5 Perempuan Pembawa Perubahan untuk Indonesia Lebih Maju

Hai, Smart Ladies!

Indonesia saat ini bisa dibilang sebagai negara dengan perkembangan yang luar biasa.Kemajuannya yang sangat pesat banyak diakui di kancah internasional.

Kemajuan saat ini tentu tak lepas dari peran rakyatnya, baik laki-laki maupun perempuan. Masyarakat bekerja bahu-membahu untuk mencapai kehidupan dan kesejahteraan bangsa yang lebih baik, sesuai dengan cita-cita Indonesia yang tertuang dalam UUD 1945.

Berikut 5 perempuan hebat pembawa perubahan untuk Indonesia lebih maju.

1. Septi Peni Wulandani

Ibu Septi lahir pada tahun 1974 di Salatiga dan sekarang tinggal di kota tersebut.Beliau adalah seorang aktivis sosial yang banyak membawa perubahan, khususnya bagi perempuan, dengan komunitas Ibu Profesional yang didirikannya.
Prestasi dan karya yang telah dihasilkannya sangat luar biasa, di antaranya adalah buku Jarimatika (italic) yang membahas tentang salah satu metode belajar matematika dengan menggunakan jari. Beliau juga berhasil mendapatkan penghargaan yang patut diacungi jempol, seperti Inspiring Women tahun 2009, Kartini Next Generation tahun 2013, dan banyak lagi penghargaan, baik di Indonesia maupun luar negeri.

2. Dra. Hj. Nurhayati Subakat, Apt

Ibu Nurhayati Subakat lahir pada tahun 1950 di Padang Panjang, Sumatera Barat. Saat ini dia adalah komisaris utama dari PT Paragon Technologi and Innovation yang memproduksi kosmetik Wardah dan merk lainnya.
Penghargaan yang berhasil diraihnya, antara lain adalah 50 Wanita Paling Berpengaruh di Indonesia versi majalah SWA tahun 2000.Selain itu, dia juga diakui sebagai filantropis hebat di Indonesia dalam menjalankan bisnisnya.  Dia berprinsip bahwa perusahaannya ikut memenuhi tanggung jawab sosial di bidang pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan.

3. Asma Nadia

Perempuan yang bernama asli Asmarani Rosalba lahir pada tanggal 26 Maret 1972 di Aceh. Dia adalah penulis yang karyanya selalu laris manis dan beberapa novelnya diangkat ke layar lebar. Adik dari Helvy Tiana Rosa ini juga mendirikan Rumah Baca Asma Nadia yang tersebar di berbagai kota.
 Penghargaan yang pernah diraihnya adalah Adikarya Iwapi Award tahun 2005, Novelis Islami Terbaik dari Anugerah IBF Award pada tahun 20008, serta menjadi pembicara di berbagai seminar, baik dalam negeri maupun luar negeri.Penghargaan film atas novel-novelnya juga pernah diraihnya.

4. Tri Mumpuni

Tri Mumpuni lahir di Semarang pada tanggal 6 Agustus 1964 dan merupakan putri dari Bapak Wiyatno dan Ibu Gemiarsih.Dia dikenal sebagai “manusia listrik” karena dari tangannya kemandirian listrik untuk kawasan terpencil terpenuhi lewat pembangkit listrik tenaga mikro hidro.
Penghargaan yang diraih adalah Ashden Award tahun 2012 dan mendapat bantuan sebesar hampir 300 juta rupiah serta beberapa penghargaan lain.Beliau juga dikenal baik hati, ramah, serta bersahaja.

5. Irma Hikmayanti

Wanita kelahiran 6 Agustus 1973 ini merupakan putri dari pasangan Nandang Hadi S dan Ije Herdansjah.Awalnya, dia lahir normal. Namun, kecelakaan yang dialami saat umur empat tahun menyebabkan dia terkena penyakit glaukoma dan rendah penglihatan.
Cacat fisik yang ada tak menyebabkan dia patah semangat untuk melanjutkan pendidikan hingga lulus menjadi sarjana hukum Universitas Padjajaran Bandung. Saat ini dia aktif mengajar Bahasa Inggris untuk anak-anak tuna netra di Yayasan Mitra Netra Jakarta.
Nah, Ladies, kita patut bangga dengan kiprah para perempuan hebat tersebut. Mari kita tiru semangat juang mereka untuk Indonesia lebih baik lagi.
Editor Haeriah Syamsudin
#tantangan10harimenulisartikel
#joeraganartikel
#kemerdekaan

About Yutaka Latifah

Yutaka Latifah
Emak kantoran, emak dasteran, emak bakulan, emak relawan

Check Also

Jeje dan Kemerdekaannya [Zebra Cross Illustration (Photo by Gunnar Madlung on Unsplash)

Jeje Dan Kemerdekaannya

Hai, Smart Ladies! Jika mendengar nama Jeje Slebew, gambaran yang muncul dalam benak penikmat media …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.