Surat Terakhir

Dua minggu lagi adalah hari pernikahan Ardi dengan Maya. Mereka berdua adalah sahabatku sewaktu kuliah. Kami satu angkatan. Aku dan Maya, bahkan sudah berteman sejak SMA. Hubungan kami bertiga pun berjalan dengan lancar dan baik-baik saja. Ada perasaan sesak di dada, saat aku mengingat semua kenangan di antara kami. Persahabatan yang diukir begitu indah, ternyata meninggalkan jejak luka di hatiku. *** Setelah kami lulus kuliah, aku dan Maya mempunyai janji untuk saling berkirim surat. Meskipun kemajuan teknologi sudah canggih, tetapi kami lebih suka menuangkan rasa rindu lewat surat karena kami…

Yuk, Membuat Duplikat “Sedekah Nasi Rombongan Purbalingga”

Manusia hidup tidak sendiri, tidak bisa memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bantuan orang lain. Ketergantungan manusia kepada manusia bentuknya berbeda-beda karena pekerjaan dan cara hidupnya juga berbeda. Ide Sedekah Nasi Rombongan Purbalingga berawal dari keinginan untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. Bentuknya berupa etalase nasi gratis beserta nasinya yang disediakan tiap hari sebanyak tiga kali, pagi, siang, dan sore di bangsal rumah sakit. Di sini saya berharap pembaca berkenan menduplikasi kegiatan ini. Berikut beberapa cara untuk menduplikasi gerakan “Sedekah Nasi Rombongan Purbalingga” 1. Niat untuk Berbagi Awal gerakan ini dimulai dengan…

Nyanyian Cintaku

Suara musik mengalun pelan memenuhi ruang tidurku. Aku baru saja selesai mengerjakan tugas kantor yang kubawa pulang. “Rani! Ada telepon buat kamu!” suara Mama dari ruang tengah. Aku bergegas keluar kamar dan menuju ke tempat telepon berada.  “Dari siapa, Ma,” tanyaku pelan. “Enggak tahu,” ujar Mama sambil memberikan gagang telepon kepadaku. Segera kuraih telepon itu, lalu mengucapkan salam pada sang penelepon. Terdengar suara Yuda di seberang sana. Setelah beberapa saat kami berbicara, Yuda menutup teleponnya. Tiba-tiba ada perasaan yang aneh menelusup ke dalam hatiku. Baru saja dia minta tolong, agar…