Ibu

Sejenak kutatap seraut wajah keriput nan bersahaja, yang kini terbaring lemah di kasur. Begitu lelap perempuan itu tertidur. Kupandangi detil paras cantiknya yang menua dengan seksama, seakan tak mau berhenti menatapnya. Gejolak batinku membuncah ingin segera memeluk dan menciumnya sekehendak hati, memuaskan dendam rindu yang terpendam saat ini juga. Namun, Mas Damar berhasil mencegah dan memberiku pengertian untuk bersabar. Ada perasaan mengganjal di dada yang begitu menyesakkan, dan membuatku tak kuasa membendung derai air mata, saat mencium tangan kanannya yang terkulai. Badannya yang mungil dan ramping tidak banyak berubah. Masih…

Lentog Tanjung

“Hani! Ayo, cepat,” suara Ibu terdengar dari luar. “Iya Bu, sebentar, beresin tas dulu,” ucapku dari dalam kamar. Hari ini, kami sekeluarga akan pergi mengunjungi nenek di kota Kudus. Salah satu kota yang terletak di daerah pantura Jawa Tengah. Liburan kenaikan kelas sudah tiba. Aku naik ke kelas XI dengan nilai yang baik. Aku berharap liburan kali ini bisa melakukan aktivitas yang menyenangkan dengan mengunjungi rumah nenek, ibunya mama di luar kota. Mama adalah anak nenek paling tua. Sebagai anak sulung yang tinggal di luar kota, mama mempunyai jadwal rutin…

Gaun Pesta

Aku memandangi kartu undangan berbentuk oval, berwarna hitam dan putih yang ada di tanganku dengan jengah. Itu adalah undangan ulang tahun Anne yang ketujuh belas, teman sekelasku di SMA. Acaranya nanti, jam tujuh malam. Aku mendadak menjadi orang paling bingung sedunia karena undangan itu. Masalahnya, aku tidak mempunyai gaun yang bagus untuk mendatangi acara tersebut. Apalagi, tempatnya berada di sebuah restoran yang besar dan mahal.  Aku bersama dua sahabatku, Lina dan Ika, membahas masalah gaun ini sampai pulang sekolah. Di antara kami bertiga, hanya aku yang berhijab. “Aku sudah punya…

Kisah Cinta “Prince Charming” Musala

“Jazakillahu khayr ya, Ukhti . Catatannya rapi, enak dibaca.” Kuulurkan sebuah buku catatan bersampul rapi dari balik hijab. “Fajazakallahu khayr.” Terdengar suara balasan pemilik buku yang kupinjam dari balik hijab. “Setahu ana, tulisan antum juga rapi, kok. Makanya, lain kali jangan bolos lagi. Jadi, enggak perlu repot mencatat dari buku orang lain,” lanjutnya menasehatiku. “Jadi, keberatan nih, buku catatannya ana pinjam?” tanyaku lirih seraya menebak-nebak ekspresi akhwat yang sedang berbicara denganku, di balik hijab musala kampus kami. Terdengar suara napas yang dihela agak keras, lalu sepi. Apa akhwat itu mengabaikan…

Lily dan Cintanya

Lily yang berambut keriting dan tomboi sedang termenung sendiri di pojok kampus. Sejak tadi, ia memperhatikan seorang cowok berkemeja merah kotak-kotak sedang asyik membaca buku di taman. Gadis itu mencuri-curi pandang ke arahnya. Mendadak gadis itu berdiri dan berpindah tempat duduk tepat di samping cowok itu. “Permisi, boleh duduk di sini?” tanya Lily kepada cowok yang diincarnya. “Boleh, boleh. Silakan duduk,” ucapnya menyilakan Lily tanpa menoleh sedikit pun. Gadis itu tampak sedikit kesal karena tak diacuhkan. “Sombong amat, woii!” seru gadis itu ke telinga cowok itu sembari merebut buku yang…

Surat Terakhir

Dua minggu lagi adalah hari pernikahan Ardi dengan Maya. Mereka berdua adalah sahabatku sewaktu kuliah. Kami satu angkatan. Aku dan Maya, bahkan sudah berteman sejak SMA. Hubungan kami bertiga pun berjalan dengan lancar dan baik-baik saja. Ada perasaan sesak di dada, saat aku mengingat semua kenangan di antara kami. Persahabatan yang diukir begitu indah, ternyata meninggalkan jejak luka di hatiku. *** Setelah kami lulus kuliah, aku dan Maya mempunyai janji untuk saling berkirim surat. Meskipun kemajuan teknologi sudah canggih, tetapi kami lebih suka menuangkan rasa rindu lewat surat karena kami…

Nyanyian Cintaku

Suara musik mengalun pelan memenuhi ruang tidurku. Aku baru saja selesai mengerjakan tugas kantor yang kubawa pulang. “Rani! Ada telepon buat kamu!” suara Mama dari ruang tengah. Aku bergegas keluar kamar dan menuju ke tempat telepon berada.  “Dari siapa, Ma,” tanyaku pelan. “Enggak tahu,” ujar Mama sambil memberikan gagang telepon kepadaku. Segera kuraih telepon itu, lalu mengucapkan salam pada sang penelepon. Terdengar suara Yuda di seberang sana. Setelah beberapa saat kami berbicara, Yuda menutup teleponnya. Tiba-tiba ada perasaan yang aneh menelusup ke dalam hatiku. Baru saja dia minta tolong, agar…