Joeragan artikel

๐—š๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ฒ๐—ธ๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ฝ๐—ฎ ๐Ÿฐ๐— 

Smart Ladies!ย Tahukah Ladies, bahwa Gerakan ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ต menyenangkan dimaksudkan sebagai upaya penyelarasan Kurikulum Merdeka yang digagas Mas Mentri beberapa waktu lalu.

Menurut Bapak Diyarko, M.Pd yang merupakan Volunteer Gerakan ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ต Menyenangkan (GSM), hal pokok yang harus diperhatikan oleh seorang guru adalah bagaimana mengajar tanpa 4M (Menasihati, Menyuruh, Melarang, dan Memarahi).

Jadi, guru diharapkan mampu mengajar dengan tanpa menggunakan 4M, tetapi lebih memberikan kesempatan siswa untuk lebih merdeka belajar.

Mungkin Ladies bingung, kenapa siswa harus merdeka belajar? Padahal selama masa-masa kita ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ต dulu, belajar itu memasuki ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ต dan siap dengan jadwal mata pelajaran yang telah ditentukan di awal tahun ajaran.

Semua siswa, mau tidak mau, suka tidak suka harus mengikuti semua pelajaran.

Sebetulnya dasar dari kurikulum merdeka ini sudah dicanangkan oleh bapak pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara. Sejatinya pendidikan menurut penuturan Ki Hajar Dewantara adalah memerdekakan murid seperti layaknya seorang orang tua menyayangi anaknya.

Namun, dalam penerapannya sudah tepatkah kurikulum merdeka sebagai mana yang diharapkan? Jangan sampai menjadi bumerang baru yang akhirnya malah mengacaukan maksud baik dari kurikulum tersebut.

Ladies,ย Oleh karena pembahasan kita terfokus kepada 4M, mari kita tinjau keempat M ini satu demi satu.

1. Menasihati

Dalam gerakan ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ต menyenangkan, guru diharapkan tidak memberikan nasihat, tetapi lebih banyak kepada contoh-contoh.

Sebetulnya hal itu baik, karena contoh yang baik itu lebih baik dari nasihat yang baik, tetapi bagi sebagian murid ada yang tidak cukup dengan contoh, tapi harus disertai penjelasan.

Hal ini sejalan dengan perintah Allah dalam Al Quran Surat Al Asr, saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran.

2. Menyuruh

Apakah menyuruh siswa itu merupakan perbuatan yang tidak menyenangkan? Jika menyuruh dengan mendikte, mungkin murid akan merasa kesal, tetapi kita bisa menyuruh dengan bahasa yang baik dan menjelaskan kenapa kita menyuruh melakukan hal tersebut.

3. Melarang

Masalah larangan ini sudah sering diperdebatkan oleh para ahli parenting yang mengharamkan kata jangan, atau kalimat yang melarang.

Kalau kita tinjau dari sudut pandang Islam. Al Quran itu sesungguhnya berisi perintah dan larangan, hal ini dimaksudkan untuk menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.

Jika tidak ada larangan sama sekali, bagaimana murid bisa mengerti kalau hal itu berakibat buruk?

Larangan yang baik, tentu saja harus disertai dengan alasan, kenapa sebuah perbuatan itu tidak boleh dilakukan.

4. Memarahi

Poin keempat ini menjadi point paling krusial. Di beberapa tempat banyak guru yang dituntut oleh orang tua murid karena anaknya dimarahi oleh guru, bahkan ada yang sampai dibawa ke jalur hukum.

Hal ini membuat guru jadi enggan menegur atau memarahi anak-anak yang sudah melakukan pelanggaran, Akibatnya anak-anak juga banyak yang tidak mau menuruti aturan karena di rumah juga tidak diberi sanksi oleh orang tuanya, dan di sekolah diabaikan karena ketakutan sang guru mendapat ancaman.

Demikian, Ladies, sekadar perenungan untuk kita semua, bahwa 4 M itu tidak selamanya menjadi sebuah hal yang menyeramkan. Yang penting adalah bagaimana kita saling bekerjasama antara murid, guru dan orang tua, sehingga ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ต dan belajar menjadi menyenangkan.

 

Kata kunci : sekolah
Sekolah Menyenangkan

Editor: Dyah Rooslina

#maratonmenulisartikel

#joeraganartikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× Hubungi Kami