Motivasi

Ibu Rumah Tangga Melek Literasi, Kenapa Tidak?

Ibu Rumah Tangga Melek Literasi, Kenapa Tidak?

Halo, Smart Ladies!

Ibu rumah tangga (full time mom) masih saja mendapat nyinyiran hanya dianggap makhluk rebahan yang dekat dengan dunia digital terutama media sosial. Banyak yang menganggap mereka menggunakan media sosial, hanya untuk curhat dan memosting hal-hal lain supaya dianggap kekinian. Nyatanya, dunia digital saat ini menjadi teman siapa saja, mulai dari pekerja kantoran, anak sekolahan, sampai ibu rumah tangga yang purna waktu di lingkungan keluarga. Lalu, apa kaitannya full time mom dan literasi?

Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi pada saat melakukan proses membaca dan menulis. Kata literasi berasal dari bahasa latin, yaitu Literatus yang memiliki arti orang yang belajar. Jika dulu literasi hanya mengenalkan aksara untuk kemampuan membaca, kini literasi lebih berkembang seiring berkembangnya zaman sehingga ada istilah literasi digital, literasi sosial, dan literasi yang lainnya.

Menyikapi literasi yang terus berkembang, full time mom juga harus ikut mengambil peran dalam meningkatkan kemampuan literasi karena kemajuan suatu bangsa tergantung kepada tingkat literasi itu sendiri.

Ladies, bukankah tokoh-tokoh bangsa terlahir dari kemampuan literasi mereka yang tinggi? Tokoh R.A. Kartini merupakan salah satu contoh perempuan yang mengedepankan literasi sehingga namanya tercatat dalam sejarah. Ibu rumah tangga sebagai bagian dari miniatur pendidikan dalam suatu bangsa mempunyai peranan penting dalam berliterasi sejak dini untuk mencetak generasi yang lebih baik. Jika dalam Al-Qur’an Allah mewahyukan surah Al-Alaq di mulai dengan Iqra’ atau membaca, maka dalam literasi kemampuan membaca merupakan hal utama.

Menurut Unesco, minat membaca rata-rata masyarakat Indonesia sangat rendah, yaitu dalam 1.000 orang hanya satu saja yang memiliki minat membaca. Menyikapi kondisi ini Kemendikbud memunculkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS), di mana gerakan ini melibatkan semua kalangan guru, murid, dan orang tua untuk menggiatkan literasi dengan membaca.

Namun, Ladies untuk berperan tentunya perlu mempersiapkan diri, menggunakan kemajuan tekhnologi yang akrab dengan keseharian full tme mam itu sendiri. Literasi tumbuh pesat di sosial media dengan berbagai cuitan, postingan, video serta konten lainnya, artinya ibu rumah tangga sebenarnya sudah terlibat langsung dalam dunia literasi akan tetapi literasi yang dinamakan literasi sosial, media ini harus bijak dan cerdas dalam menyikapinya, karena banyak berita hoaks dan konten yang kurang bermanfaat.

Ladies, agar ibu rumah tangga melek literasi ada beberapa hal penting yang harus lakukan.

  1. Menjadikan Buku sebagai Kebutuhan Pribadi seperti Halnya Kosmetik

Membeli barang mahal dan branded menjadi sebuah kebanggaan bagi kaum hawa dan tak tertinggal perlengkapan kosmetik yang tidak boleh sedikitpun terlupakan. Namun, ada yang menjadi kebutuhan yang selalu terlupakan, yaitu buku sebagai jendela dunia bagi keluarganya dan Ladies wajib tahu, berdasarkan penelitian di Eropa, ternyata menambah kosakata dalam setiap membaca akan mengurangi risiko penyakit Alzheimer (pikun)

  1. Biasakan Membaca Informasi dengan Tuntas

Sangat sederhana, lahirnya idiom yang menyatakan “Tinggi minat komentar, rendah minat baca” insting berdebat ibu rumah tangga lebih tinggi ketika berada di sosial media ketimbang  berusaha memahami dan mencari seluk beluk permasalahan yang ada, ini merupakan salah satu akibat dari rendahnya literasi.

  1. Mengasah Kemampuan Literasi Digital melalui Ponsel yang Dimiliki

Berada di era digital, bukan hal yang ditakutkan tetapi, banyak media yang dapat dipelajari, dengan mengunjungi platform yang mengedukasi untuk sekadar membaca atau belajar secara visual, bahkan membuat konten yang bermanfaat.

  1. Bergabunglah dengan Komunitas-Komunitas Literasi

Pada saat ini kita dapat dengan sangat mudah mendapatkan informasi bimbingan literasi dari sosial media yang berseliweran untuk meningkatkan kemampuan menulis. Mulai dari yang berbayar, gratisan, sampai kepada penerbitan sebuah buku. Hal ini memberikan semangat kepada ibu rumah tangga untuk belajar merangkai kata menjadi sebuah tulisan, dari kegiatan sehari-hari sampai kegatan yang menginspirasi.

 

Ladies, demikian agar ibu rumah tangga melek literasi di era dunia digital yang semakin pesat dan tidak ada lagi istilah “katak dalam tempurung”. Mengutip hadist  “Tuntutlah ilmu dari buayan hingga keliang lahat” tiada kata terlambat untuk belajar, semoga Ladies berkenan.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close