Joeragan artikel

Bermain Peran, Sarana Belajar Penuh Manfaat bagi Anak [Khatas Fotos/Pixabay.com]

Bermain Peran, Sarana Belajar Penuh Manfaat bagi Anak

Hai, Smart Ladies! Mempunyai anak balita di rumah pastinya sering bermain, baik sendiri atau pun dengan teman-temannya. Salah satu permainan yang sering dimainkan anak-anak adalah bermain peran.

Bermain peran di sini bukan bermain drama di atas panggung, tetapi bermain pura-pura. Misalnya menjadi orang tua dan anak, penjual dan pembeli, juga dokter-dokteran.

Setelah permainan selesai, Ladies menghela napas panjang karena rumah jadi berantakan karena mainan berserakan di mana-mana. Eits, tetapi jangan marah-marah lalu melarang anak bermain.

Anak-anak bisa mendapatkan banyak sekali manfaat dari bermain peran. Yuk, kita simak ulasan berikut ini:

  1. Mendorong Kreativitas dan Imajinasi Anak

Kita tahu, berpikir kreatif memerlukan daya imajinasi tinggi. Lewat bermain peran, anak-anak bisa berimajinasi menjadi apa saja yang mereka inginkan. Misalnya, dengan mainan balok, mereka membangun menara tertinggi di dunia, lalu berusaha menjaga keseimbangan tumpukan balok-balok itu dengan berbagai cara.

  1. Mendukung Kemampuan Bersosialisasi dan Perkembangan Emosional Anak

Saat bermain bersama teman-temannya, anak belajar untuk berbagi dan juga bersabar menunggu giliran saat ingin menggunakan mainan yang sedang dipakai oleh temannya. Selain itu mereka juga belajar mengenal konflik, lewat berebut, dan bertengkar. Kemudian mereka belajar menyelesaikan konflik dengan saling bermaafan. Hal ini sangat penting bagi kemampuan bergaul anak-anak di masa kini dan masa depannya.

  1. Menambah Kemampuan Bahasa dan Komunikasi Anak

Saat bermain peran, anak-anak akan saling berbicara, mengobrol, dan berteriak. Mereka juga menyebutkan nama-nama benda dan istilah-istilah yang berkaitan dengan permainan itu. Ini akan menambah perbendaharaan kosakata. Anak-anak juga bisa mengikis rasa malu dalam berkomunikasi.

  1. Mengembangkan Kemampuan Anak dalam Berpikir Kritis dan Memecahkan Masalah

Bermain peran bisa jadi penuh dengan masalah. Siapa yang menjadi apa, siapa memainkan mainan yang mana, belum lagi kalau ada mainan yang rusak. Apakah Ladies pernah melihat anak-anak kesulitan lalu ingin membantu? Jangan dulu! Biarkan mereka menyelesaikannya dulu sendiri. Lihatlah betapa bangganya wajah-wajah mereka saat berhasil memecahkan masalah tanpa bantuan orang tua.

  1. Meningkatkan Perkembangan Fisik

Anak-anak bermain sambil melompat, merangkak, dan berguling. Ini akan membantu perkembangan fisik, kelenturan, dan kesehatan secara keseluruhan. Anak-anak yang banyak bergerak akan lebih sehat dan kuat tulang, serta ototnya.

  1. Meningkatkan Kecerdasan Kognitif

Anak-anak akan belajar mengingat nama-nama alat-alat kedokteran melalui bermain peran saat menjadi dokter dan pasien. Dengan bermain menjadi penjual dan pembeli, anak-anak belajar memahami nilai uang dan perhitungan sederhana.

Bermain peran banyak memberikan manfaat. Anak-anak belajar mengenal dirinya sendiri dan dunia menjadi lebih luas sebagai tempatnya bereksplorasi. Mereka belajar mengenali kesukaan, minat, dan bakatnya sendiri.

Nah, Ladies tidak perlu lagi melarang anak-anak bermain peran, ya. Bagaimana dengan rumah yang berantakan setelah selesai bermain? Ajak mereka bersama-sama membersihkan semuanya. Berikan kue-kue dan minuman segar sebagai hadiah karena mereka sudah mau bermain, belajar, dan bertanggung jawab merapikan mainannya. Pasti mereka akan senang sekali!

 

Editor : Dian Hendrawan

#maratonmenulisartikel

#joeraganartikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× Hubungi Kami