Fakta Unik dari Budaya Antre

Fakta Unik dari Budaya Antre

 

Smart Ladies, mendengar kata antre yang ada di benak kita adalah malas, panjangnya waktu, dan sebagainya, padahal banyak hal, lo, yang bisa dipelajari dari budaya antre ini. Apa saja, sih, pelajaran yang bisa diambil dari mengantre ini?

1. Kesabaran

Banyak anak di sekolah melupakan kata sabar mengantre. Semua inginnya serba cepat, bahkan jika dititipi uang bayaran, mereka sering menolak dengan alasan malas antre. Begitu juga dengan Ladies, antre panjang di toilet ataupun di bank sering dianggap sebagai suatu siksaan.

Dengan sabar, kita belajar menghormati hak orang lain yang datang lebih awal untuk mendapat giliran terdepan dan tidak saling serobot merasa diri paling penting. Datang terlambat? Konsekuensinya tentu harus menunggu di belakang, bukan? Belajarlah memiliki rasa malu jika menyerobot antrean dan hak orang lain.

Dengan sabar, tentu kita belajar memaknai bahwa sesuatu yang diperoleh dengan perjuangan waktu, tenaga, apalagi biaya, hasilnya lebih bermakna dibandingkan diraih secara instan.

2. Kedisiplinan

Membiasakan diri berdisiplin terhadap waktu, manajemen pengaturan diri, dan kerapihan. Kalau ingin menjadi orang pertama, tentu harus datang lebih awal dan mengatur waktu serta diri agar bisa tepat sesuai perkiraan. Apabila terlambat, berarti risiko disiplin kita harus diperbaiki. Apa pun tujuan kita, disiplin dalam waktu itu sangat menentukan keberhasilan.

Belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuan sehingga ada pepatah, hasil tidak akan menghianati perjuangan itu adalah tepat. Dengan antre, kita belajar jujur pada diri sendiri dan orang lain.

3. Kreatif

Mengantre mengajarkan kita untuk mengisi waktu menunggu dengan menuliskan ide-ide brilian yang muncul, atau membuat coretan gambar. Menunggu saat mengantre, jika diisi dengan kreativitas pemikiran yang kekinian tentu menghasilkan sesuatu yang besar hasilnya.

Terlebih kini, banyak telepon selular berbasis android dapat menunjang segala ide dan kreativitas manusia sebagai tempat menuangkan ide-ide. Ada juga buku agenda, bisa dijadikan tempat menumpahkan rasa, saat kita menunggu, antre, atau menghadapi kemacetan.

4. Sosialisasi dan Komunikasi

Dengan antre, kita belajar menyapa dan mengobrol dengan orang lain. Saat itulah ilmu komunikasi kita berjalan. Siapa tahu tercipta pembelajaran di antaranya cara menghadapi orang yang belum dikenal, bagaimana cara kta agar lawan bicara mau diajak bertukar pikiran, bahkan mungkin tercipta peluang. Misalnya peluang bisnis, atau silaturahmi karena tidak semua orang ingin fokus pada gadgetnya. Kadang, kita membutuhkan waktu untuk berbicara kepada orang lain.

Nah, itu adalah beberapa fakta unik yang bisa diambil dari budaya mengantre. Masih alergi untuk mengantre? Cobalah nikmati fakta uniknya, Smart Ladies!

Juli Dwi Susanti

Guru-Dosen Pendidikan Matematika, Perempuan Pembelajar (Long Life Learner), Motivator, yang mencintai menulis sebagai lukisan jiwa, terapi hati, sharing dan caring. Are you?
Juli Dwi Susanti
Juli Dwi Susanti
contributor
Guru-Dosen Pendidikan Matematika, Perempuan Pembelajar (Long Life Learner), Motivator, yang mencintai menulis sebagai lukisan jiwa, terapi hati, sharing dan caring. Are you?

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + 2 =