Fakta Unik di Balik Empati

Hai, Smart Ladies, sudah kenal yang namanya empati? Atau sudah menjadi bagian dari pelaku empati? Si pelembut hati ini sangat dibutuhkan dalam ilmu komunikasi dua arah.

Ada fakta unik di balik empati si pelembut hati ini, apakah itu?

Empati Berada di Atas Simpati

Menurut Wikipedia, simpati adalah suatu proses kejiwaan di mana seorang individu merasa tertarik pada seseorang atau sekelompok orang karena sikap, penampilan, wibawa, atau perbuatannya yang sedemikian rupa. Simpati hanya sebatas tertarik saja. Jika rasa ini terus ditingkatkan, levelnya naik menjadi empati.

Contoh paling mudah adalah jika simpati hanya tertarik melihat-lihat produknya dari jauh atau sekadar memandanginya, empati setingkat lebih tinggi di atasnya.

Empati lebih mendalam dan berpengaruh besar pada jiwa. Dalam berkomunikasi, simpati hanyalah cukup mengenal saja tanpa ingin mengenal lebih jauh. Sementara itu, empati justru akan merasakan kehilangan jika sehari saja seseorang itu tidak hadir untuk bercanda atau menyapa. Jika sehari saja seseorang itu tidak muncul dalam grup atau lingkungan, kita akan terasa kehilangan senyuman, canda, kata-kata, tulisan, dan nasihatnya.

Hati ikut merasakan kesedihan jika seseorang, kerabat, dan sahabat ternyata terluka, sakit, atau bahkan meninggal dunia. Inilah yang disebut dengan empati.

Smart Ladies, bisakah kita menjadi orang yang mampu membuat siapa pun berempati kepada kita? Bisa! Bagaimana caranya? Jalin pertemanan, lakukan sesuatu dengan tulus, serta ikhlas tanpa pamrih dan pujian dari manusia lainnya. Lakukan ini secara istikamah di mana pun dan kapan pun. Dilihat, dirasakan, dihargai ataupun tidak sikap kita, yakinlah kelak akan ada empati dari orang lain.

Menebar senyum dan kebaikan memang melelahkan, tetapi rasakan manfaatnya dalam jiwa. Ketenangan, kebahagiaan, bahkan tubuh bisa menjadi magnet rezeki.
Rezeki dari berbagai arah yang tak disangka-sangka akan mendatangi dan menempel ke tubuh kita, Ladies.

Jika kita bisa menjadi sosok yang mampu memicu empati orang lain, kebahagiaan dan penderitaan akan dirasakan juga oleh siapa pun. Banyak orang akan mendoakan kebaikan untuk kita dan saat Allah memanggil pulang meninggalkan dunia ini, mereka berbondong-bondong datang mendoakan. Luar biasa, bukan?

Ingin mendapat simpati atau empati? Kita yang menentukan mulai dari sekarang, belum terlambat. Semoga menginspirasi.


Sumber: grup kesehatan the post

Juli Dwi Susanti

Guru-Dosen Pendidikan Matematika, Perempuan Pembelajar (Long Life Learner), Motivator, yang mencintai menulis sebagai lukisan jiwa, terapi hati, sharing dan caring. Are you?
Juli Dwi Susanti

Related posts

Leave a Comment