3 Tahapan Pendidikan Seks Sesuai Usia Anak yang Harus Diketahui Orang Tua

Pendidikan Seks Sesuai Usia Anak

Hai, Smart Ladies!

Meski zaman mulai berubah, mendengar kata seks sepertinya masih tabu bagi orang tua. Orang tua masih bingung bagaimana menjelaskan masalah ini pada anak. Padahal, jika orang tua tidak menjelaskan sejak dini, anak akan mendapatkannya dari orang lain atau media lain. Pendidikan seks sejak dini mutlak diperlukan.

Ladies, bagaimana pendidikan seks pada anak sejak dini seperti yang disebutkan di atas? Berikut 3 tahapan pendidikan seks sesuai usia anak.


1. Anak Balita´╗┐

Anak usia balita adalah peniru terbaik dalam segala hal. Segala sesuatu yang dilihat dan didengar akan langsung direkam dalam otaknya. Beberapa hal yang harus Ladies tanamkan di usia ini adalah:

  • Memberi tahu nama kemaluan sesuai namanya, bukan dengan nama binatang atau nama lain. Tidak mentertawakan hal-hal yang berkaitan dengan kemaluan.
  • Memberi pengertian bahwa anak laki-laki dan perempuan berbeda.
  • Memberi pemahaman pakaian yang baik untuk mereka kenakan.
  • Memberi pemahaman bahwa orang lain tidak boleh menyentuh bagian depan atau belakang tubuh, mulai dari pinggang ke arah lutut.


2. Anak Usia Sekolah´╗┐

Anak yang memauki usia sekolah akan mengalami banyak hal dari lingkungannya. Di sini mereka akan menerima hal-hal baru seputar bahasa seks, misalnya ciuman, pacaran, dan sebagainya. Ladies harus dapat menjelaskan dengan bahasa anak, contohnya memberi pengertian bahwa jika ada dua orang teman yang berdekatan, bukanlah pacaran.

Kebanyakan anak kecil mendefinisikan pacaran sebagai dekatnya dua orang yang berbeda kelamin. Ladies dapat mengajarkan bahwa pacaran, bahkan berciuman dua orang berbeda hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah menikah dan dewasa, seperti mama dan papa.


3. Anak Usia Pubertas´╗┐

Pada dasarnya, usia pubertas anak berbeda-beda. Pembahasan pubertas sebenarnya sudah termasuk dalam kurikulum sekolah dasar kelas 6, tetapi umumnya guru di sekolah tidak menjelaskan secara terperinci. Anak laki-laki masih sering bertanya bagaimana yang dimaksud dengan mimpi basah.

Usia remaja sangat rentan, anak dapat mencari sendiri keingintahuannya dan menjurus kepada kecanduan pornografi jika tidak dijaga. Ladies harus memelihara komunikasi dengan remaja agar mereka selalu terbuka dengan semua hal yang terjadi.

Tentu saja Ladies tidak perlu menerangkan terperinci bagaimana hubungan intim dilakukan. Cukup menjelaskan hal berikut pada remaja:

  • Ciri-ciri pubertas dengan lengkap.
  • Kewajiban yang harus dilakukan remaja yang sudah mengalami pubertas.
  • Cara membersihkan diri.
  • Hal-hal yang tidak lagi boleh dilakukan anak yang sudah pubertas, lengkap dengan alasannya.

Masih canggungkah Ladies melakukan pendidikan seks pada anak? Ajaklah pasangan untuk melaksanakannya secara bersama. Pendidikan seks dari orang tua akan lebih bertanggung jawab dibandingkan media lain, apalagi internet.

Related posts

Leave a Comment