Cinta Terpendam Viola

Jantung Viola berdegup sangat kencang ketika melihat sosok lelaki bertubuh tinggi dan berkulit putih melintas di hadapannya.  Lelaki itu berjalan dengan cepat ke dalam supermarket tempat Viola bekerja. “Arya Kusumah Suryadilaga,” gumam Viola seolah tak percaya pada sosok yang dilihatnya barusan.  Perasaan bahagia dan getaran-getaran aneh mengalir perlahan dalam hati Viola.  Perasaan yang sama ia rasakan saat sepuluh tahun yang lalu, ketika Viola melihat Arya untuk pertama kalinya. Tubuh Viola seakan tersihir membuat ia terus berdiri mematung di pintu masuk supermarket. Tatapan tajam matanya terus mengikuti sosok Arya, hingga lelaki…

Kesalahan Juju

 “Gengs, ini laga pamungkas kita, tetap kompak dengan tugasnya masing-masing.  Kita usahakan shooting selalu three point!” Xena memberikan arahan kepada empat orang sahabatnya dalam tim basket kelas 11 IPA 2.    Pertandingan bola basket putri di SMU Kornita itu sudah memasuki babak grand final.  Kelas 11 IPA 2 melawan kelas 11 IPS 3. Tim Xena melawan timnya Dessy.  Xena sebagai kapten tim, terlihat sangat gesit mengumpan bola kepada Juju, si gadis manis berbadan mungil, penyerang yang sangat piawai menembakkan bola ke ring lawan.  Sembilan puluh sembilan persen bolanya hampir tak…

Si Mbok dan Gianto

“Mbok, aku pamit berangkat kerja saiki juga, aku arep jadi TKI,” terdengar suara Gianto berpamitan pada Mbah Ngatinem.     Mereka berdua tinggal di sebelah rumahku persis.  Jarak rumah kami hanya dibatasi pagar bunga kacapiring sehingga percakapan mereka sering terdengar jelas sampai rumahku.  Berulang kali aku saksikan tingkah laku Gianto yang semena-mena terhadap ibunya. “Hah, kok mendadak Le,  aku engko karo sapa, nek kamu kerja di luarnegeri?”  Mbah Ngatinem kaget dan terkejut mendengar putra semata wayangnya pamit pergi. “Wis gampang Mbok, iku ana Mbak Nisa karo tetangga lain yo ana, kabeh…