5 Hal yang Berubah pada Masa Pascamenopause ini Harus Diperhatikan

Hai, Smart Ladies!
Sudah banyak jargon yang beredar bahwa menopause tidak perlu ditakuti karena merupakan proses alamiah yang terjadi pada setiap wanita. Dengan mengetahui gejala dan efeknya, diharapkan Ladies mampu mengenali tubuhnya dan segera mencari pertolongan medis yang tepat apabila terdapat gangguan yang membahayakan.
Menopause banyak terjadi pada rentang usia 45-55 tahun.
Menopause merupakan pertanda bahwa seorang perempuan telah berhenti haid selama dua belas bulan berturut-turut. Sementara itu, pascamenopause adalah masa setelah menopause, tetapi masih terdapat gejala menopause. Durasi pascamenopause pun berbeda pada setiap perempuan, tetapi rata-rata berlangsung selama empat tahun.
Hormon estrogen yang kerap disebut sebagai hormon wanita dianggap paling bertanggung jawab terhadap perubahan fisik dan psikis pada masa pascamenopause ini. Turunnya produksi hormon estrogen ini memengaruhi beberapa sistem dalam tubuh wanita. Berikut 5 perubahan fisik pada masa pascamenopause yang harus diperhatikan oleh Smart Ladies.

1. Metabolisme Tubuh

Produksi hormon estrogen yang turun pada masa pascamenopause memberi pengaruh yang besar terhadap fungsi metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh akan berjalan lambat dan akibatnya, timbunan lemak pada bagian tubuh akan lebih mudah terbentuk. Untuk menghindari hal ini, Ladies disarankan untuk tetap rajin berolahraga dan menjaga kebugaran fisik. Olahraga yang disarankan tentu saja yang sesuai dengan tahapan usia.

2. Sistem Kardiovaskular dan Jantung

Hormon estrogen mempunyai peran tinggi terhadap ketebalan dinding arteri jantung yang membantu agar fungsi peredaran darah berlangsung dengan lancar. Fakta ini membuat para peneliti meyakini bahwa turunnya kadar estrogen pada masa pascamenopause dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Terapi penggantian hormon estrogen sementara ini dianggap dapat mengurangi risiko tersebut.

3. Sistem Perkemihan

Turunnya produksi estrogen mengakibatkan menipisnya otot di sistem perkemihan, termasuk saluran kemih bawah atau uretra. Otot panggul juga melemah karena proses penuaan. Kondisi ini sering mengakibatkan terjadinya inkontinensia uri atau kesulitan menahan kemih pada wanita usia lanjut. Salah satu cara mudah dan murah untuk mencegah ketidakmampuan menahan urin secara dini adalah dengan rajin melakukan latihan kegel secara mandiri kapan pun dan dimana pun.

4. Kepadatan Tulang

Hubungan antara estrogen dengan pertumbuhan dan kepadatan tulang sangat erat. Selain berfungsi di area reproduksi, estrogen juga berfungsi pada tulang, yaitu dengan menghalangi peroduksi sel-sel yang dapat menghancurkan tulang (osteoklas). Secara umum, sel penghancur tulang memang terbentuk untuk menjaga tulang tetap normal. Produksi osteoklas ini diatur oleh estrogen sehingga kadarnya tetap seimbang dengan sel pembentuk tulang.
Risiko osteoporosis memang menyerang Ladies ketika memasuki masa pascamenopause, tetapi bukan berarti tidak dapat dicegah. Ada dua cara yang bisa Ladies lakukan untuk mengurangi risiko osteoporosis. Berikut ini penjelasannya.

a. Mengonsumsi Kalsium dan Vitamin D

Dosis harian untuk Ladies yang berusia 50 tahun adalah 1200mg kalsium dan 800-1000 IU vitamin D. Sementara itu, dosis untuk Ladies yang belum mencapai usia 50 tahun adalah 1000mg kalsium dan 400-800 IU vitamin.

b. Berolahraga

Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga yang berisiko rendah terhadap cedera tulang, seperti berjalan, pilates, yoga, dan berenang dengan durasi minimal 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu.

5. Seksualitas

Apabila sudah memasuki masa pascamenopause dan Ladies masih aktif melakukan hubungan seksual, tentu penurunan produksi estrogen ini akan mengganggu kenyamanan bersama pasangan. Jaringan sel pada dinding vagina akan menipis dan produksi cairan pelumas juga turun. Kedua hal ini menjadi penyebab munculnya ketidaknyamanan. Jika dipaksakan, risikonya adalah dapat mengakibatkan luka pada dinding vagina. Penggunaan pelumas buatan yang mengandung estrogen dapat mengatasi kekeringan dan ketidaknyamanan aktivitas seksual serta masalah perkemihan tersebut.
Demikian, Ladies, perubahan fisik pada masa pascamenopause beserta cara mengatasinya. Gaya hidup sehat sejak dini tentu menunjang kesehatan fisik tetap bugar di usia lanjut. Stay healthy stay happy, Ladies!

About Lita Mayasari

Lita Mayasari

Check Also

Zat Adiktif dalam Makanan, Kegunaan, dan Dampaknya Terhadap Kesehatan

Hai, Smart Ladies! Wanita adalah yang pertama dan utama sebagai penjaga kesehatan diri sendiri dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *