Fakta dan Mitos Seputar ASI yang Ladies Wajib Tahu!

Smart Ladies, di dalam ASI banyak terkandung manfaat bagi bayi. Beragam nutrisi yang ada dalam air susu ibu ini adalah zat yang paling aman dan tepat sebagai asupan sang buah hati.  Namun, masih banyak fakta yang tidak diketahui para ibu muda yang baru saja melahirkan akibat minimnya informasi dan banyaknya mitos tentang ASI.

Kondisi ini membuat para ibu muda lebih memilih memberikan susu formula untuk buah hatinya, padahal sistem pencernaan bayi yang baru lahir belum sempurna. Akibatnya, bisa jadi bayi malah mengalami gangguan pencernaan.

Lalu, apa sajakah mitos seputar ASI yang banyak beredar dan apakah semuanya benar atau ada fakta lain di baliknya?  Berikut penjelasannya.

1. Stok ASI

Menurut mitos, semakin sering Ladies menyusui, stok ASI akan semakin berkurang dan habis.  Hal tersebut tidak benar, ya, Ladies. Faktanya, sistem produksi ASI  sesuai dengan hukum supply and demand. Semakin banyak dikonsumsi, ASI malah akan semakin banyak diproduksi tubuh sehingga payudara Ladies tidak akan pernah kehabisan stok ASI untuk buah hati. Jadi, sering-seringlah menyusui bayi sebanyak yang dia mau.

2. Penularan Penyakit Melalui ASI

Banyak yang percaya bahwa saat sang ibu sakit, bayi yang menyusu akan tertular dan ikut sakit. Lagi-lagi, ini hanya mitos. Faktanya, saat ibu dalam kondisi sakit, kekebalan tubuhnya akan bekerja ekstra untuk diberikan juga kepada sang bayi. Jadi, tetaplah menyusui dan bila Ladies harus mengonsumsi obat, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.

3. ASI Basi

Setelah bepergian jauh dan lama, sering kali ibu menyusui diharuskan memerah ASI dan membuangnya. Menurut kepercayaan, hal ini dilakukan karena ASI-nya basi. Faktanya, ASI tidak akan pernah basi. Namun, Ladies wajib membersihkan diri sebelum menyentuh dan menyusui bayi karena dikhawatirkan debu, kotoran, dan virus yang menempel pada pakaian dan tubuh akan mengontaminasi bayi.

4. Makanan Ibu Memengaruhi Rasa ASI

Ada mitos yang mengatakan bahwa jika ibu menyusui mengonsumsi makanan pedas atau minuman dingin, bayinya akan ikut merasakan sehingga bisa mencret dan pilek. Faktanya, suhu makanan yang masuk ke tubuh ibu tidak akan memengaruhi suhu ASI, demikian juga rasanya. Hanya saja, bila banyak mengonsumsi makananan pedas, sang ibu bisa terkena diare dan dehidrasi. Inilah yang akan memengaruhi pemberian ASI.

5. Saat Bayi Sakit, Ibu yang Minum Obat

Semua makanan yang dikonsumsi ibu akan dicerna dengan sistem yang sama. Jadi, obat yang diminum ibu tidak akan memberi efek banyak pada bayi. Saat bayi Ladies sakit, cukup berikan lebih banyak ASI dan usahakan agar bayi menyusu sesering mungkin. Kandungan ASI sudah cukup sebagai obat untuk bayi Ladies.

Ladies, ASI adalah karunia dari Sang Pencipta untuk makhluk-Nya. Kadar gizi, kandungan, dan jumlahnya sudah sangat sesuai dengan kebutuhan bayi. Jadi, Ladies tidak perlu khawatir ASI akan memberikan dampak buruk pada bayi karena setiap ibu memiliki sistem yang berbeda dalam metabolisme dan menghasilkan ASI.

Ladies juga tidak perlu merasa rendah diri karena produksi ASI tidak sebanyak ibu lain. Ingat, kebutuhan setiap bayi tidak sama, jumlah serta kandungan ASI pun juga pasti berbeda antara ibu satu dan lainnya. ASI kita adalah yang paling sesuai untuk si kecil. Jadi, tanamkan sugesti pada diri sendiri bahwa Ladies mampu memenuhi kewajiban untuk memberikan yang terbaik demi buah hati. Selamat ng-ASI, Ladies.

Sumber gambar utama : liputan6.com

Related posts

Leave a Comment