Majalah Kesayangan [ theDigitalArtist_pixabay.com]

Majalah Kesayangan

Sore itu di sebuah rumah, dua orang sahabat sedang bermain bersama.

 

“Maya main, yuk?” ajak Sari kepada temannya.

“Sini masuk, kebetulan majalah yang mau kamu pinjam sudah datang,” ujar Maya.

“Asyik, bisa baca edisi khusus, nih!” sahut Sari kegirangan.

 

Maya dan Sari adalah dua sahabat karib. Mereka berteman sejak kecil hingga sekarang, menginjak kelas enam sekolah dasar. Walaupun berbeda sekolah, tetapi mereka selalu bermain bersama.

 

Maya dari keluarga berada, sedangkan Sari dari keluarga biasa. Meski begitu mereka berteman baik bahkan seperti saudara sendiri.

 

Aku adalah sebuah majalah anak-anak yang sangat disukai oleh Maya dan Sari. Aku datang setiap bulan dan mereka selalu menyambut kehadiranku. Ada banyak artikel dan cerita-cerita yang menarik perhatian, dan karena itulah aku disukai oleh mereka.

 

“May ,aku pinjam ya, majalah ini?” Sari meminta izin kepada Maya.

 

“Bawa aja! Tapi tolong jaga ya, itu kan edisi khusus!” pinta Maya.

 

“Siap bos, aku pulang dulu, ya!” sahut Sari sambil membawaku dengan tersenyum.

 

Sari membawaku ke rumahnya. Sari menyimpanku di meja belajarnya saat ia sedang mandi, dan tanpa diketahui, adik kecil Sari masuk ke dalam kamarnya.

 

“Teh, Teh Sari lagi apa?” tanya adiknya.

 

Namun, Sari tidak menjawab karena sedang mandi. Lalu adiknya dengan rasa ingin tahunya mulai mendekati dan melihatku. Dan, tiba-tiba tanpa sengaja adiknya merobekku.

“Aduh, sakit!” Aku menjerit.

 

Tak lama, datanglah Sari dari kamar mandi.

 

“Adek lagi, apa?” tanya Sari.

 

“Ini Ka, ini!” jawab adiknya sambil membawa selembar kertas robekanku.

 

“Waduh, kenapa jadi robek?” tanya Sari kepada adiknya, yang hanya memandang wajah bingung kakaknya.

 

Keesokan harinya Sari mendatangi rumah Maya dengan membawaku yang sudah robek, dan menjelaskan bahwa adiknya tidak sengaja merobekku. Sari meminta maaf dan berjanji akan menggantinya.

 

Sari masih terlihat tidak enak, meski Maya sudah memaafkannya. Karena itu Sari bertekad untuk menggantiku dengan sosok yang baru kepada Maya.

 

Sejak itu, Sari menabung supaya dapat membeliku. Sari mulai menyisihkan uang jajannya karena tak ingin merepotkan orang tuanya dengan meminta uang untuk membeliku.

 

Beberapa hari kemudian, Sari membeli sosokku yang baru karena tabungannya sudah terkumpul. Maya sangat senang dan bangga mempunyai sahabat seperti Sari karena telah bertanggung jawab dan menepati janjinya.

 

Editor: Fitri Junita

#ajangfikminjoeraganartikel

 

 

About Dinar Embun Sari

Dinar Embun Sari

Check Also

Lilin Istimewa [Masbebet Christianto from Pixabay]

Lilin Istimewa

Kelas 11 IPA-4 masih sepi ketika Riri melangkah masuk. Dia membuka lagi materi tentang Einstein. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *