Ingin Tetap Produktif Menulis Meski Memiliki Bayi? Coba Lakukan 5 Hal ini!

  • Whatsapp
Ingin Tetap Produktif Menulis Meski Memiliki Bayi? Coba Lakukan 5 Hal ini! [pixabay.com]

Hai, Smart Ladies!

Memiliki seorang bayi merupakan suatu anugerah. Status baru sebagai seorang ibu membuat para wanita merasa bahagia, apalagi bagi pasangan yang sudah lama menanti kehadira buah hati. Hal ini juga pasti Ladies rasakan bagi yang memiliki hobi menulis.

Bacaan Lainnya

Walaupun begitu, aktivitas merawat bayi terkadang bisa menyita waktu. Sebagian ibu mungkin akan merasa kesulitan atau bahkan berhenti menulis. Lalu, apa yang harus dilakukan agar tetap produktif menulis meski memiliki bayi?

Pada beberapa kasus, ada yang melanjutkan pekerjaan sebagai penulis. Tentu dengan berbagai rencana dan usaha yang tidak bisa dibilang mudah. Apakah Ladies ingin tetap produktif menulis? Berikut adalah lima hal yang bisa Ladies lakukan agar tetap bisa menulis, meski sedang sibuk merawat bayi.

1. Perhatikan Waktu Tidur Bayi

Bayi yang baru lahir cenderung lebih suka tidur di siang hari dan terjaga di malam hari. Namun, seiring berjalannya waktu, Ladies bisa membiasakan bayi untuk tidur secara teratur. Lakukan secara perlahan dan sabar sampai bayi terbiasa.
Jangan lupa untuk selalu memperhatikan pola istirahat yang baik agar bayi tidak kekurangan tidur. Setelah itu, Ladies bisa memperkirakan waktu tidur si kecil. Nah, dengan begitu, Ladies bisa segera mengatur jadwal menulis.

2. Buat Jadwal Menulis

Setelah memahami waktu-waktu tidur bayi, tentukan kapan Ladies akan menulis. Buatlah jadwal yang tetap setiap hari. Tidak masalah jika dalam sehari hanya bisa menulis beberapa menit, asalkan Ladies konsisten dan terus menulis.
Ingat, jadwal menulis tidak bersifat mutlak. Jika bayi membutuhkan Ladies, gantilah waktu menulis di lain kesempatan. Meski begitu, Ladies tidak boleh teledor dan bermalas-malasan dengan alasan sang bayi. Cobalah menepati jadwal yang sudah kita buat.

3. Tulis Semua Ide

Ide bisa muncul kapan saja dan di mana saja. Ladies tidak perlu menunggu si kecil tertidur untuk menulis semua ide yang telah kita dapatkan. Segera buat daftar ide di buku khusus agar Ladies dapat mengembangkannya begitu waktu menulis tiba.

Jika merasa kesulitan mencari ide, Ladies bisa menulis semua aktivitas sehari-hari, lalu mencermatinya. Dari sekian banyak kegiatan, tentu ada satu atau dua hal yang bisa kita ambil sebagai bahan tulisan. Pertajam penglihatan dan pengamatan agar ide terus mengalir.

Bagi Ladies yang ingin tetap mengasah kemampuan menulis, tetapi tidak ingin terlalu terbebani, maka memilih tema sederhana sangat penting. Tulislah hal-hal yang disukai atau kejadian yang dialami. Inti dari sebuah tulisan adalah berbagi. Bukankah dengan begitu Ladies sudah berbagi pengalaman kepada orang lain?

4. Mencari Data

Kegiatan mencari data bisa kita lakukan sambil mengasuh anak. Namun, jika bayi memang tidak bisa ditinggal, tunggu sampai dia terlelap. Kumpulkan data sebanyak-banyaknya selagi luang, lalu simpan, dan kembangkan.
Data bisa kita dapat dari berbagai sumber. Mulai dari membaca, melakukan survei atau wawancara, sampai menonton berita atau acara televisi yang lain. Jadi, jangan berpikir kalau data hanya dapat ditemukan saat kita menghabiskan bacaan berlembar-lembar.

5. Mulai Menulis

Jika keempat hal di atas sudah dilakukan, tugas Ladies selanjutnya adalah mulai menulis. Taati jadwal yang telah Ladies buat dan jangan suka menunda-nunda. Dengan begitu, Ladies akan menghasilkan tulisan yang lebih baik.

Tugas akhir dari sebuah perencanaan menulis adalah meraih keberhasilan dalam menyebarkan kebaikan. Tulislah hanya sesuatu yang baik sebab apa yang Ladies tulis akan dimintai pertanggungjawaban.
Bagi seorang penulis, rasanya ada yang hilang jika tidak menulis sehari saja. Namun, ketika memiliki bayi, Ladies memiliki prioritas baru. Anak dan keluarga tetap nomor satu. Jangan mengorbankan kepentingan anak hanya karena ingin menulis.

Itulah lima persiapan yang harus Ladies perhatikan jika ingin tetap produktif menulis meski memiliki bayi. Anak adalah titipan Tuhan. Sudah menjadi tugas orang tua untuk merawatnya. Jadi, tetap utamakan anak, ya, Ladies. Salam produktif menulis!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *