Parenting

Inilah Stimulasi dan Manfaat Sensorik Motorik yang Balita Perlukan

Halo, Smart Ladies!

Wah, selamat sudah menjadi ibu bagi anak-anak yang menggemaskan . Pertama kali menjadi ibu kadang merasa bingung, apa yang harus kita lakukan terhadap bayi? Apakah kita biarkan tumbuh begitu saja tanpa memberikan stimulus apa pun? Nah, supaya tidak bingung, simak beberapa stimulasi sensorik motorik yang diperlukan balita. Tentu melalui permainan yang cocok dan disukai anak-anak.

Ladies, sensorik adalah kemampuan anak dalam menggunakan indra. Meliputi sensorik perabaan, keseimbangan, gerak antarsendi, penciuman, penglihatan, pendengaran, dan pengecapan. Berbeda dengan sensorik, motorik adalah kemampuan gerak yang melibatkan fisik anak. Stimulasi sensorik dan motorik ini diperlukan untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak dan merangsang kecerdasannya.

1. Balita 0-1 Tahun

Pada bayi baru lahir, indra yang berkembang masih terbatas. Stimulasi yang dibutuhkan berupa suara, tatapan, dan sentuhan yang lembut. Setelah 3 bulan, bertahap akan lebih banyak bergerak berguling, merangkak, rambatan, dan berjalan. Memasuki usia 6 bulan, mulai makan makanan pendamping ASI (MPASI) dengan satu menu selama 14 hari, dan lanjut menu lengkap tanpa gula dan garam sampai usia 1 tahun sesuai anjuran WHO.

Di usia ini, pertumbuhan gigi membuat anak suka menggigit atau melahap benda-benda di sekitarnya. Sediakan mainan yang aman apabila tergigit atau terlempar seperti buku bantal bayi, teather, dan lain sebagainya. Saat belajar berjalan, sebaiknya gunakan benda seperti kursi yang ringan dan mudah didorong. Penggunaan babywalker sebaiknya dihindari untuk menguatkan keseimbangan otot kaki.

2. Balita 2-3 Tahun

Di usia ini, balita mulai pintar mengoceh, berjalan, bahkan berlari. Ajak mengobrol, membaca buku, atau berikan mainan yang bersuara dengan pengucapan yang jelas. Permainan lainnya bisa berupa puzzle, meronce, menyendok, menjepit, permainan warna, dan permainan bentuk. Usahakan selingi dengan kegiatan di alam bebas seperti bermain lompatan, bola, air, bahan alam, atau melihat alam sekitar.

3. Balita 4-5 tahun

Kematangan otak di usia ini sudah semakin berkembang dan siap untuk belajar lebih kompleks seperti membaca, menulis, berhitung (calistung). Akan tetapi, jangan target anak untuk bisa calistung di usia ini. Langkah yang benar adalah menstimulasi secara bertahap melalui bermain. Bisa melalui bermain flashcard tebak suku kata, menggambar, dan menghitung benda-benda di sekitar rumah.

Keterampilan menggunting, menempel, menjepit, menyendok, mengancingkan baju, dan lain sebagainya sangat mendukung tingkat kemandirian anak. Permainan lainnya seperti lego, puzzle tangram, atau permainan kreativitas semacamnya yang dapat meningkatkan kecerdasan berfikir, dan menambah kematangan otak anak. Selain itu, bermain peran juga menumbuhkan percaya diri pada anak.

Ladies, itu tadi beberapa permainan yang dapat memstimulasi sensorik motorik balita kita. Anak adalah anugerah sekaligus amanah. Semoga dimudahkan dalam mendidik anak-anak cerdas dan menjadi amal jariyah kita dengan memberi permainan yang tepat.

0 Reviews

Write a Review

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close