Fakta dan Mitos tentang Menyusui

Halo, Smart Ladies!

Kebahagiaan tentu meliputi ibu yang baru melahirkan. Satu tugas terlaksana sudah, sementara tugas baru menanti di depan mata, yaitu menyusui. Ibu yang sudah pernah melahirkan biasanya tidak akan menghadapi kesulitan dalam proses menyusui, tetapi tidak demikian dengan ibu baru.

Untuk menambah pengetahuan, mereka pun mencari referensi dan bertanya kepada ibu lain yang lebih berpengalaman. Sayangnya, alih-alih mencerahkan, referensi yang terlalu banyak justru membuat kita bingung. Terkadang, komentar-komentar tak bertanggung jawab juga muncul dan dapat membuat Ladies putus asa karena dianggap tidak becus menyusui.

Nah, beberapa poin berikut akan mengulas mitos dan fakta seputar menyusui yang masih sering menjadi perdebatan.

1. Mengonsumsi Makanan Pedas Menyebabkan Bayi Diare

Bagi sebagian ibu, mengonsumsi makanan pedas akan menyegarkan dan bisa mengusir kantuk. Makanan pedas bisa menjadi obat penangkal kantuk bagi ibu menyusui yang kelelahan karena begadang mengurus bayi. Namun, ada yang berpendapat bahwa mengonsumsi makanan pedas akan membuat bayi mencret karena asi terasa pedas.

Tentu saja, ini adalah mitos karena makanan pedas yang masuk ke tubuh ibu akan dicerna menjadi sari-sari makanan yang tidak akan menyebabkan bayi mencret. Meskipun demikian, Ladies yang sedang menyusui hendaknya tidak mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan karena dapat menyebabkan diare, bahkan dehidrasi. Apabila ibu mengalami dehidrasi, produksi ASI akan terhambat.

2. Minum Es Membuat Asi Dingin

Ketika cuaca panas, minuman dingin menjadi favorit sebagian orang, termasuk ibu menyusui. Pada saat menyusui, tubuh ibu mengalami kenaikan suhu hingga mengeluarkan keringat. Minuman dingin dan mengandung es bisa menjadi peredam panas yang efektif. Namun, minuman ini kabarnya bisa mengakibatkan asi  menjadi dingin dan tidak baik untuk pencernaan bayi.

Asi yang menjadi dingin akibat ibu terlalu banyak minum es adalah mitos. Es yang dikonsumsi akan dicerna tanpa memengaruhi suhu tubuh ibu. Itu berarti asi pun tidak akan mendingin. Hanya saja, mengonsumsi es berlebih dapat membuat perut kembung dan ibu berisiko terkena flu, yang akhirnya dapat mengakibatkan imunitas menurun.

3. Tidur Siang Menyebabkan Kebutaan

Intensitas begadang yang tinggi pada ibu menyusui mengakibatkan kelelahan dan timbulnya kantuk pada siang hari. Namun, ada yang berpendapat bahwa tidur siang akan memicu darah putih naik ke mata dan menyebabkan kebutaan.

Hal tersebut merupakan mitos. Ibu menyusui yang kelelahan dan mengantuk sangat diperbolehkan tidur siang sekitar 30 menit hingga 1 jam. Rentang waktu tersebut sangat cukup bagi ibu untuk memulihkan tenaganya. Tidur yang lama justru dapat menyebabkan tubuh ibu lemas dan tidak bergairah.

4. Kacang-kacangan dapat Memperlancar Asi

Kendala yang sering ibu menyusui hadapi adalah sedikitnya produksi asi. Terkadang, sang ibu merasa telah mengonsumsi banyak makanan, tetapi produksi asi tidak mengalami peningkatan. Banyak cara yang bisa Ladies lakukan untuk meningkatkan produksi asi, salah satunya dengan mengonsumsi kacang-kacangan.

Kacang-kacangan merupakan sumber protein dan mengandung vitamin E, vitamin B1, dan omega-3. Kandungan vitamin B1 dapat memicu hormon oksitosin, yaitu hormon yang berfungsi untuk memperlancar produksi asi. Karena itulah, kacang-kacangan merupakan salah satu jenis makanan yang baik bagi ibu menyusui.

5. Ibu Harus Relaks Selama Menyusui

Kondisi psikologis ibu dapat memengaruhi jumlah produksi asi. Ibu dalam kecemasan akan mengalami penurunan konsentrasi sehingga aktivitas sel dalam tubuh terganggu. Oleh karena itu, ibu menyusui dianjurkan selalu dalam keadaan relaks.

Relaks atau sikap tenang merupakan aspek terpenting dalam menyusui. Tanpa adanya ketenangan dalam diri ibu, apa pun upaya yang dia lakukan akan sia-sia. Oleh karena itu, keluarga inti diharapkan dapat berperan menciptakan ketenangan di rumah demi ibu menyusui. Sebisa mungkin, urusan domestik di awal masa menyusui keluarga yang menangani sehingga ibu bisa relaks dan fokus menyusui bayinya.

Demikianlah 5 mitos dan fakta seputar ibu menyusui yang sering menjadi topik perbincangan di kalangan ibu. Semoga informasi di atas bermanfaat.

About Ani Handayani

Ani Handayani
Penulis adalah ibu rumah tangga yang sedang belajar dan aktif dalam penulisan artikel dan fiksi. Sekarang tinggal di sebuah pedesaan di kabupaten Sleman DIY

Check Also

Garden School, Belajar Menyenangkan dan Menyehatkan di Era Pandemi

Hi, Smart Ladies! Banyak hal di kehidupan berubah semenjak virus korona datang dalam waktu setahun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *