Gigi Anak Sehat Kini dan Nanti

Halo, Smart Ladies!

Pernahkah Smart Ladies merasakan sakit gigi? Wah tentunya sangat tidak nyaman, ya? Kalau Ladies saja merasa tidak nyaman, bagaimana dengan anak-anak, ya? Nah, apakah sakit gigi ini bisa dicegah? Tentu bisa, yuk simak tulisan berikut.

Sakit gigi pada sebagian besar orang tidak serta merta langsung terjadi. Ada prosesnya secara bertahap, dari tidak sakit, lalu mulai ngilu. Kalau nyeri atau rasa sakit makin hebat, biasanya membutuhkan obat. Setelah minum obat, rasa sakit akan berkurang atau bisa sembuh. Namun, masih bisa merasakan sakit lagi beberapa waktu kemudian.

Sebenarnya, sakit gigi ini bisa dicegah sejak dini, lo. Pencegahan sebelum sakit sederhana, kok. Namun, banyak orang yang belum paham.

Tips Mencegah Sakit Gigi

Bagaimana kalau anak-anak yang sakit? Orang tua tentu akan panik karena biasanya anak yang sakit gigi bisa menjadi rewel, gelisah, kadang disertai panas, dan tidak mau makan atau minum. Di sinilah pentingnya tugas orang tua sebagai orang yang pertama kali merawat gigi anak. Bukankah bayi lahir tidak serta merta bisa merawat tubuh terutama rongga mulutnya? Dan, kebiasaan merawat gigi anak ini lebih mudah dilakukan sejak bayi, bukan sejak gigi anak tumbuh lengkap.

Anak yang terbiasa mulutnya dibersihkan sejak dini akan lebih mudah dibersihkan setelah lebih besar karena sudah terbiasa. Anak-anak pun akan mencontoh perilaku pembersihan gigi yang dilakukan orang tuanya. Bukankah anak-anak adalah peniru ulung?

Penyebab gigi sakit ada beberapa faktor, yaitu adanya kuman, sisa makanan yang diolah kuman menjadi asam, gigi sebagai tempatnya, juga waktu yang dibutuhkan asam untuk merusak gigi. Nah, pencegahannya bisa dari beberapa faktor penyebab itu.

Terkait kesehatan gigi anak, kekuatan gigi dipengaruhi dari kesehatan ayah dan bunda karena struktur gigi anak sudah terbentuk sejak janin masih dalam kandungan. Nutrisi yang baik sangat mempengaruhi kekuatan gigi anak, juga organ tubuh yang lain. Gigi yang kuat dan tidak mudah keropos akan lebih tahan terhadap serangan asam dari kuman.

Setelah bayi lahir, pembersihan gusi juga penting untuk menjaga mulut bayi. Dilanjutkan dengan membersihkan gigi bayi yang rata-rata mulai tumbuh sejak umur enam bulan. Pembersihan ini mencegah kontak yang lama antara sisa susu, sisa makanan, atau minuman dengan kuman. Hal ini bertujuan agar kuman tidak memiliki kesempatan banyak untuk mengubah sisa-sisa makanan minuman tersebut menjadi asam.

Asupan makan anak sejak diperbolehkan makan juga sangat mempengaruhi kesehatan gigi. Mengenalkan makanan manis melekat yang kurang sehat untuk gigi juga salah satu penyebab gigi anak lebih rentan rusak.

Oh ya, ada beberapa kebiasaan buruk yang juga mempercepat gigi anak rusak, yaitu minum susu dengan dot, menggunakan empeng, dan makan diemut lama. Kadang ada anak yang makannya lama kan? Nah, coba dicek gigi-giginya ya.

Beberapa tips di atas semoga bisa membantu untuk memberikan informasi penyebab gigi rusak pada anak untuk  mencegah sakit gigi. Upaya orang tua memperhatikan gigi anak lebih dini, konsultasi, atau memeriksakan kesehatan gigi anak sejak masih kecil dengan harapan dapat mencegah anak sakit gigi. Gigi anak yang sehat dan kuat akan memengaruhi kesehatan giginya saat dewasa. Yuk, Ladies, jaga gigi anak-anak lebih sehat. Semoga bermanfaat.

 

Salam Gigi Sehat,

drg. Rahayu

 

About drg Rahayu Puji Astuti

drg Rahayu Puji Astuti
Dentistpreneur yang hobi menulis

Check Also

5 Manfaat Minyak Kelapa Murni untuk Kucing

Hai, Smart Ladies! Sebagai pencinta kucing, Ladies pasti pernah ¬†merasakan kebingungan ketika kucing sakit, mencret, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *