Menjadi Mertua dari Pihak Laki-laki? Ini 4 Pesan dari Menantu Perempuan.

Adakah di antara Ladies yang sudah menjadi mertua, atau punya anak laki-laki yang pastinya nanti memiliki menantu perempuan? Topik Menantu-Mertua selalu seru untuk diperbincangkan, ya, bahkan sering jika tidak sengaja menyimak obrolan di meja makan antar teman di kedai kopi ataupun restoran saling membahas tentang mertua masing-masing.

Hal yang lumrah memang, jika ibu mertua dan menantu perempuan kadang tidak bisa rukun. Satu dan lain hal seperti perbedaan kultur, zaman, serta cara dibesarkan kerap membuat mereka saling berselisih paham.

 

Smart Ladies tentunya ingin menjadi mertua yang baik, dan asyik kan? Keakuratan Mertua-Menantu juga menentukan tingkat keharmonisan keluarga dari anak kita, lo.

Berikut 4 pesan dari menantu perempuan untuk mertuanya yang kadang kala jarang kedengaran langsung keluhannya.

  1. Jangan Memaksa Kami Menggunakan Cara Ibu

Beberapa ibu mertua suka mengatur dan menceramahi cara-cara menantunya mengurus rumah, anak, dan keuangan. Memberi saran boleh-boleh saja, ya, Smart Ladies, hanya saja terlalu ikut campur, apalagi memaksakan kehendak kita pada menantu dapat membuat hubungan menjadi tegang hingga tidak akur lagi.

Saran yang baik apabila diberikan dengan cara yang salah tentunya menjadi tidak efektif.

Jika kita memberikan saran dengan cara yang baik dan terbuka tentunya menantu akan lebih mendengarkan, serta terbuka terhadap segala  masukan. Kalau sudah begini, kan, pastinya kalau ada masalah kita bisa jadi orang pertama yang menantu cari untuk dimintai masukan.

Asyik, kan, Ladies?

 

  1. Jangan Mengabaikan Aturan yang Kami Buat untuk Cucumu, ya, Bu

Kita sering mendengar cucu yang mencari perlindungan, atau persetujuan dari neneknya. Sebaiknya sepakati aturan yang berlaku sama untuk cucu kita. Jika orang tuanya melarang suatu hal jangan sampai, ya, kita jadi teman melanggar aturan tersebut. Hal ini tentunya tidak baik bagi perkembangan karakter cucu kita, ya, Ladies.

 

  1. Tolong Beri Kabar sebelum  Berkunjung, ya, Bu

Banyak ibu mertua yang berkunjung tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya sampai-sampai pernah ada iklan produk kebersihan yang mengangkat tema ini. Lebih baik jika mertua memberi kabar terlebih dahulu sebelum berkunjung agar mereka dapat bersiap-siap untuk menjamu mertuanya, atau setidaknya merapikan rumah sehingga lebih nyaman dikunjungi.

  1. Jadilah Pendengar dan Teman Baik Kami

Terkadang menantu butuh saran dan masukan tentang rumah tangga, mengasuh anak, ataupun cara menghadapi suaminya sendiri. Alangkah baiknya jika mertua menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi terlebih dahulu sehingga dapat memberi saran yang netral untuk kebaikan rumah tangga anaknya.

Menantu yang mungkin sudah tidak ada orang tuanya lagi lebih-lebih butuh hal ini. Menjadi teman baik dari menantu sepatutnya diusahakan demi kebahagiaan keluarga, mertualah yang dapat lebih bersifat ngemong dalam hal ini sehingga dapat membimbing anak-cucu menjadi pribadi yang baik.

Anak laki-laki kita pastinya menginginkan hubungan yang akur antara kita, ibunya, dan istrinya, ya, Ladies. Mari kita menjadi mertua yang asyik dengan lebih peka, dan menjadi teman terbaik menantu yang semestinya dianggap sebagai anak kita sendiri juga.

Jadi, bagaimana, diam-diam ada yang berharap mertuanya membaca ini, ya, Smart Ladies?

Related posts

Leave a Comment