5 Tips Mendidik Anak Mandiri

5 Tips Mendidik  Anak Mandiri

Anak mandiri adalah salah satu tujuan mendidik. Namun pada kenyataannya, di lingkungan kita sekarang sudah biasa seorang anak dilayani orang tuanya. Bukan dimanja, tetapi alasan orang tua ini kadang agar anaknya bisa fokus belajar. Anak sudah lelah dengan pelajarannya yang menyita hari-harinya.

Alasan tersebut di atas sah-sah saja, tetapi perlu dikaji ulang alasan tersebut. Bayangkan betapa repotnya orang tua yang makin bertambah umurnya makin berkurang kekuatannya, masih harus melayani anak. Padahal usia mereka pun bukan anak-anak lagi.

Mandiri secara kepribadian akan memudahkan anak maupun orang tua di masa yang akan datang. Ustaz Mohammad Faudzil Adhim menuliskan dalam artikelnya yang dimuat di Majalah Hidayatullah Edisi 2019, menyatakan bahwa anak yang tidak pernah diajarkan untuk mengurus diri sendiri, apalagi membantu pekerjaan rumah orang tua akan menjadi anak yang mati rasa. Artinya, tidak mempunyai rasa empati sedikit pun dengan kepayahan orang tua, apalagi orang lain. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang egois.

Berikut ini 5 tips mendidik anak agar mandiri. Yuk, simak ya, Smart Ladies.

1. Beri Kepercayaan kepada Anak

Anak yang sering diberi kepercayaan oleh orang tua untuk memilih atau menentukan apa yang diinginkan, akan membuatnya percaya diri. Memilih cara sesuai keinginan akan membuatnya selalu belajar untuk menerima risiko pilihan atau terbiasa menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Orang tua diharapkan tidak terlalu mendikte anak. Orang tua tinggal mengawasi dan mengingatkan jika anak melakukan hal yang membahayakan dirinya atau orang lain. Selain itu, perlu diberi pujian jika tindakannya benar.

2. Bersabar dengan Apa pun Hasilnya

Anak bukanlah orang dewasa kecil. Mereka masih terbatas pengetahuan atau daya nalarnya. Selain itu, anak belum mempunyai banyak pengalaman sehingga hasilnya tentu tidak akan sebagus suatu pekerjaan sama yang dilakukan orang dewasa. Ingatlah bahwa practice makes perfect.

3. Memberikan Contoh yang Baik

Orang tua perlu memberikan contoh dulu pada awalnya, atau memberikan penjelasan yang bisa dipahami anak tentang apa yang harus dikerjakan. Setelah itu, insyaallah anak akan menirukan dengan baik. Ingat, anak adalah peniru ulung, jangan sampai orang tua memberikan contoh yang buruk.

4. Biasakan Anak Bergaul dengan Teman Sebayanya

Bergaul dengan teman sebaya akan membuat anak belajar cara bersosialisasi dan saling bertukar pengetahuan tentang segala hal. Bergaul dengan teman sebaya juga bisa membuat anak belajar memimpin maupun dipimpin. Hal yang harus diperhatikan oleh para orang tua adalah memilihkan teman sebaya yang baik pergaulannya.

5. Biasakan Anak Mengurus Dirinya Sendiri

Sekecil apa pun kebutuhan atau urusan sendiri harus diajarkan sejak dini dan di awali dari rumah. Misalnya makan, memakai baju, mandi sendiri, membuang sampah, dan lain-lain.

Anak yang terbiasa makan, membereskan sisa makan, dan mencuci piring akan melakukan hal yang sama di mana pun ia berada. Membuang sampah pada tempatnya. Mencuci baju sendiri, apalagi baju dalam. Jika terbiasa mengurus diri sendiri, anak akan mandiri bahkan akan dengan ringan hati membantu orang tua meringankan pekerjaan rumah sesuai kemampuannya.

Melatih anak mandir tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam membangun pembiasaan agar tumbuh kesadaran dalam dirinya sendiri. Biarkan anak berproses sesuai perkembangan usianya. Orang tua hanya perlu memantau dan memberi arahan yang tepat.

Solo 16 Januari 2020

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

37 − = 33