Dapat Gaji dari Google, Mau?

“Gaji saya dari google sudah cair, langsung masuk rekening,” ucap Ibu Rina Indrayani, dosen STTB yang juga aktif di komunitas Pasukan Blogger @JA. Binar matanya terlihat penuh bahagia, menyaksikan usahanya selama ini tidak sia-sia. Ibu Rina, demikian biasa beliau dipanggil, sudah mengikuti banyak training di @JoeraganArtikel. Salah satunya adalah training Blog Adsense yang mengupas cara berpenghasilan melalui blog. Profil Mentor Training Blog Adsense Adalah Mas Usman, seorang praktisi yang memiliki income puluhan juta, menjadi pengajar di kelas ini, Mas Usman biasa mematok tarif minimal 3 juta. Khusus untuk kelas yang digelar bersama @JA, beliau…

HUJAN RASA

Oleh : Etika Amatusholihah Kalau bukan karena bakti, aku tak mau perjodohan ini berlanjut. Tetapi apa daya. Kalau berontak, pasti akan di cap anak tak berbakti dan tak tahu diri. “Ingat ya, Nduk … kamu harus patuh pada suami sebagai imammu nanti,” pesan ibu di saat wajahku sedang di rias. “Iya, Bu,” jawabku kalem. “Beruntung ya, Mbak Juan dapat calon suami orang kaya, ganteng pula,” komentar mbak perias saat memberikan lipstik merah muda di bibirku. “Iya Mbak, Alhamdulillah,” jawabku datar. “Kalau disayang suami, apa saja kan pasti dituruti, ya mbak.…

Preman Kualat

Oleh: Etika Amatusholihah Qudink berjalan gagah super percaya diri. Layaknya seorang kesatria dari negeri dongeng, yang ingin menyelamatkan istana kerajaan. Langkah kakinya mantap dengan hentakan berat yang selalu meninggalkan suara ‘trap-trap-trap’ ketika berjalan. Qudink memandang dengan binar mata bak elang yang fokus bila melihat sesuatu. Tak lupa, senyum lebarnya ditampakkan pada semua orang yang berpapasan dengannya. Ah, ramahnya si Qudink , ia menyapa satu-persatu orang. Tukang becak, tukang ojek, dan juga Tante Kunti penjaga kuburan di komplek pemakaman disapanya penuh mesra. Mereka ikut tersenyum seperti Qudink, bahkan tertawa juga. Lewat…

QUDINK BINGUNG

Oleh : Etika Amatusholihah “Yah, begini terus mah, ga bakalan dapet-dapet.” keluh Qudink sambil mengamati kail pancingnya yang diam tak bergerak di air. Satu jam menunggu tanpa hasil, Qudink berinisiatif mengganti umpan yang dipasangnya dengan seekor kadal mati. Umpan cacing tanah yang sebelumnya, telah ia buang begitu saja di tanah dan dipatok ayam. Ah, rezeki buat Si Jalu. “Alhamdulillah, senangnya berbagi denganmu Gaes, kikikik,” komentar Qudink cekikikan mengacungkan jempol ke ayam jago yang setia menemaninya dari tadi. Kadal gemuk montok telah siap sebagai umpan. Qudink kembali menjalankan aksi super keren…