Undangan untuk Sasha

Sasha terlihat sibuk mencari sesuatu, mondar-mandir, dari kamarnya ke ruang tengah, dan sebaliknya. Matanya nanar menyapu setiap sudut ruangan, kedua tangannya mengacak-acak tumpukan kertas dan majalah. Dio yang sedang membaca buku di sofa dekat TV menatap tingkah adik semata wayangnya itu. Dalam hati ia bertanya-tanya, benda apakah gerangan yang dicarinya. Merasa sudah cukup lama berdiam diri, Dio membuka suara. “Mencari apa, Dek? Sepertinya penting sekali benda yang sedang kaucari. Boleh Kakak bantu?” tanya Dio tanpa beranjak dari duduknya. Sasha berdiri sejenak, menghela napas dalam, dan memandang ke arah kakaknya dengan…