Marzy Krisbiyanto, Guru Inspiratif (Foto: Koleksi pribadi Marzy K)
Marzy Krisbiyanto, Guru Inspiratif (Foto: Koleksi pribadi Marzy K)

Marzy Krisbiyanto, Guru yang Menambah Cuan Menjadi Editor

Hai, Smart Ladies!

Punya guru idola saat sekolah? Bisa, lo, dijadikan kisah yang mengesankan. Terlebih guru yang mampu menginspirasi anak didiknya.

Tradisi Jawa mengungkap, guru merupakan akronim digugu lan ditiru. Artinya, orang yang dapat dipercaya dan ditiru oleh anak didiknya. Teringat masa kecil dulu, zaman SD, saat guru bertanya tentang cita-cita, guru menjadi idola cita-cita beberapa teman, selain dokter.

Guru adalah cita-cita masa kecil Marzy Krisbiyanto, nama pena dari Sumarsi, M.Si. Baginya, menjadi guru sebuah profesi mulia mempersiapkan anak bangsa menjadi lebih baik di zaman serba internet ini. Mesti tanggap akan perubahan generasi yang cepat sekali berganti.

Mengajar butuh perjuangan, itulah yang dialaminya. Di tahun 2006 beliau ditempatkan di desa terpencil dengan akses jalan sulit tanpa ada penerangan. Terutama saat hujan turun, perjalanan yang harusnya 1 jam harus ditempuh hingga 4 jam. Duh, benar-benar butuh kesabaran ekstra. Namun, tak menjadi masalah karena sebuah profesi selalu metuntut untuk bisa menaklukkan segala rintangan yang ada. Niat mulia tak membuat tantangan menjadi sebuah halangan, tetapi memotivasi diri untuk lebih baik lagi.

Kerennya lagi, guru yang tinggal di Banjarnegara, Jawa Tengah ini, beliau juga menerima job lain sebagai editor. Wow, tentunya tak mudah di samping kesibukannya menjadi pengajar yang sudah menguras waktu dan tenaga. Awalnya, pernah bergabung menjadi tim editor PGRI Press di Banjarnegara. Hal inilah yang membuatnya makin semangat untuk terus mengulik banyak tulisan sehingga makin mencintai dunia editor dan tulis menulis.

Guru yang genap berusia 37 tahun di 7 September mendatang ini mengakui, meski sibuk, menjadi editor tetap menarik hatinya karena dilakukan dengan senang hati. Apalagi mendapatkan pundi-pundi cuan yang menyenangkan. Sekarang ini makin serius menjadi editor artikel ilmiah untuk kepentingan kenaikan pangkat. Banyak kendala yang dihadapi juga. Tak mudah bagi peneliti khususnya guru yang ingin naik pangkat, tetapi kesulitan dalam mengubah penelitian menjadi artikel ilmiah. Inilah tantangan tersulit, yang harus diurai perlahan.

Menarik dan inspiratif sekali, ya. Bisa menjadi semangat bagi kita untuk lebih maju dan mencari celah pendapatan lain. Apa pun yang dilakukan, kalau kita menyukainya, kendala yang datang bukan menjadi halangan. Namun, menjadi lecutan positif bagi kita untuk lebih maju lagi.

About Wahyu Widyaningrum

Wahyu Widyaningrum
Perindu kabut yang suka nulis dan jalan

Check Also

Modal Mulai Nol Rupiah, 7 Hobi ini Bisa Menghasilkan Uang

Hai, Smart Ladies! Pandemi mengakibatkan banyak perubahan dalam beragam sisi kehidupan, terutama di bidang ekonomi. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *