Surat Terakhir

Dua minggu lagi adalah hari pernikahan Ardi dengan Maya. Mereka berdua adalah sahabatku sewaktu kuliah. Kami satu angkatan. Aku dan Maya, bahkan sudah berteman sejak SMA. Hubungan kami bertiga pun berjalan dengan lancar dan baik-baik saja. Ada perasaan sesak di dada, saat aku mengingat semua kenangan di antara kami. Persahabatan yang diukir begitu indah, ternyata meninggalkan jejak luka di hatiku. *** Setelah kami lulus kuliah, aku dan Maya mempunyai janji untuk saling berkirim surat. Meskipun kemajuan teknologi sudah canggih, tetapi kami lebih suka menuangkan rasa rindu lewat surat karena kami…

Nyanyian Cintaku

Suara musik mengalun pelan memenuhi ruang tidurku. Aku baru saja selesai mengerjakan tugas kantor yang kubawa pulang. “Rani! Ada telepon buat kamu!” suara Mama dari ruang tengah. Aku bergegas keluar kamar dan menuju ke tempat telepon berada.  “Dari siapa, Ma,” tanyaku pelan. “Enggak tahu,” ujar Mama sambil memberikan gagang telepon kepadaku. Segera kuraih telepon itu, lalu mengucapkan salam pada sang penelepon. Terdengar suara Yuda di seberang sana. Setelah beberapa saat kami berbicara, Yuda menutup teleponnya. Tiba-tiba ada perasaan yang aneh menelusup ke dalam hatiku. Baru saja dia minta tolong, agar…

Sebuah Janji

Raka masih menyimpan foto dirinya dan Arin, bersama teman yang lain, saat acara baksos Ramadan di sebuah desa terpencil kota Yogyakarta. Dia tersenyum mengenang kisah itu. Masa-masa duduk di bangku kuliah adalah hal yang paling menyenangkan untuk diingat. Terutama yang berkaitan dengan Arin.  Hari ini akan menjadi hari paling bersejarah dalam hidupnya karena dia akan meminang Arin untuk menjadi istrinya. *** Arin adalah gadis berhijab dengan wajah manis, postur tubuh tinggi, langsing dengan bentuk wajah oval yang murah senyum. Raka mulai menyukainya sejak semester enam. Mereka berada di fakultas dan…

Rasa Itu

Angga masih asyik memandangi wajah manis berbentuk oval, berbalut hijab warna hijau muda dengan lesung di kedua pipinya. Jika wajah itu tertawa, maka tampaklah deretan giginya yang putih dan berjejer rapi. “Hai! Melamun saja dari tadi.”  Sebuah sapaan mengagetkan dari Anton, sahabatnya sesama supervisor di perusahaan retail ini. Angga kaget, lalu dia tersenyum ke arah Anton, khawatir sahabatnya itu memergoki apa yang sedang dia lakukan. Sudah satu bulan ini, perasaan Angga tidak tenang. Setelah kedatangan karyawati baru berwajah manis, bernama Danti, membuat hari-harinya seperti di alam mimpi. Angga adalah supervisor…

Pertunangan Nana

Nana berdiri di depan pintu kedatangan Bandara Ngurah Rai. Hari ini, Sulaiman akan datang lagi ke Bali dan saat ini khusus ditujukan buat Nana. Kantor Sulaiman yang berada di Luxemburg biasanya hanya mengizinkan cuti maksimal selama tiga minggu. Namun kali ini, Sulaiman mendapatkan dispensasi karena dia akan melamar Nana. Pengajuan cutinya satu bulan penuh telah disetujui. Saat melihat Sulaiman, senyum Nana mengembang. Dia sama sekali tidak mengetahui kalau lelaki itu akan melamarnya. Sulaiman memang pernah bertanya saat mereka sedang video call melalui skype, tentang tata cara lamaran di keluarga Nana.Tetapi…

Yang Tak Akan Kembali

Amazingdhee “Ma, nanti jadi nonton film?” “Iya, habis Magrib. Setelah Mama pulang kantor, ya.” “Asyik!” teriakku girang sambil berlari kecil menuju kamar Mbak Rida. Kubuka pintu kamar, lalu melompat ke atas peraduan, memeluk Mbak Rida yang sedang tengkurap membaca buku. “Duh! Bikin kaget saja!” teriak Mbak Rida. “Maaf. Aku lagi senang, Mbak. Nanti malam habis Magrib, kita jadi lo nonton sama Mama.” “Yakin?” tanya Mbak Rida. “Yakin dong. Tadi Mama bilang gitu, Mbak.” “Mbak nggak yakin. Mama terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Coba diingat, berapa kali Mama ingkar janji pada kita?”…

Satu Frekuensi

[Mbak, cek komputer produksi, ya, aku sudah beresin rekaman insert dan jingle yang diminta. Oh ya, revisi iklan juga sudah fix, aku keluar meliput dulu, sebelum zuhur, insyaallah sudah di studio lagi mo ngereview siarannya Ocy sama Devan] WA dari Atta masuk, sesaat setelah Rien selesai mengecek beberapa draft kontrak iklan di mejanya. Atta memang bisa diandalkan, kerjanya rapi dan cepat. Siarannya juga apik, meski belum genap setahun bersiaran di radio milik Rien, tetapi performanya selalu menarik banyak penggemar dan memberikan pengaruh yang nyata bagi peningkatan income radio tersebut. Golden…

Kasih Tak Bertepi

Aku menata beberapa tumpuk buku yang ada di tangan ke dalam rak di depanku. Setelah tertata rapi, aku kembali ke pinggir ruangan sambil mengawasi beberapa pengunjung yang asyik memilih-milih buku. Usiaku dua puluh tahun saat ini. Sesekali, aku tersenyum ramah kepada para pengunjung. Sudah satu tahun aku bekerja di salah satu toko buku terbesar di kotaku. Aku, berusaha untuk menjadi karyawan yang baik sehingga bisa terus bekerja di sana untuk membantu meringankan beban ibu. *** Bapak, memutuskan untuk meninggalkan rumah. Pergi dengan wanita lain. Dari berita yang aku dengar, Bapak…

Plagiasi

Amazingdhee Aku menuju ruang rapat dengan terburu-buru. Sekilas kulirik jam tangan, terlambat lima belas menit! Duh, sialnya hari ini. Terlihat ibu direktur hadir, lalu jajaran manager dari berbagai divisi hadir pula. Tampak mata mereka menatap ke arahku, maklum dinding ruang rapat adalah kaca. Aku membuka pintu. “Maaf saya terlambat.” Tak ada sahutan. “Ok, Glen, sekarang waktumu mempresentasikan rencana untuk gathering para arsitek,” terdengar suara tegas ibu direktur. “Baik, Bu.” Aku menatap Glen yang berjalan ke arah whiteboard, menyalakan proyektor LCD, lalu mataku terbelalak! Tampak gambar-gambar yang muncul di whiteboard adalah…