5 Alasan Hidup di Desa Terasa Nikmat, Mau Tahu?

Halo, Smart Ladies!

Desaku yang kucinta, pujaan hatiku, demikian penggalan lagu berjudul Desaku. Kehidupan di desa memang berbeda dengan kota. Kota penuh dengan hiruk pikuk dan kebisingan pabrik dan knalpot serta asap dan debu semakin membuat kita tidak nyaman. Kehidupan kota juga bising, macet, dan kadang menyesakkan dengan aneka bau sampah.

Meski demikian, hidup di kota menyenangkan karena banyak terdapat fasilitas terbaik yang ada disini, seperti sekolah, mal, fasilitas kesehatan, dan lain sebagainya. Meskipun begitu, kehidupan di desa jauh lebih menyenangkan, berikut 5 alasan hidup di desa terasa nikmat.


1. Panorama yang Sejuk


Desa identik dengan kehidupan petani, yang artinya banyak sawah terhampar di sini. Sawah yang membentang luas menjadikan panorama desa tak bosan untuk dipandang. Di desa juga masih banyak kebun dan pohon yang tinggi menjulang. Pohon kelapa, bambu, dan aneka buah-buahan makin membuat mulut tak berhenti berdecak kagum akan keindahan alam desa.


2. Bunyi Alam yang Merdu


Hidup di desa yang terdapat banyak sawah tentu akan sering mendengar bunyi kodok bersahutan. Kodok yang saling melempar nyanyian saat hujan, menjadikan bunyi tersendiri yang enak didengar. Banyaknya pohon bambu membuat desiran suara angin terdengar merdu yang juga enak didengar. Alunan lembut suara jangkrik, burung, dan binatang lain menjadi melodi yang indah di telinga.


3. Keramahan Penduduknya


Penduduk yang ada di desa rata-rata sangat ramah dan menjaga persaudaraan. Kehidupannya seperti air mengalir tanpa ada gejolak yang berarti. Penduduknya tidak saling pamer kekayaan ataupun pamer kekuasaan. Gotong royong di desa juga masih sangat dijaga. Setiap ada yang punya hajat, tanpa dikomando, penduduknya langsung berduyun-duyun datang dan membantu.


4. Tenggang Rasa


Warga desa selalu mengutamakan dan mementingkan perasaan orang lain. Perbedaan agama, suku, dan ras tidak menjadikan mereka bertengkar.
Para warga juga saling menghormati perbedaan yang ada, menjaga keutuhan persatuan desa, dan berusaha membantu satu sama lain. Tenggang rasa begitu terasa, tidak ada yang merasa kesepian hidup di sini.


5. Suasana Religius Terjaga


Kehidupan rakyat di desa yang sederhana disebabkan mereka tak bosan-bosannya untuk mengaji. Kelompok pengajian ibu-ibu selalu aktif dan berjalan dengan baik. Taman Pendidikan Alquran juga penuh dengan anak-anak yang selalu ingin mencari ilmu. Orang tua tak segan memerintahkan mereka untuk berangkat ke TPA. Anak-anak terjaga dari kehidupan pergaulan bebas dan jauh dari narkoba.


Nah, Ladies, itulah 5 alasan hidup di desa terasa nikmat. Semoga bermanfaat.



Yutaka Latifah

Provokator Kebaikan, inisiator Sedekah Nasi Rombongan Purbalingga, Penulis, Relawan, dan Abdi negara
Yutaka Latifah

Related posts

Leave a Comment