Inpirasi

4 Tips Menjadi Penulis Produktif

Tahukah Smart Ladies, menulis adalah kegiatan paling mudah yang dapat dilakukan oleh siapa pun sejak dini? Sejak Smart Ladies mulai mengenal huruf, bagaimana merangkaikannya, hingga belajar menulis yang baik dan benar di bangku sekolah dasar. Menulis adalah kegiatan yang selalu dilakukan oleh setiap orang, sepanjang waktu.

Menulis merupakan kebutuhan bagi siapa saja karena menyangkut segala aspek kehidupan. Hampir setiap hari Smart Ladies selalu bersentuhan dengan kegiatan tulis menulis.

Siapa Pun Bisa Menjadi Penulis

Anak-anak dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, pasti menulis. Kaum ibu yang bekerja maupun tidak, pasti butuh menulis. Mencatat kebutuhan rumah tangga, pesanan anak kepada orang tua, adik kepada kakak, bahkan dalam aplikasi percakapan bernama whatsApp pun sudah tentu membutuhkan aktivitas tulis menulis. 

Begitu mudahnya menulis jika buah pikirnya muncul dari hati dan terinspirasi kebiasaan sehari-hari. Lihat saja tulisan seorang anak remaja dalam buku hariannya. Smart Ladies bisa dibawa hanyut akan suasana romantisme si penulis yang mencurahkan isi hati tentang berbagai hal. Bagaimana buku harian bercerita tentang sang kekasih, tentang permasalahannya dengan guru, orang tua, bahkan orang yang disukai namun tidak memiliki perasaan yang sama dengannya. Buku menjadi sarana curhat para remaja zaman dahulu. Sementara blog menjadi wadah bercerita bagi para milenial.

Mengenal Tulisan Fiksi dan Nonfiksi

Menelisik lebih jauh tentang dunia menulis, kita mengenal dua jenis tulisan, fiksi dan nonfiksi. Kedua jenis tulisan yang pada dasarnya memiliki kesamaan dasar pada teknis penulisannya. Hanya saja, berbeda dari cara penyajian dan pemilihan diksinya. Menulis fiksi maupun nonfiksi pada dasarnya sama. Keduanya memerlukan data hasil riset agar tulisan kita sesuai dengan fakta yang ada.

Jika Smart Ladies bercita-cita ingin menjadi seorang penulis, tidak perlu merasakan kesusahan yang luar biasa. Jangan biarkan kepala berpikir hingga penat, badan meriang panas dingin memikirkan apa yang hendak dituliskan. Permudah saja segalanya. Mulailah dari yang ada di sekitar kita.


1. Cara Mendapatkan Ide

Smart Ladies dapat menghimpun ide-ide sederhana dari keseharian. Jika ingin menuangkan dalam bentuk fiksi, hanya tinggal mengatur penyajian kalimatnya. Gunakan bahasa yang sesuai dengan target pembaca. Pilihan ide dapat diambil dari diri sendiri. Misalnya, memiksikan tentang pengalaman saat Smart Ladies masih berseragam putih-biru. Bagaimana Smart Ladies menuangkannya ke dalam genre teenlit, yaitu cerita seputar remaja bersama warna-warni dunianya.

2. Lakukan Riset

Setelah mendapatkan ide, maka Smart Ladies bisa mulai melakukan riset. Pengumpulan data atau sekadar penyocokan antara jalan cerita dengan realita tetap diperlukan. Jadi, bukan hanya tulisan nonfiksi yang membutuhkan riset, fiksi pun alur ceritanya harus dapat diterima logika pembaca.

3. Buatlah Outline untuk Mempermudah

Setelah menemukan ide beserta data-datanya dari sekeliling kita, pengeksekusian pun dapat dilakukan dengan mudah dan dalam waktu relatif singkat. Jika merasa masih kesulitan dalam menuangkan ke dalam tulisan, Smart Ladies dapat membuat instrumen pembantu berupa draft atau coretan-coretan pengingat garis besar cerita untuk setiap bab atau bahkan paragrafnya garis besar itu dikenal dengan sebutan plot. Susunannya berupa outline atau kerangka penulisan.

Tulislah setiap hal yang menjadi kata-kata kunci dalam tulisan Smart Ladies. Tentu saja tidak setiap tulisan dapat langsung terasa feel-nya. Selesaikan dahulu menulisnya, endapkan beberapa saat, kemudian editlah dengan cara membacanya berulang kali untuk menemukan bagian mana yang masih terasa janggal dan tidak enak.

4. Latihan, Latihan, dan Latihan

Nah, sekarang Smart Ladies sudah mengetahui bahwa menulis itu sangat mudah dilakukan oleh siapa pun dan di mana pun. Hanya dengan menggunakan ponsel sederhana, Smart Ladies sudah bisa menghasilkan tulisan dalam waktu relatif singkat. Jangan lupa untuk terus menjaga konsistensinya. Ingatlah pepatah, bisa karena biasa. Menulis bukanlah suatu ilmu terapan yang harus dipelajari dengan skill tertentu. Menulis adalah membiasakan diri dengan kedisiplinan mempraktikkannya.

Dengan demikian, kegiatan menulis menjadi begitu menyenangkan bagi siapa saja. Impian menjadi penulis pun dapat dengan mudah terwujud. Selamat bersenang-senang dalam menulis!

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close