Athena si Pelindung

 

Oleh: Sukma Widya

Athena adalah putri kesayangan Dewa Zeus. Dewa terkuat di antara para dewa. Ibunya adalah Dewi Metis, yang dikenal sebagai dewi kebijaksanaan. Athena tumbuh menjadi gadis yang kuat seperti ayahnya, serta memiliki kebijaksanaan seperti ibunya.

Sebelum lahirnya Athena, seorang peramal, meramalkan apabila Zeus memiliki anak dari Dewi Metis. Maka anak tersebut akan lebih kuat dari Zeus, sehingga mampu mengguling Zeus dari tahtanya. Ramalan tersebut membuat Zeus khawatir. Hingga saat Dewi Metis mengandung Athena, Zeus menelan Dewi Metis hidup-hidup untuk mencegah kelahiran anaknya.

Namun beberapa saat setelah Zeus menelan Dewi Metis. Zeus menderita sakit kepala yang hebat.

“Aaa … Hermes, Hermes!” Zeus memanggil Hermes, pengawal setianya.

“Tuan! Ada apa, Tuan? Tuan terlihat sakit?” tanya Hermes panik.

“Tolong ambilkan kapak, dan belah kepalaku! Kepalaku sakit sekali!” seru Zeus sambil menahan sakit di kepalanya.

“Tapi Tuan,” kata Hermes ragu

“Cepat! Aku sudah tidak tahan lagi. Aaa …,” perintah Zeus yang sambil terus memukul-mukul kepalanya.

Hermes langsung berlari dan mengambil kapak perunggu buatan Hefaistos. Dengan perasaan ragu Hermes membelah kepala Zeus sesuai permintaannya. Lalu keluar Athena dari belahan kepala Zeus dalam keadaan mengenakan baju perang lengkap dengan pelindung kepalanya.

Baju perang itulah yang menyebabkan Zeus mengalami sakit kepala yang hebat. Karena saat Zeus menelan Dewi Metis, Dewi Metis membuatkan baju perang dan pelindung kepala untuk Anthena di dalam tubuh Zeus. Proses pembuatan inilah yang menyebabkan Zeus menderita sakit kepala.

Athena tumbuh menjadi gadis yang kuat dan bijaksana. Dia selalu ikut berperang bersama para dewa tanpa rasa takut. Dia mengalahkan banyak raksasa dan menjadi pelindung untuk para dewa dari para raksasa dan makhluk-makhluk menyeramkan lainnya. Inilah yang membuatnya dijuluki sebagai dewi pelindung para dewa.

“Tamat.” Nenek Ida mengakhiri dongeng sebelum tidurnya. Setiap hari Nenek Ida selalu membacakan banyak cerita-cerita bangsa Yunani kuno kepada Rena, cucunya.

“Apa Athena tidak pernah takut, Nek? Kan, raksasa itu menyeramkan,” ujar Rena.

Rena selalu menanggapi dongeng neneknya dengan pertanyaan-pertanyaan polosnya.

“Enggak, Nduk. Athena selalu berani membantu para dewa untuk melawan para raksasa itu. Rena juga harus menjadi gadis pemberani seperti Athena, yang selalu membantu sesama dan melawan kejahatan,” pesan Nenek Ida sambil mengelus rambut Rena.

Tidak selang beberapa saat Rena sudah tertidur pulas. Nenek Ida menyelimuti Rena dan membiarkan cucunya melanjutkan dongengnya di dalam mimpi seperti saat dia kecil dulu.

 

Editor : Fitri Junita

#ajangfikminJoeraganArtikel2021

#day6

#genrefantasi

#temamitologi

About Sukma Widya

Sukma Widya

Check Also

Teman Curhat - Diary Book (Qiye/Pixabay.com)

Teman Curhat

Oleh Nita Yunsa Saat gadis seumurnya memilih curhat di media sosial, Mila malah lebih suka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *