Image by Bom taraissara from Pixabay

4 Warna-Warni Beras, Mana yang Paling Sehat dan Bermanfaat?

Hai, Smart Ladies!

Beras merupakan bahan pokok yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. Banyak yang beranggapan, belum makan kalau belum makan nasi. Warna beras ada bermacam-macam, begitu juga kandungan gizinya. Orang yang sedang melakukan program menurunkan berat badan biasanya mengganti nasi putih dengan nasi merah atau cokelat yang dianggap lebih sehat.

Benarkah anggapan tersebut? Sebenarnya, apa pun warnanya, semua jenis beras merupakan sumber karbohidrat yang baik, tidak ada beras yang tidak baik. Kesalahan dalam mengonsumsi beras terletak pada jumlahnya dan asupan makanan lain yang tidak seimbang dengan aktivitas fisik serta energi yang dikeluarkan tubuh.

Agar lebih jelas, mari mengenal beberapa jenis warna beras dan nutrisi yang terkandung di dalamnya.

1. Beras Putih

Sesuai namanya, beras jenis ini berwarna putih dan paling banyak ditemukan di Indonesia.
Pada beras putih, seluruh lapisan kulit padi yang melindungi beras dibuang. Akibatnya, kandungan vitamin dan mineral yang terkandung didalamnya juga ikut terbuang sehingga kandungan gizinya paling rendah dibanding jenis beras lainnya. Selain itu, kandungan seratnya juga menjadi rendah, hanya 2,1 gram per 100 gram beras putih.

 

2. Beras Cokelat

Beras cokelat adalah beras yang proses penggilingannya dilakukan secara minimal. Meskipun lapisan terluar beras beras juga dibuang, masih banyak bagian lain yang tersisa sehingga masih ada cukup banyak zat gizi yang tertinggal.
Beras cokelat mengandung protein, serat, kalium, maupun vitamin B-6. Beras jenis ini juga mengandung 6 persen mineral yang dibutuhkan tubuh dan memiiliki kadar karbohidrat yang lebih rendah dari beras putih.
Selain itu, kandungan serat beras cokelat lebih tinggi dari beras putih, yaitu sebesar 3,2 gram dalam 100 gram beras cokelat.

 

3. Beras Merah

Kandungan beras merah hampir sama dengan beras cokelat. Beras ini memiliki kandungan vitamin B, serat, zat besi, magnesium, dan nutrisi lainnya. Selain itu, beras merah mengandung antioksidan bernama antosianin yang membuatnya berwarna merah.

Beras merah memiliki kandungan serat lebih tinggi daripada beras putih dan cokelat, yaitu 6,2 gram serat dalam setiap 100 gram beras. Inilah yang menyebabkan beras merah banyak dikonsumsi mereka yang ingin menurunkan berat badan.

Namun, jangan terlalu banyak mengonsumsi beras merah karena dapat menimbulkan bahaya dalam tubuh. Beras merah mengandung asam fitat yang menghambat penyerapan zat besi dan kalsium dalam tubuh.

 

4. Beras Hitam

Beras hitam merupakan beras yang rendah kalori, tetapi memiliki serat yang tinggi dibanding beras cokelat maupun merah. Selain itu, beras yang tergolong langka ini juga bebas gula sehingga penderita penyakit diabetes sangat dianjurkan mengonsumsinya.

Beras hitam mengandung aleuron dan endospermia yang menyebabkan beras berwarna hitam atau keunguan. Beras hitam yang baik butirannya utuh, warna hitam mengkilap, dan tidak mengandung kutu. Setiap 100 gram beras hitam mengandung 76,9 gram karbohidrat, 8,5 gram protein, 0,1 miligram zat besi, 6 miligram kalsium, 1,3 gram lemak, dan 20,1 gram serat.

Dari keempat jenis beras di atas, manakah yang paling baik dan bermanfaat? Sebenarnya, semua tergantung pada kebutuhan masing-masing orang.

Orang yang memiliki masalah dengan pencernaan, sedang sakit, atau dalam masa pemulihan tidak disarankan mengonsumsi makanan tinggi serat dan lebih baik mengonsumsi nasi putih.
Sebaliknya, jika Ladies sedang melakukan program menurunkan berat badan, sebaiknya pilih beras yang mengandung serat tinggi sehingga akan cepat merasa kenyang.
Jadi, beras mana yang cocok untuk Ladies konsumsi?

About Dewi Jennafiya

Dewi Jennafiya

Check Also

5 Tips Menjaga Kesehatan Mata

Halo, Ladies! Terkadang kita sering lupa untuk merawat kesehatan mata, padahal kita tahu bahwa mata …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *