5 Perkembangan Jilbab dari Masa ke Masa

Hai, Smart Ladies!

Hampir semua muslimah saat ini menggunakan jilbab. Jilbab dikenakan di acara pesta, pada saat melayat atau bahkan ada yang memakainya setiap saat. Dahulu, penutup kepala disebut jilbab atau kerudung, lalu bergeser menjadi hijab. Pada mulanya, jilbab yang dahulu terkesan kuno dan hanya digunakan orang-orang tertentu, seperti: guru ngaji, istri kiai, dan para santriwati. Namun, seiring perkembangan zaman, jilbab mulai digandrungi muslimah.

Bermacam bentuk dan fesyen jilbab ditawarkan sehingga mempercantik pemakaianya. Bahkan, pemakaian jilbab saat ini, tidak hanya melakukan kewajiban syari’at menutup aurat, tetapi lebih ke arah fesyen.


Berikut perkembangan hijab dari masa ke masa di Indonesia.


1. Penggunaan Hijab sebelum Indonesia Merdeka

Pemakaian jilbab sebelum kemerdekaan Indonesia

Sebelum abad ke 20, peneliti asal Prancis, Denys Lombard menuliskan kisah dalam bukunya yang berjudul an Achein Woman. Dalam buku tersebut ia menuliskan bahwa wanita Aceh menggunakan baju lengan panjang dan jilbab tertutup rapat. Selain itu jilbab juga digunakan sebagai pakaian kesultanan. Hal ini telihat pada seorang pejuang Islam Cut Nyak Dien. Pada masa ini penggunaan jilbab masih sangat sederha, seperti selendang.


2. Penggunaan Hijab di Tahun 1970-1980

Perkembangan jilbab pada tahun 1970-1980

Pada masa ini, muncul larangan penggunaan jilbab dari pemerintah Indonesia. Saat itu, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan melarangan menggunakan jilab bagi dengan alasan penyeragaman seragama sekolah. Meskipun dilarang, beberapa sekolah masih tetap memberlakukan jilbab bagi siswi, seperti sekolah-sekolah madrasah dan Pondok Pesantren. Penggunaan jilbab saat itu masih sederhana. Bahannya berbentuk persegi empat dilipat menjadi segita, lalu digunakam dengan tambahan jarum atau peniti.


3. Penggunaan Hijab di Tahun 1990

Tahun 1990, jilbab mulai berkembang menjadi bermacam corak dan bahan. Ada yang berbahan kaku seperti katun atau berbahan lembut dan halus seperti sutra. Ada juga berbahan satin yang memiliki corak dan warna.


4. Penggunaan Hijab di Tahun 2004

Perkembangan jilbab Pada tahun 2004

Di tahun 2004, perkembangan jilbab mulai ke fesyen, yakni bagian ujung jilbab dililitkan ke leher sehingga terlihat simpel. Beragama bentuk jilbab pun mulai ditawarkan, seperti jilbab simpel, bergo, pasmina, dan jilbab persegi empat. Pakaian muslimah pun mulai disesuaikan dengan jilbabnya sehingga terkesan modis.



5. Penggunaan Hijab di Tahun 2010

Perkembangan jilbab Pada tahun 2010


Di tahun 2010, perkembangan jilbab sangat pesat. Bermacam bentuk dan corak ditawarkan, mulai dari bentuk kasual dan klasik hingga busana syar’i (jilbab panjang hingga ke pinggang). Banyak muslimah kreatif yang membuat anekakreasi jilbab serta dipadankan dengan aksesoris yang lucu dan indah sehingga menambah cantik pemaikainya. Tidak heran, jika saat ini, jilbab digandrungi semua kalangan, mulai dari bayi, remaja, ibu-ibu, hingga lansia.


Oke, Ladies, itulah tadi perkembangan jilbab dari masa ke masa. Semoga bermanfaat, ya.

Related posts

Leave a Comment