Gambar oleh LUM3N dari Pixabay

Etika Memberi Barang Bekas kepada Orang Lain

Hai, Smart Ladies!

Sering kali, kita menyimpan beberapa barang yang tidak terpakai lagi di rumah, seperti baju, furnitur, buku, dan mainan anak. Barang-barang ini biasanya tidak dipakai lagi karena sudah ada penggantinya atau tidak kita sukai lagi. Daripada mubazir, lebih baik diberikan kepada orang lain, bukan? Ladies bisa menyumbangkannya pada acara donasi tertentu ataupun memberikannya kepada keluarga, teman, dan lain-lain. Nah, sebelumnya ada beberapa hal penting yang harus Ladies perhatikan. Apa saja itu? Simak, yuk!

1. Utamakan Niat

Segala sesuatu diawali dari niat. Niatkan barang-barang bekas yang Ladies berikan dapat bermanfaat bagi orang yang menerimanya. Bukankah bagus jika sebuah barang bisa membawa manfaat untuk orang lain? Jangan sampai niat kita memberi justru akan mempersulit, merendahkan, atau menyebabkan orang lain mendapat masalah, misalnya karena barang tersebut ternyata milik orang lain dan kita berikan tanpa sepengetahuan pemiliknya. Jika di kemudian hari diketahui pemilik aslinya, sudah pasti akan timbul masalah, bukan?

2. Pastikan Kondisi Barang Masih Layak Pakai

Mengingat yang akan diberikan adalah barang bekas, Ladies perlu memastikan terlebih dahulu kondisi barang tersebut. Bagaimana memastikannya? Caranya sederhana, tempatkan diri Ladies sebagai penerima barang tersebut. Apakah Ladies akan merasa gembira dengan pemberian tersebut atau malah kecewa dan merasa tidak dihargai?
Meskipun respons setiap orang dipengaruhi karakternya masing-masing, Ladies setidaknya bisa memberikan yang terbaik.

Sebagai contoh, jika Ladies hendak memberi baju, pastikan kondisinya masih bagus, warnanya cerah, tidak bernoda, dan tidak sobek. Begitu pula untuk barang-barang lainnya. Sayang, kan, jika pemberian kita kembali hanya menjadi “pajangan” di tempat barunya, kecuali jika yang bersangkutan memang menginginkan barang bekas yang sudah rusak tersebut untuk tujuan tertentu.

3. Menjaga Ucapan

Salah satu hal penting yang wajib diperhatikan adalah ucapan ketika memberi. Tak jarang, Ladies mengobrol terlalu lama membahas hal-hal seputar barang, seperti kondisi atau alasan pemberiannya. Pada saat itulah, bisa saja tanpa disadari tercetus ucapan yang bisa menimbulkan rasa tidak enak atau tidak nyaman, misalnya mengungkit-ungkit pemberian di masa lalu atau hal-hal yang bersifat pribadi. Oleh karena itu, sebaiknya hindari kalimat-kalimat sensitif yang bisa bikin baper orang.

Ada banyak cara untuk berbuat baik, salah satunya adalah dengan memberikan barang-barang yang menumpuk dan tidak terpakai di rumah Ladies. Siapa tahu, barang-barang tersebut bisa lebih bermanfaat bagi orang lain. Sebelum memberi, jangan lupakan tiga hal di atas, ya, Ladies

About Novalia AR

Novalia AR
Fulltime Mom - Writer - Crafter

Check Also

Marzy Krisbiyanto, Guru Inspiratif (Foto: Koleksi pribadi Marzy K)

Marzy Krisbiyanto, Guru yang Menambah Cuan Menjadi Editor

Hai, Smart Ladies! Punya guru idola saat sekolah? Bisa, lo, dijadikan kisah yang mengesankan. Terlebih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *