7 Pesan Pendidikan dalam Drama Korea ‘Record of Youth’

Hai, Smart Ladies!

Drama Korea atau drakor bukan hanya milik remaja. Banyak orang tua yang menganggap bahwa drakor selalu identik dengan aktor dan aktris yang ganteng dan cantik karena operasi plastik. Ada juga yang berpendapat bahwa alur ceritanya cenderung membosankan atau bahkan tidak ada manfaatnya sama sekali. Anggapan-anggapan seperti ini tentu tidak sepenuhnya benar karena banyak juga drakor yang berbobot dan sarat dengan pesan moral.

Belum lama ini, sebuah drakor yang berjudul Record of Youth selesai ditayangkan. Selain aktor dan aktris ternama yang membintanginya, soundtrack drakor juga bagus. Dari awal adegan, kita sudah menangkap banyak pesan bermakna untuk orang tua, khususnya para ibu.

Sebenarnya, banyak pesan moral yang bisa kita ambil dari drakor ini, tetapi tujuh pesan pendidikan inilah yang paling menonjol. Yuk, kita simak satu per satu!

  1. Jangan Membandingkan Anak

Setiap anak mempunyai karakter, keunikan, dan kelebihan masing-masing. Meskipun lahir dari rahim yang sama, bukan berarti mereka harus berkarakter sama. Kita harus bijaksana dalam menyikapi perbedaan tersebut. Jangan pernah sedikit pun membandingkan anak yang satu dengan yang lainnya. Hal ini akan sangat menyakiti perasaan anak yang selalu dipojokkan. Akibatnya, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang tertutup.

  1. Dukunglah Impian Anak

Meskipun bukan keluarga yang kaya raya atau berlatar belakang pendidikan tinggi, bukan berarti kita tidak bisa mendukung anak dalam mewujudkan impiannya. Dukunglah impian anak-anak selama impian itu positif dan menjadi passion mereka. Jangan pernah mematahkan semangat anak yang sudah menunjukkan kerja keras demi mewujudkan impiannya.

  1. Jangan Terlalu Mengatur Anak

Setiap anak pasti mempunyai cita-cita dan impian. Apa pun impian itu, orang tua sebaiknya tidak terlalu mengatur atau mencampurinya terlalu jauh. Berikan nasihat sewajarnya agar anak tidak merasa terlalu dikekang, tetapi juga tidak terlalu bebas tanpa batas. Yang perlu Ladies ingat, jangan sampai memaksakan cita-cita kita sebagai cita-cita anak.

  1. Jalinlah Persahabatan yang Solid

Record of Youth  mengisahkan persahabatan tiga orang yang terjalin indah sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar hingga menjadi orang terkenal. Ketika ada pihak lain yang menjelek-jelekkan salah satu dari mereka, yang lain akan melindungi, memberikan semangat, dan tidak mudah terpengaruh. Perasaan saling percaya, menghormati, dan menjaga nama baik begitu mewarnai kisah persahabatan mereka.

  1. Kerja Keraslah untuk Meraih Cita-Cita

Tokoh utama dalam drakor ini dikisahkan berasal dari keluarga yang sederhana. Untuk mewujudkan impiannya, dia harus bekerja keras sebagai pekerja paruh waktu. Dia tidak malu melakukan pekerjaan kasar dan tidak patah semangat untuk terus melamar pekerjaan, meskipun beberapa kali ditolak. Semangat pantang menyerahnya sungguh luar biasa.

  1. Jangan Malu untuk Minta Maaf

Dalam mendidik anak, orang tua pasti pernah melakukan kesalahan, entah salah bicara, mencubit, menampar, atau memukul karena khilaf. Ketika hal ini terjadi, meminta maaf kepada anak bukan hal yang memalukan dan tidak akan menurunkan harga diri kita sebagai orang tua. Meminta maaf kepada anak justru menjadi bukti bahwa kita mempunyai kebesaran hati dan tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.

  1. Jangan Menuntut Balas Jasa

Orang tua mempunyai tanggung jawab untuk membesarkan, merawat, dan mendidik anak dengan sebaik-baiknya. Ketika anak sudah sukses, orang tua tidak selayaknya meminta imbalan atau menuntut balas jasa. Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya sukses dan bahagia di masa yang akan datang. Namun, bukan berarti kita adalah penentu masa depan mereka. Kita hanya berkewajiban menggali dan mendukung potensi mereka semaksimal mungkin.

Kita harus yakin bahwa setiap anak mempunyai bakat masing-masing. Ladies, prestasi anak tidak selalu diukur dari kepintarannya di bidang akademis. Ada banyak hal selain itu. Pendidikan karakter adalah hal terpenting dari semuanya.

About Rachmi Rosanti

Rachmi Rosanti
Ibu dari 3 putri, 2 diantaranya kembar. Asal kota Semarang tapi saat ini tinggal di Jepara. Ibu rumah tangga yang senang menulis. FB: Rachmi Rosanti dan IG: rachmi_rosanti

Check Also

Garden School, Belajar Menyenangkan dan Menyehatkan di Era Pandemi

Hi, Smart Ladies! Banyak hal di kehidupan berubah semenjak virus korona datang dalam waktu setahun …

10 comments

  1. Keerrreeen materi parentingnya, jurus jitu 👍 dapat dilaksanakan utk kebahagiaan anak2

  2. Luwar biyasa materinya..
    Sy selalu biarkan ank” sy menyalurkan bakat”nya.
    Sy emang g berpendidikan tinggi.
    Tp sy pngn ank” sy lbh pinter dr sy.

  3. Ntn drakor semua nya ada pesan2 tersembunyi yo mbak…baik yg true story or fiktif… aku cintaaaakkkk lah sama drakooorrr…😆

  4. Setiap anak punya passion yg berbeda walau terlahir dr rahim yg sama .. cuccookk bangeett kaak , secara 3 anakku punya cita2 yg berbeda2 juga

  5. Joss, kereennn dari film aja bs dpt pelajaran berharga ya, Mbak Rachmi👍🏻👍🏻👍🏻

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *