Perlukah Pendidikan Usia Dini 0-3 Tahun ?

Hai, Ladies!

Pernahkah Ladies mendengar tentang sekolah PAUD atau baby school ? Atau Ladies termasuk orang tua yang menyekolahkan anaknya di PAUD atau baby shcool?

Pendidikan anak usia dini yang disingkat PAUD ini, dan baby school, sudah berkembang dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi suatu fenomena yang disikapi secara variatif, khususnya oleh ibu ibu muda yang baru memiliki anak usia 0-3 tahun (batita).

Memunculkan pertanyaan, “sudah perlukah anak usia batita disekolahkan ?”. Mungkin, banyak orang tua membayangkan sekolah usia dini baik PAUD atau baby school ini, seperti taman kanak-kanan atau sekolah dasar. Tentu saja tidak! Pada dasarnya, konsep pendidikan PAUD dan baby school adalah membantu memberikan wadah bagi perkembangan anak sesuai usianya.

 

Smart Ladies!

Berbeda antara pendidikan usia dini dengan sekolah pada usia dini. Pendidikan usia dini mencakup berbagai hal terkait pertumbuhan dan optimalisasi dari aspek-aspek perkembangan pada usia itu. Sedangkan, sekolah merupakan wadah untuk mengaplikasikan proses pendidikan tersebut.

 

Lalu muncul pertanyaan, perlukah optimalisasi aspek perkembangan batita dilakukan dengan cara menyekolahkan anak pada lembaga formal atau semi formal? Untuk memastikan jawaban dari pertanyaan tersebut, penting bagi kita memahami tentang kebutuhan dan aspek perkembangan anak usia 0-3 tahun.

 

Aspek Perkembangan Usia Batita (0-3 tahun)

Di usia ini, dominasi perkembangan terletak pada otak. Perkembangan otak yang optimal akan menunjang aspek perkembangan lainnya seperti intelektual, fisik, motorik serta bahasa. Tentu saja akan lebih maksimal dengan disertai stimulus dan pola yang tepat. Misalnya, pertumbuhan fisik akan optimal dengan memberikan asupan nutrisi yang tepat, serta pola makan yang baik agar otak berkembang secara maksimal.

Stimulasi untuk merangsang perkembangan motorik dan bahasa juga perlu. Pola kebiasaan hidup keluarga sehari hari akan diimitasi oleh anak dan cenderung menjadi kebiasaan yang diadaptasi. Anak yang terbiasa di gendong, memakai stroller atau baby walker, dapat mengalami hambatan tertentu pada perkembangan motoriknya dibandingkan dengan anak yang berkembang secara alami. Begitupun pada aspek bahasa, jika anak dilatih cadel, ia akan cadel dan tidak belajar bagaimana caranya untuk berbicara dengan baik dan benar.

Perkembangan emosi juga tak kalah pentingnya di usia ini. Bounding attachment dengan orang tua, keluarga khususnya ibu akan menentukan kualitas emosi anak. Dalam perkembangan sosial pun, anak usia balita masih fokus pada lingkungan keluarga, ia cenderung  akan lebih mengenali dan dekat dengan yang sedarah, orang yang tinggal satu rumah, dan sering dilihat. Maka, siapakah yang paling dibutuhkan anak pada usia batita? Tentu saja keluarga, khususnya ibu. Dan hal ini bermakna bahwa pendidikan pertama dan utama pada usia ini adalah keluarga.

Nah, Ladies, dengan demikian pertanyaan “perlukan pendidikan usia dini?” jawabannya adalah perlu. Namun, untuk menyekolahkan anak pada usia dini harus didasari oleh alasan yang tepat. Akan lebih baik pada anak usia dini, menjadikan rumah sebagai ‘sekolah’ dan orang tua sebagai ‘guru’ bagi anak. Dan untuk itu, tentu saja orang tua harus mau terus menimba ilmu pengetahuan dan wawasan yang menunjang ke arah sana, tidak serta merta hanya menyerahkan pada sekolah padahal orang tua, khususnya ibu memiliki banyak waktu dan tenaga untuk mengoptimalkan fungsinya.

Related posts

Leave a Comment