Inilah 5 Cara Merawat Otak agar Terhindar dari Pikun

Inilah 5 Cara Merawat Otak agar Terhindar dari Pikun

Otak merupakan organ tubuh yang paling istimewa. Saking istimewanya otak, Rene Descartes, seorang filsuf Prancis, berkata “Cogito Ergo Sum” yang artinya “aku berpikir, maka aku ada”. Karena berpikir erat hubungannya dengan otak, otak yang sehat merupakan investasi yang paling berharga. Otak yang bermasalah berdampak pada gangguan daya ingat, misalnya pikun. Oleh karena itu, kita harus merawatnya  sejak dini.

Nah, Ladies, berikut lima cara merawat otak agar tetap sehat dan terhindar dari pikun.

1. Menstimulasi Otak

Kita dapat menstimulasi otak kita berapa pun umur kita. Kita bisa melakukannya dengan berbagai cara, antara lain menulis dan membaca, berlatih mengingat suatu daftar atau nama, dan berlatih berhitung tanpa bantuan kalkulator. Selain itu, mengajar dan berbagi ilmu kepada orang lain, juga merupakan salah satu cara menstimulasi otak, lo.

2. Melakukan Aktivitas Fisik  yang Menyehatkan Otak

Aktivitas fisik, seperti olah raga dapat memicu otak untuk mengeluarkan sejumlah protein, seperti BDNF (Brain Derived Neurotrophic Factor). Nah, BDNF ini menyebabkan tumbuhnya sel-sel syaraf baru pada bagian hippocampus yang berfungsi menyimpan memori dalam jangka panjang.

3. Meningkatkan Kegiatan Spiritual  

Meningkatkan kegiatan spiritual ternyata bisa mencegah pikun pada usia lanjut. Kegiatan spiritual, seperti beribadah dan berdoa secara khusyuk, diyakini dapat membuat otak lebih rileks dan tidak stres. Kita pun akan terhindar dari penyakit-penyakit otak.

4. Memulihkan Kesegaran Otak

Kesegaran otak juga perlu dipulihkan, lo. Salah satu caranya adalah dengan mangatur tidur kita. Pada saat tidur, terjadi regenerasi otak. Tidur diyakini mampu membersihkan memori-memori buruk dalam otak dan memaksimalkan daya ingat. Ketika kurang tidur, fungsi otak kita menjadi berkurang dan lambat ketika diajak berpikir.

5. Menghindari Emosi Negatif

Stimulus pada otak ada dua jenis, yaitu stimulus netral dan stimulus emosional. Peristiwa yang melibatkan emosional akan lebih mudah diinga daripada peristiwa biasa karena otak menyimpannya lebih lama. Jika stimulus emosi positif dan negatif datang bersamaan, emosi negatiflah yang terekam lebih lama. Contohnya, apabila ada perlakuan orang tua yang kasar terhadap anaknya, hal itu akan terekam lebih lama di otak anak dibandingkan pemberian hadiah dari orang tua saat dia  berulang tahun. Nah, agar otak kita sehat hindari emosi negatif, ya, Ladies.

Ladies, ternyata merawat otak tidak kalah penting dibanding merawat fisik. Nilai kita tidak tergantung pada berapa banyak isi kantong , tetapi berapa banyak isi otak kita. Artinya, merawat otak merupakan investasi yang harus dilakukan sejak muda. Kita tidak ingin mengalami pikun karena lupa menginvestasikan otak sehat di saat muda, bukan?

.”

 

 

Yopi Sartika
contributor

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

57 − = 53