Ibu Kaya Pasti Bahagia, Benarkah?

  • Whatsapp
Ibu Kaya Pasti Bahagia, Benarkah? [Anastasia Gapp from Pixabay]

Sejak dahulu, hidup kaya berlimpah materi sering kali menjadi tolok ukur kebahagiaan bagi sebagian kalangan. Anggapan itu ada benarnya. Bagaimanapun, materi merupakan hal penting, terutama bagi seorang istri yang diberikan amanah mengelola keuangan sekaligus mengatur kebutuhan rumah tangga.

Saat ini, media sosial kerap menampilkan kehidupan kaum sosialita perempuan rupawan, berlimpah materi, dan menyunggingkan senyum bahagia sehingga membuat siapa pun berdecak kagum, bahkan ada juga yang merasa iri. Gaya hidup yang kerap dia pamerkan di media sosial akhirnya menjadi tren yang diikuti banyak orang. Mereka pun bersaing dalam penampilan dan menjadi selebritas dadakan.

Jika hanya itu yang menjadi tolok ukur kebahagiaan, seharusnya angka perceraian di kalangan the have atau sekarang dikenal dengan istilah sulthanah – perempuan kaya raya – nihil. Namun, kenyataannya tidak demikian. Berdasarkan gambaran kecil tersebut, apa sebenarnya yang menjadi tolok ukur kebahagiaan bagi seorang ibu? Nah, Ladies, beberapa poin berikut ini mungkin bisa menjawab pertanyaan tersebut.

1. Intropeksi Diri

Kebahagiaan bersifat relatif. Setiap orang memiliki kadar kebahagiaan yang berbeda. Jika Ladies pernah mempertanyakan kebahagiaan, cobalah untuk memaknai kembali hal-hal yang pernah menghadirkan perasaan bahagia di dalam hati selama ini. Ladies bisa memulainya dengan mengingat kebiasaan kecil yang dilakukan sehari-hari, lalu membuat daftar kebahagiaan sesuai yang kita rasakan.

Sebagai contoh, Ladies bisa menuliskan “Saya merasa bahagia saat menyediakan sarapan untuk anak dan suami.” Ladies akan menemukan hal-hal di luar dugaan dan bisa jadi meruntuhkan keyakinan tentang makna kebahagiaan yang ternyata salah.

2. Bersyukur dapat Menenangkan Jiwa

Belas kasih ialah perasaan manusiawi yang timbul ketika melihat orang lain hidup dalam kekurangan. Namun, perasaan iba itu tidak bisa dijadikan standar bahwa mereka tidak mengalami kebahagiaan.

Jika tanpa kekayaan menyebabkan diri tidak bahagia, tentu akan banyak masyarakat kecil yang mengalami gangguan kejiwaan. Namun, kenyataannya tidak demikian karena setiap orang memiliki caranya tersendiri untuk menikmati hidup.

Seorang ibu yang memiliki penghasilan rendah bisa jadi lebih menikmati makan siangnya, meski hanya berupa sepiring nasi dan sepotong tempe. Di sisi lain, bagi seorang perempuan yang hidup berkecukupan, menu yang sama justru diberikan kepada peliharaannya.

Ketenangan jiwa yang datang kepada seorang ibu berasal dari sikap bersyukur. Rasa syukur ini dapat dicerminkan melalui sikap jarang mengeluh. Ibu yang jarang mengeluh hatinya lapang karena semua hal yang menimpanya akan dia terima dengan tangan terbuka.

3. Mempunyai Bahu untuk Bersandar

Ada yang mengatakan bahwa perempuan perlu mengucapkan 20.000 kata dalam sehari untuk membuat dirinya tetap waras. Intinya, perempuan juga perlu mencurahkan perasaannya atau sering kita sebut curhat. Beban pikiran ibu lebih besar dari perempuan remaja yang belum menikah, apalagi seorang ibu tunggal yang berperan juga sebagai ayah.

Mereka tentu tidak selalu berada dalam keadaan prima dan kuat untuk menghadapi masalah, tetapi juga mengalami pasang surut emosi yang harus diluapkan. Pada saat inilah, mereka membutuhkan bahu untuk bersandar, orang yang bisa mendengarkan curhat-nya. Oleh sebab itu, keberadaan orang yang dia percaya seperti kerabat dekat atau keluarga merupakan salah satu faktor terpenuhinya rasa bahagia.

4. Bertakwa kepada Allah

Takwa secara bahasa berarti takut. Bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala berarti takut kepada Allah yang dimanifestasikan dengan menaati aturan yang telah Allah tetapkan, yaitu mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Balasan bagi seorang ibu yang bertakwa bukan hanya pahala, melainkan juga kemudahan dalam hidup.

Allah juga berjanji akan memberikan jalan keluar dari setiap masalah serta rezeki dari arah yang tak kita sangka-sangka, mencukupkan segala urusan, dan menghapus keburukannya. Semua janji Allah tersebut merupakan hal-hal pokok yang akan membuat hidup terasa lebih tenang dan bahagia.

Demikianlah, Ladies, penjelasan empat poin penting yang berhubungan dengan kebahagiaan seorang ibu. Semoga menginspirasi!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *