Joeragan artikel

4 Cara Mencegah Penyulit Kehamilan yang Sering Terjadi

Halo, Smart Ladies!

Ladies, kehamilan tanpa penyulit memang harapan semua calon ibu. Namun, bila terjadi penyulit dalam kehamilan, setidaknya Smart Ladies tidak panik karena sudah bisa menduga penyebabnya dan mengetahui langkah-langkah yang harus diambil.

Kondisi kesehatan sebelum hamil sangat berpengaruh pada proses kehamilan yang dijalani. Beberapa kondisi kesehatan sebelum hamil yang dapat memicu terjadinya komplikasi pada kehamilan adalah penyakit diabetes, kanker, hipertensi, PMS (penyakit menular seksual, termasuk HIV), gangguan pada ginjal, dan gangguan saraf seperti epilepsi.

Angka kemungkinan kejadian (prevalensi) gangguan atau komplikasi pada kehamilan ini akan makin tinggi pada ibu yang hamil pada usia sebelum 20 tahun atau di atas 40 tahun, perokok aktif, minum alkohol, menggunakan narkoba, serta memiliki riwayat keguguran dan persalinan prematur sebelumnya. Selain itu, kondisi kesehatan sebelum hamil juga berpengaruh.

Berikut ini cara mengenali dan mencegah 4 penyulit umum kehamilan.

1. Hipertensi

Hipertensi pada kehamilan dibagi menjadi beberapa kriteria, yaitu:

  • Hipertensi kronis: hipertensi yang sudah ibu derita sejak sebelum hamil hingga sebelum umur kehamilan mencapai 20 minggu dengan pengukuran ≥ 140/90 mmHg atau setelah umur kehamilan 20 minggu dan menetap hingga 3 bulan setelah bersalin.
  • Preeklamsia ringan: tekanan darah ibu hamil mencapai ≥ 140/90 mmHg setelah usia kehamilan 20 minggu dengan hasil pemeriksaan laboratorium terdapat protein dalam air kencing sebesar ≥ 300 mg per 24 jam.
  • Preeklamsia berat: tekanan darah ibu hamil mencapai ≥ 160/90 mmHg serta pemeriksaan protein dalam air kencing menunjukkan angka 2,0 g per 24 jam dan disertai nyeri kepala, serta ulu hati yang menetap. Bila terdapat kejang pada kondisi ini, berarti ibu hamil mengalami eklamsia.

     Sampai saat ini, penyebab preeklamsia belum diketahui. Namun, bila mendapat gejala ini pada kehamilan         pertama, Ladies harus waspada karena pada kehamilan berikutnya, hal ini bisa berulang. Pencegahan atau       deteksi dini terhadap penyulit ini dapat kita lakukan melalui pemeriksaan tekanan darah secara rutin               dengan teknik yang benar.

  • Hipertensi kronis, adalah ibu sudah menderita hipertensi sejak sebelum hamil hingga sebelum umur kehamilan mencapai 20 minggu dengan pengukuran ≥ 140/90 mmHg atau setelah umur kehamlan 20 minggu dan menetap hingga tiga bulan setelah bersalin.
  • Hipertensi kronis: hipertensi yang sudah diderita ibu sejak sebelum hamil hingga sebelum umur kehamilan mencapai 20 minggu dengan pengukuran ≥ 140/90 mmHg atau setelah umur kehamilan 20 minggu dan menetap hingga 3 bulan setelah bersalin.

2. Diabetes pada Kehamilan

Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah ibu hamil berada di atas 130-140 mg/dL yang diketahui melalui pemeriksaan laboratorium. Diabetes kehamilan sering terjadi pada kehamilan usia 24 hingga 28 minggu dengan gejala ibu sering merasa haus, sering buang air kecil, tubuh mudah lelah, hingga penglihatan menjadi buram.

Kondisi diabetes ini juga dapat menyebabkan komplikasi pada bayi yang akan dilahirkan, yaitu berat badan lahir yang tinggi, persalinan prematur, dan bayi mengalami kekurangan kadar gula dalam darah. Diabetes dalam masa kehamilan dapat kita cegah dengan mengatur pola makan dan gaya hidup. Diet yang sehat dan olahraga dapat mengurangi risiko penyulit ini. Namun, bila kedua hal tersebut tidak membantu, biasanya dokter akan memberikan obat penurun kadar gula darah. 

3. Aborsi/ Keguguran

Keguguran adalah istilah yang digunakan ketika ibu hamil kehilangan janin pada usia kehamilan sebelum mencapai 20 minggu, yang biasanya ditandai dengan adanya flek dan kram perut.

Kehamilan muda memang rentan terhadap trauma fisik, apalagi bila plasenta belum terbentuk sempurna. Aktivitas secukupnya dan tidak berlebihan akan mengurangi risiko seorang ibu hamil muda mengalami aborsi dalam kehamilannya.

4. Anemia

Secara umum anemia atau yang lebih dikenal dengan kurang darah adalah kondisi kurangnya zat besi dan atau asam folat dalam tubuh kita. Gejala yang dirasakan adalah ibu akan tampak pucat, mudah merasa lelah, dan lemas.
Konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan suplemen selama kehamilan akan mencegah hal ini. Anemia harus tertangani dengan baik saat kehamilan karena berisiko menyebabkan terjadinya perdarahan saat persalinan.

Pemeriksaan kehamilan secara rutin akan membantu ibu menjaga kehamilan tetap sehat. Dengan begitu, Ladies akan tetap bugar, kondisi kesehatan janin yang dikandung juga terjaga hingga saatnya nanti terlahir ke dunia.
Itulah empat penyulit kehamilan yang sering terjadi. Bagi Ladies yang saat ini sedang hamil, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk membantu menjaga kehamilan tetap sehat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× Hubungi Kami