Sambal Andaliman

Sambal Andaliman

“Ma, besok masak ayam goreng mentega ya,“ pinta Farid, “sudah lama banget deh Mama nggak masak itu.“

Kebiasaan di keluarga mereka, bila cuaca bagus, maka Sahrul, papa mereka, akan memanggang daging dan sayuran. Seminggu ini cuaca bagus sehingga terasa lama bagi Farid.

“Papa sudah mempersiapkan bahan-bahan untuk memanggang besok, sepertinya…,“ jawabnya sambil mengecek isi kulkas.

Jawabannya terpotong karena tiba-tiba dia teringat sesuatu. Saat berbalik ke arah putra bungsunya itu, terlihat wajah Farid menunduk kecewa.

“Siap, Komandan,“ goda Arini, sambil memberi hormat pada Farid. “Ada yang lainnya?“

Farid yang terkejut dengan cepat menggelengkan kepalanya kemudian tertawa. Tiba-tiba datang Fitri, “Ma, pake bakwan jagung ya,“ pintanya.

“Siap, Tuan Putri,“ jawab Arini, kali ini sambil membungkuk seperti seorang pelayan.

Mereka pun tertawa bersama, sangat mudah membuat mereka bahagia.

Tiba-tiba Sahrul datang, “Ada apa nih? Kayaknya bahagia banget,“ tanyanya sambil memeluk Arini dari belakang.

“Anak-anak request menu makan malam untuk besok,“ jawab Arini.

Sahrul terlihat kecewa, dia sudah mempersiapkan bahan-bahan untuk memanggang besok. 


“Besok temen papa mau datang, Mama lupa ya?“ tanyanya setengah berbisik.

Arini tersenyum dan membalikkan badan ke arah Sahrul.

“Justru mama ingat, Pa,“ jawabnya juga setengah berbisik, “tapi Papa bilang belum tahu jam berapa. Mama khawatir datangnya Papa masih repot memanggang makan malam. Temen papa juga nggak mau makan malam bersama kita kan?“

***
Setelah makan malam hari itu, Sahrul bertanya pada Arini, “Anak-anak minta dimasakin apa sih, Ma?“


“Farid minta ayam goreng mentega dan Fitri minta bakwan jagung, Pa,“ jawab Mama sambil membersihkan make up di wajahnya.

“Oooo,“ jawab Sahrul sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Anak-anak request makanan, Papa nggak, nih?“ tanya Arini.

“Boleh nih, Ma?“ tanya Sahrul , matanya berbinar, “Mama masih punya andaliman nggak? Bikin sambal andaliman, dong,“

Kali ini mata Arini yang berbinar, tidak menyangka Sahrul menyukai sambal andaliman buatannya. Andaliman hanya bisa tumbuh di salah satu daerah di Medan. Namun, Arini selalu memiliki persediaan yang didapatnya dari teman-teman yang pulang kampung.

Andaliman membuat semua masakan Arini memiliki rasa istimewa. Dan dari semua masakan yang dia buat, suaminya jatuh cinta pada sambal andaliman. Bisa dimakan dengan masakan apapun. Seperti besok malam, menu ayam goreng mentega yang manis rasanya dan juga bakwan jagung, akan tambah nikmat bila disantap bersama sambal andaliman.

“Makasih ya, Sayang,“ ucap Sahrul sambil mengecup kening Arini.

***selesai***

 

Sumber gambar utama : sajiansedap.grid.id/robertus

Natasha Panjaitan-Karg

Latest posts by Natasha Panjaitan-Karg (see all)

Related posts

Leave a Comment