta pengunjung di Malioboro dan mendapat banyak pujian.
Flash mob tidak kali ini saja terjadi. Sebelumnya, sudah banyak yang diunggah di media sosial. Namun, apa sih flash mob dan bagaimana sejarahnya? Yuk, kita cari tahu.


1. Apa sih, Flash Mob?


Menurut Wikipedia, flash mob dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang berkumpul pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan untuk melakukan suatu hal. Tujuan flash mob bermacam-macam, ada yang sekadar menghibur orang banyak, ulang tahun, nembak pacar, dan lain sebagainya. 


Flash mob terdiri dari dua kata, flash artinya sekejap dan mob berarti kerumunan. Oleh karena itu, setiap atraksi flash mob selalu melibatkan banyak orang dan terjadi dalam waktu yang singkat. 

Tarian flash mob diawali dengan tampilnya satu orang penari sebagai tanda pertunjukan sudah akan dimulai. Kemudian, muncullah beberapa orang yang berpura-pura tidak saling mengenal dan sedang beraktivitas sendiri-sendiri, tetapi tiba-tiba mereka mengikuti gerakan tarian yang sama. Lama kelamaan, orang yang ikut menari semakin banyak dan menjadi gerakan tarian massal yang indah.


2. Sejarah Flash Mob



Sejarah flash mob bermula dari Belanda pada sekitar tahun 1900. Saat itu, tujuan pertunjukan adalah menyatukan persaingan dan perselisihan antar pedagang. Ribuan buruh berdemo melakukan gerakan secara massal menuntut perdamaian di antara sesama pedagang.


Pada awal tahun 2003, salah satu senior editor Harper’s Magazine bernama Bill Wasik mengumpulkan orang untuk melakukan flash mob. Wasik melakukan pertunjukan di sebuah toko di Manhattan, tetapi karena lokasinya tidak mendapatkan izin dan informasinya bocor, akhirnya gagal.


Pada percobaan flash mob kedua, masih di tahun yang sama, Wasik mengganti tempat pertunjukan di sebuah pertokoan bernama Macy’s. Hampir 100 orang dapat terkumpul, masing-masing berpura-pura tidak saling mengenal dan melakukan aktivitas sendiri-sendiri. Kemudian, orang-orang tersebut bertepuk tangan selama 15 menit secara bersamaan dan melakukan gerakan secara bersama-sama.

Tahun demi tahun, pertunjukan flash mob semakin banyak dan bervariasi. Bahkan, bisa digunakan untuk promosi dalam rangka memasarkan produk terbaru. Fash mob juga sudah merambah ke Asia, salah satunya Indonesia. Di Indonesia, atraksi flash mob sempat dijadikan ajang kampanye pemilihan calon pimpinan daerah.


Bagaimana, Ladies, menarik bukan? Tertarik untuk mengadakan flash mob? Ajak teman-teman bergabung, ya!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× Hubungi Kami