Kesehatan

5 Tips Agar Dapur Bebas Cemaran Bakteri dan Virus dari Pasar

Hai, Smart Ladies!

Ternyata banyak sekali yang belum mengetahui bahwa mikroorganisme seperti bakteri atau virus yang terdapat pada daging sapi (dan turunannya), ayam, ikan dan seafood dapat terbawa dari pasar ke dapur rumah kita. Padahal mikroorganisme tersebut ada yang bersifat patogen atau menimbulkan penyakit dan dapat mengontaminasi alias mencemari dapur kita.

Ada 5 tips yang dapat dilakukan untuk mencegah cemaran mikroorganisme baik bakteri maupun virus yang berasal dari pasar di dapur rumah kita.

Merebus daging (termasuk iga, jeroan, buntut) dan ayam segera setelah tiba dari pasar

Daging sapi dan turunannya (iga, jeroan, buntut, kaki) serta ayam dapat menyimpan mikroorganisme (bakteri dan virus) yang berada di dalam tubuhnya sejak hewan tersebut masih hidup. Oleh karena itu, rebus daging atau ayam yang dibeli dari pasar atau supermarket sesaat setelah tiba di rumah hingga mendidih, lalu buang air rebusan pertama. Hal ini bertujuan untuk membunuh mikroorganisme (bakteri atau virus) patogen yang berada di dalam daging sapi atau ayam serta mencegah cemaran mikroorganisme di dapur.

 

Memberikan asam (cuka atau jeruk nipis) pada ikan atau seafood

Ikan dan seafood juga dapat mengandung bakteri atau virus sejak masih hidup di perairan. Pemberian asam seperti jeruk nipis, cuka, asam jawa atau belimbing sayur selain untuk mempertahankan kualitas daging ikan/seafood tetap baik juga dapat menyebabkan mikroorganisme menjadi tidak aktif atau bahkan mati. Oleh karena itu, merendam ikan atau seafood dengan larutan asam beberapa menit menjadi cara yang efektif untuk mencegah cemaran mikroorganisme pada ikan di dapur rumah kita. Setelah direndam dengan larutan asam, ikan dapat segera dimasak atau disimpan dalam freezer.

 

Mencuci telur dengan sabun segera setelah tiba dari pasar

Salah satu mikroorganisme yang bersifat patogen terdapat pada kulit telur ayam atau bebek karena proses keluarnya dari tubuh hewan tersebut melalui saluran kloaka yang merupakan saluran pengeluaran pencernaan makan. Setelah dibeli dan dibawa ke rumah, telur harus dicuci dengan sabun lalu dibilas hingga bersih setelah itu dikeringkan dan baru disimpan.

 

Mencuci buah dan sayur dengan sabun food grade sebelum disimpan dalam kulkas

Buah dan sayur juga dapat mengandung mikroorganisme patogen yang diperoleh pada saat proses pengiriman dan penjualan di pasar. Sebelum disimpan di kulkas, ada baiknya dicuci bersih dengan sabun food grade kemudian ditiriskan hingga kering dan bisa langsung di masak atau disimpan dalam kulkas. Proses penyimpanan sayuran agar awet adalah dengan dibungkus kertas (koran atau kertas bekas), hal ini akan menyebabkan uap air dari sayuran akan menyerap di kertas dan menyebabkan sayuran mampu bertahan hingga 2-3 hari hari di kulkas sebelum dimasak.

 

Membersihkan washtafel bekas membuang air bekas rebusan dan mencuci telur, sayur, atau buah

Setelah proses merebus daging (sapi dan ayam), merendam ikan atau seafood dengan larutan asam, mencuci telur, sayur dan buah dengan sabun maka bersihkan washtafel dan sekitarnya atau lantai tempat proses mencuci dan membuang air bekas rebusan daging atau bekas cucian telur, sayur dan buah hingga bersih. Hal ini untuk mencegah cemaran mikroorganisme yang dapat tumbuh dan berkembang biak di sekitar dapur kita.

 

Demikian tips ini, semoga bermanfaat

Tags
Show More

Fie D'sari

Merupakan ibu dari 3 orang putri dan 2 orang putra. Saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta. Menyukai traveling, eksplorasi dan menulis.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close