Kenali Tiga Jenis Temper Tantrum pada Anak dan Pemicunya

Smart Ladies, pernahkah menghadapi anak yang tiba-tiba marah tanpa kita ketahui keinginan dan kemarahannya? Hal ini sering disebut dengan temper tantrum atau tantrum saja.

Ada jenis-jenis tantrum pada anak yang wajib diketahui orang tua. Pada umumnya, temper tantrum dapat dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu :

1. Usia di Bawah Tiga Tahun

Anak di bawah usia tiga tahun biasanya mengekspresikan kegelisahan dan marahnya dengan menangis, memukul, menjerit, dan menendang. Bahkan, dalam kasus yang lebih parah, ada yang membentur-benturkan kepala ke tembok.

2. Usia 3-4 Tahun

Di usia 3 sampai 4 tahun, anak mengekspresikan kemarahan dan kegelisahannya dengan cara yang berbeda. Ia akan membanting, merengek, mengkritik, bahkan sampai menghentak-hentakkan kaki.

3. Usia 5 tahun ke Atas

Saat usia 5 tahun ke atas, anak sudah mulai bisa mengkritik dirinya sendiri. Ia akan memukul, bahkan yang lebih parah hingga merusak benda-benda yang ada di sekitarnya.

Sebagai orang tua, sebaiknya kita mengetahui pemicu temper tantrum pada anak, yaitu:

1. Keinginan yang Terhalang

Hal ini disebabkan ketidakmampuan anak dalam mengungkapkan keinginan dirinya. Ia menuntut kita sebagai orang tua untuk bisa memahaminya.

2. Perasaan Tertekan

Rasa tertekan timbul karena belum bisa menyampaikan dengan baik. Sementara itu, orang tua kurang begitu paham maksud anaknya. Ini bisa menimbulkan tantrum pada anak.

3. Kelelahan

Kelelahan juga bisa menjadi pemicu temper tantrum pada anak, misalnya, ketika bepergian dengan jarak jauh dan memakan waktu yang lama. Hal ini harus dipahami oleh orang tua.

4. Pola Asuh yang Salah

Sering kali, tanpa disadari, sikap temper tantrum pada anak dipicu oleh pola asuh yang salah dari orang tua. Sikap memanjakan, menghindari masalah, tidak mau capek justru menjadi kontribusi terhadap timbulnya tantrum anak.

Anak menjadi terbiasa dituruti keinginannya dan dimanjakan sehingga ketika mendapat penolakan atas keinginannya, anak melakukan tantrum, yang terkadang belum dipahami orang tua. Maka dari itu, penting bagi Smart Ladies sebagai orang tua untuk menerapkan pola asuh yang sangat mendasar. Berikan contoh perilaku yang positif agar bisa ditiru anak hingga dewasa kelak. Komunikasi dua arah pun harus dibangun sejak dini sehingga diharapkan mampu menghindari sikap tantrum yang berkelanjutan.

Demikian Smart Ladies, hal-hal yang bisa memicu temper tantrum anak. Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi dan pengetahuan bagi kita agar dapat menyikapinya dengan baik.

Sumber: grup kesehatan the post

Juli Dwi Susanti

Guru-Dosen Pendidikan Matematika, Perempuan Pembelajar (Long Life Learner), Motivator, yang mencintai menulis sebagai lukisan jiwa, terapi hati, sharing dan caring. Are you?
Juli Dwi Susanti

Related posts

Leave a Comment