Hamil Malas Bergerak? Yuk, Tetap Beraktivitas supaya Terhindar dari Masalah Kesehatan Ini

 

Hai, Smart Ladies!

Memasuki fase baru sebagai ibu hamil, tentunya banyak perubahan yang dialami. Perut yang semakin besar akan memberikan beban yang terus bertambah pada sumsum tulang belakang. Tidak aneh jika ibu hamil sering mengalami sakit pinggang dan punggung. Perubahan hormon berpengaruh pada beberapa bagian tubuh, tekanan darah, dan saluran ereksi. Kondisi ini sering membuat ibu hamil mudah lelah. Oleh sebab itu, tidak jarang ada ibu hamil yang malas bergerak. Takut keguguran atau khawatir terhadap kesehatan janin menjadi alasan lain untuk tidak banyak bergerak.

Berhentilah beralasan untuk tidak bergerak, Smart Ladies. Meskipun banyak perubahan yang terjadi pada tubuh dan mudah lelah, ibu hamil tetap harus banyak bergerak. Kesehatan menjadi alasan kuat kenapa ibu hamil harus banyak beraktivitas. Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang dapat dihindari jika ibu hamil terus beraktivitas.

1. Varises

Varises sangat rentan terjadi pada ibu hamil yang malas bergerak. Kurang gerak membuat otot di sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah. Kondisi ini tentu sangat membahayakan kesehatan ibu hamil.

2. Kelebihan Berat Badan

Naiknya berat badan selama hamil memang hal yang wajar. Namun, kenaikan yang tidak terkontrol akan membahayakan ibu hamil dan janin. Berat badan yang berlebih dapat membuat ibu hamil kesulitan saat melahirkan. Jika ditambah malas bergerak, otot-otot rahim kesulitan mendorong bayi karena tidak terbiasa dilatih.

3. Diabetes Gestasional

Diabetes getstasional adalah kondisi diabetes yang terjadi selama kehamilan. Terjadinya bisa pada bulan tertentu atau sepanjang masa hamil. Umumnya, tiga dari lima wanita hamil mengalaminya. Untuk itu, ibu hamil perlu mengontrol kadar gula dalam darahnya dan banyak bergerak.

4. Depresi

Selain pada kesehatan fisik, kurang gerak juga berakibat kurang baik pada kondisi psikis ibu hamil. Jika ibu hamil hanya tiduran atau bermalas-masalan, ia tidak mendapatkan hormon endorfin. Akibat lainnya adalah pikiran-pikiran yang memicu kecemasan dapat muncul dengan mudah, misalnya kondisi kesehatan janin dan kondisi melahirkan. Akibat buruk dari depresi adalah ibu hamil kekurangan energi ketika melahirkan.

5. Hipertensi

Hipertensi pada ibu hamil dapat terjadi karena perubahan hormon dalam tubuh dan peningkatan berat badan yang tidak terkontrol. Untuk itu, banyaklah bergerak selama masa hamil, ya, Smart Ladies!

Selama masa kehamilan, ibu hamil disarankan untuk tetap menjaga kesehatan. Akibat kurang gerak, efeknya sangat berbahaya, kan, Smart Ladies? So, ayo tetap aktif bergerak demi kesehatan Smart Ladies dan janinnya. Semoga artikel ini bermanfaat.  

Related posts

Leave a Comment