Rumah Islami, Sekolah Istimewa dan Pertama bagi Anak

Halo, Smart Ladies!
Sering kali,  kita menjumpai sebagian orang tua yang manakala anaknya nakal, mereka langsung melontarkan tuduhan miring kepada pihak sekolah. Menyalahkan para guru dan mencap mereka sebagai biang kerok kenakalan anaknya. Sebagian orang tua yang lain beralasan, “Anak saya nakal karena terpengaruh lingkungan pergaulan teman-temannya.”

Hal ini tentu menuntut kita untuk lebih berintrospeksi diri. Sudahkah rumah menjadi media pendidikan yang baik untuk anak-anak kita?. Rumah memiliki peran yang sangat sentral dalam mendidik anak. Bisa dikatakan bahwa segala sesuatu bermula dari rumah. Bila pendidikan dalam rumah tidak berjalan atau lemah, maka si anak akan jatuh di‘pendidikan-pendidikan’ di luar rumah yang tidak jelas arahnya. Akibatnya lahirlah anak-anak berstatus broken home.


Oleh karena itu, penting menjadikan rumah bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga rumah yang islami. Keistimewaan rumah yang islami sebagai wadah pendidikan, di antaranya adalah:



1. Tempat Berkumpulnya Anggota Keluarga

 
Di rumah anggota keluarga bisa berkumpul bersama dalam jangka waktu yang lebih lama. Setelah seharian beraktivitas, mereka kembali untuk beristirahat, bercengkrama, dan lain- lain sehingga terjalin kedekatan pribadi antara anak dengan orang tua dan saudara-saudaranya

2. Orang Tua sebagai Suri Teladan

Saat di rumah, anak memperhatikan dan meniru tingkah laku orang tua dan saudara lainnya.Mereka dapat melihat teladan dan panutan dalam ucapan maupun perbuatan sehingga  mereka terbantu untuk menirunya.


3. Tempat Pemberian Hukuman


Saat anak melakukan sebuah kesalahan, penyampaian nasihat atau pemberian hukuman di dalam rumah, bukan di hadapan orang banyak, akan lebih besar pengaruh positifnya bagi jiwa anak. Sekaligus anak juga tidak merasa malu jika hukuman diberikan di dalam rumah karena teman-teman nya tidak mengetahuinya.


4. Pengawasan yang Terus-menerus

Orang tua dapat terus-menerus melakukan pengawasan terhadap anggota keluarga. Begitupun anggota keluarga lainnya, mereka dapat saling mengawasi. Hal ini akan menumbuhkan keberanian untuk saling menasihati dan mengingatkan satu sama lain jika ada kesalahan yang dilakukan.


5. Memanfaatkan Media Islam


Sekarang ini banyak sekali media islami yang berkembang untuk membantu pendidikan anak. Buku, boneka, dan aneka permainan Islami bisa meningkatkan kepandaian dan kecerdasan anak sekaligus, sebagai media untuk menemani mereka. Selain tentunya bisa mengenalkan Islam dengan lebih menyenangkan 


Nah, Ladies tulisan ini semata-mata untuk menggugah kesadaran kita bersama bahwa rumah adalah sekolah pertama anak yang amat menentukan keberhasilan pendidikan mereka selanjutnya. 

 

 

Yutaka Latifah

Provokator Kebaikan, inisiator Sedekah Nasi Rombongan Purbalingga, Penulis, Relawan, dan Abdi negara
Yutaka Latifah

Latest posts by Yutaka Latifah (see all)

Related posts

Leave a Comment