Parenting

6 Tips Menyiapkan Anak Masuk Pondok Pesantren

Halo,Smart Ladies!

Psikolog Sakhya Aulia Prima, M.Psi. menyebutkan, setidaknya ada empat tantangan besar yang harus di hadapi orang tua di zaman milenial ini. Tantangan tersebut di antaranya adalah anak mudah terpengaruh informasi dan pengaruh orang asing, anak tidak mudah mempercayai informasi termasuk orang tua, orang tua yang sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak mampu mengawasi putra-putri mereka selama 24 jam.

Pernyataan tersebut makin memperkuat bahwa lingkungan di sekeliling kita pada saat ini, kurang mendukung perkembangan yang baik bagi putra-putri kita. Sebagai orang tua yang memiliki tanggung jawab mendidik, sudah sewajarnya bahkan wajib untuk mencari lingkungan pendidikan yang kondusif. Selain itu, lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan secara maksimal dan minim dari pengaruh-pengaruh negatif.

Salah satu alternatif lingkungan tersebut adalah pesantren. Namun, apakah mudah memasukkan anak ke pesantren? Tidak, untuk masuk ke pesantren memang banyak yang perlu dipersiapkan.

Berikut tips menyiapkan anak dari awal masuk ke sebuah pesantren sehingga mereka benar-benar siap lahir dan batin.

1. Persiapan Batin

Apakah persiapan batin itu? Persiapan batin itu adalah doa dan kemauan (niat ) yang kuat dari orang tua sendiri. Ini menjadi kunci yang utama dan menjadi ruh awal perjalanan anak di pesantren. Tidak mudah berpisah dari anak sendiri, apalagi harus melepasnya di lingkungan serba baru.

2. Persiapan Materi

Menyekolahkan putra-putri kita ke pesantren di zaman sekarang ini memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit karena kita harus mengeluarkan biaya dobel untuk sekolah dan kegiatan pesantrennya.

3. Menyamakan Visi

Orang tua (ibu dan bapak) yang akan memilih pendidikan di pesantren harus mempunyai visi yang sama, tidak bisa hanya salah satu saja. Misal yang memiliki kemauan hanya bapak atau ibu saja. Hal ini, akan menyulitkan putra-putri kita ketika mereka sudah benar-benar masuk di pesantren. Ada kontak batin yang akan tercipta di  antara orang tua dan anak.

4. Pendidikan Dasar yang Mendukung

Apa dimaksud pendidikan dasar di sini adalah pendidikan awal sebelum putra-putri kita masuk ke pesantren. Misal untuk masuk pesantren pada tingkat SLTP, saat tingkat SD/MI, orang tua harus menyekolahkan putra- putrinya ke sekolah yang selalu memberikan motivasi ke anak untuk sekolah ke pesantren. Usia yang paling ideal memasukkan anak ke pesantren adalah usia pendidikan SLTP.

5. Membangun Komunikasi dengan Anak

Ajak anak bercerita dan mengobrol tentang pesantren, selalu menceritakan kepada anak sisi positif dan menyenangkan ketika masuk pondok pesantren. Yakinkan kepada anak bahwa meskipun anak berada jauh dari orang tua, kita tetap selalu siap menerima keluhan, mencukupi kebutuhan, dan mendampingi mereka.

  1. Ajak Anak Jalan-Jalan ke Pesantren

Pada saat dan kesempatan tertentu, ajak anak melihat dari dekat keadaan pondok pesantren. Usahakan jangan hanya satu pesantren supaya anak memiliki gambaran lingkungan pesantren itu. Dengan demikian, anak dapat menentukan pilihannya tanpa ada pemaksaan.

Smart Ladies, itulah beberapa tips mempersiapkan anak masuk pesantren. Semoga bermanfaat dan makin banyak orang tua yang memilih pesantren. Tetap semangat para orang tua hebat untuk selalu mempersiapkan putra-putrinya menjadi insan berkualitas unggul lahir dan batin.

Tags
Show More

lutfiati anis

Nama saya Anis Lutfiati dan saya seorang guru fisika, lahir di Madiun,24 Oktober 1978,anak ke tiga dari delapan bersaudara,buah pasangan dari Moh.Husnun dan Siti Romlah. Anis adalah nama panggilan saya. Mulai aktif menulis di beberapa buku antologi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close