gambar drg. Rahayu
[drg. Rahayu Puji Astuti]

Bermula dari Hobi, Simak Kisah Seorang Dokter Gigi yang Menjadi Penulis dan ‘Enterpreneur’

Halo, Smart Ladies !

Pernahkah saat Ladies kecil, merasa takut ketika Mama ajak pergi ke dokter gigi? Umumnya, anak-anak takut bila kita ajak periksa ke dokter gigi. Hal itu pula yang membuat drg. Rahayu Puji Astuti ingin menjadi seorang dokter gigi edukatif melalui si Gise (Edukasi Gigi Sehat) untuk mengenalkan pada masyarakat bahwa dokter gigi bukan untuk ditakuti, melainkan untuk menjadi sahabat agar masyarakat mau merawat gigi menjadi sehat.

Menurut banyak orang, dokter gigi adalah profesi yang paling ditakuti. Tidak mudah bagi masyarakat untuk mau memeriksakan gigi secara rutin tanpa ada keluhan. Biasanya setelah sakit, bengkak, atau banyak keluhan gigi dan mulut, barulah mereka memeriksakan diri ke dokter gigi.

Sementara anak anak, kalau sakit, gupis, rusak parah, dan sundulan atau berjejal, baru orang tuanya ajak anak periksa gigi. Padahal, berbagai kondisi ini bisa kita cegah dengan kepedulian orang tua merawat gigi anak, bahkan sejak dari masa kandungan. Akan tetapi, edukasi kepada masyarakat masih sangat kurang, apalagi dengan perbandingan jumlah tenaga medis kesehatan gigi, baik dokter maupun perawat gigi masih sedikit. Kondisi tersebut menyebabkan edukasi tidak bisa menjangkau seluruh masyarakat. Sebagian besar masih bergerak di bidang kuratif atau pengobatan dan rehabilitatif atau perawatan saat keluhan sudah terjadi, baik melalui puskesmas, praktik dokter gigi, klinik maupun rumah sakit.

Suka dan duka menjadi seorang dokter gigi, sudah dirasakan oleh ibu dari 6 orang anak ini (3 anak kandung dan 3 anak sambung). Dokter gigi adalah profesi yang unik, kolaborasi skill , teknik, keilmuan, dan komunikasi agar pasien merasa nyaman dan mendapatkan informasi kesehatan gigi dengan cara yang menarik dapat menjadi tantangan tersendiri.

Seperti halnya saat menghadapi kasus yang sulit seperti pencabutan atau penambalan gigi yang memerlukan waktu cukup lama, sedangkan pada kondisi pandemi seperti sekarang ini sangat membatasi tindakan seorang dokter gigi. Selain itu, pasien anak-anak yang rewel menuntut untuk bekerja cepat, tepat, dan aman. Tantangan lainnya adalah harus membagi waktu antara ibadah, keluarga, pekerjaan, praktik, bisnis, dan hobi agar dapat terlaksana dengan baik.

Sejak pandemi tahun 2020 lalu, tindakan perawatan maupun pengobatan gigi dan mulut sangat terbatas. Dengan demikian, peran orang tua di rumah untuk memperhatikan kesehatan gigi dan mulut keluarga sangat penting untuk dilakukan. Kita berharap dengan adanya media sosial akses kesehatan gigi lebih mudah dijangkau. Media tersebut sebagai alternatif pertama sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan, seperti informasi pencegahan dan pembersihan gigi dari rumah, maupun konsultasi daring.

Dokter gigi kelahiran Magelang ini, mulai mengelola praktik dokter gigi Senyum Dental Care sejak tahun 2014. Alumnus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gajah Mada ini, juga memiliki hobi menulis. Mulai menulis di tahun 2018 dengan beberapa karya buku antologi dan satu buku solo berjudul “Senyum Perjuangan Seorang Dokter.” Ia ingin mengembangkan hobi menulis untuk berbagi edukasi kesehatan gigi dan enterpreneur. Bahkan, sejak sekolah dan bekerja, drg. Rahayu kerap berjualan. Mulai jualan bubur, nasi rames, hingga merambah kuliner Getuk Ayu khas Magelang.

Sebagai dokter gigi yang punya hobi menulis dan bisnis ini, ia ingin mengembangkan kemampuan untuk bisa berbagi ilmu dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial. Branding yang ingin dibangun, yaitu menjadi dentistpreneur, dokter gigi edukatif melalui si Gise (Edukasi Gigi Sehat) dan enterpreneur melalui produksi Prigel Food (peyek, sambel pecel, aneka cemilan tradisional). Ia ingin mengembangkan hobinya untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa dokter gigi bukan untuk ditakuti, tetapi menjadi sahabat dalam merawat gigi menjadi sehat.

Walau sibuk dengan profesinya sebagai dokter gigi dan seorang ibu dari enam orang anak, tidak menyurutkan semangatnya untuk terus produktif, baik di bidang menulis maupun di bisnis kuliner yang ia jalani. Kiprah seorang dokter gigi yang bermula dari hobi hingga menjadi  menjadi penulis dan enterpreneur.

Nah, jika Ladies ingin berkonsultasi mengenai kesehatan gigi dan mulut, atau ingin mencicipi camilan tradisional produksi Prigel Food, bisa langsung menghubungi drg. Rahayu melalui wa.me/6285601021489. Penulis sudah mencobanya, kini giliran Ladies!

 

 

 

 

 

About Wijayanti Liestiyoningtiyas

Wijayanti Liestiyoningtiyas
Saya adalah ibu rumah tangga yang produktif. Aktif sebagai duta wakaf buku siroh dan juga berbisnis melalui produk buku siroh dirrect selling terbitan Sygma Daya Insani.

Check Also

‘Frozen Food’ Sehat Tanpa Pengawet

Hai Ladies! Zaman sekarang sering disebut dengan zaman instan. Mengapa? Karena semua orang ingin serba …

2 comments

  1. Terima kasih mbak. Sangat menginspirasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *